Sabtu, 02 Desember 2017

Cara Tetap Produktif Dalam Bekerja Juga Sebagai Seorang Freelancer

Selagi muda, banyak sekali pembenaran yang dilakukan oleh kaum milenial salah satunya adalah mengambil segala kesempatan yang ada di depan mata, apapun itu.

Tak berbeda dengan kaum muda yang lain, saya pun juga melakukan hal yang sama.  Salah satunya tentang pekerjaan. Meski sehari-harinya saya bekerja di salah satu perusahaan migas swasta, namun diluar jam kerja kantor, saya pun menjadi seorang freelancer desain web.

Produktif Bekerja by https://unsplash.com/@dustinlee

Hal itu saya lakukan semata-mata karena kesukaan saya pada teknologi web dan juga ingin membantu orang mengembangkan bisnisnya melalui platform teknologi.

Bagaimana tidak, saat ini hampir semua hal bisa dikerjakan melalui teknologi yang diwujudkan melalui proses coding yang begitu panjang. Yang mana hampir semua itu bertujuan untuk membantu kehidupan manusia.

Jika dahulu kita menganggap remeh profesi abang ojek terlebih soal pendapatannya, namun kita bisa lihat sekarang bahwa pendapatan seorang abang ojek bisa lebih besar dari pada mereka yang bekerja dengan setelan dasi berkemeja yang hanya duduk di depan layar datar dan di dalam ruangan berpendingin.

***

Beberapa waktu yang lalu, saya pun berkesempatan berjumpa dengan salah seorang teman semasa kuliah dulu, yang ketika itu sama-sama merintis sebuah server bagi kampus kami.

Dalam momen mengenang masa lalu itu, di sela-sela perbincangan, Dendi pun bertanya kepada saya mengenai kesibukan yang saya jalani sekarang.

Dan saya pun menjelaskan sedetail-detailnya tentang aktifitas yang saya jalani saat ini. Misalnya seperti bekerja di perusahaan migas dengan sistem shift, juga berkuliah melanjutkan studi pascasarjana, merintis bisnis desain web dan mengurusi beberapa organisasi non-profit seperti Resimen Mahasiswa tempat saya belajar semasa kuliah, dan juga aktif di Komuntias Blogger Jakarta.

Seketika Dendi pun geleng-geleng dengan semua hal yang saya sampaikan itu, dan dia pun selanjutnya bertanya "Emang itu badan ga butuh istirahat San?"

Benar sih apa yang disampaikan Dendi, tapi namanya darah muda  mungkin selalu membenarkan apa yang dirasa paling tepat tanpa perlu berpikir terlalu panjang.

Bagi saya itu adalah hal negatif, juga positif.

Karena dengan bertindak seperti itu memang bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada saya untuk berkembang.

Aktif di Resimen Mahasiswa (Menwa) semasa kuliah, membuka kesempatan saya untuk mengenal secara dekat orang-orang yang kini sudah saya anggap seperti keluarga kandung.

Bergabung di Komunitas Blogger Jakarta memberikan saya kesempatan untuk mengenal pribadi-pribadi kreatif dari berbagai latar belakang.

Membentuk tim freelancer Web Desainer di eightsun project, memberikan saya peluang untuk belajar membangun sebuah bisnis dan melakukan manajemen pekerjaan serta mencari target pasar.

Bekerja di perusahaan migas, memberikan saya pengetahuan yang begitu besar mengenai keselamatan, manajemen, operasional, komunikasi, dan lain sebagainya.

Dan memilih untuk melanjutkan studi pascasarjana memberikan saya kesempatan untuk belajar meningkatkan potensi serta kemampuan dan mengenal dengan orang-orang yang telah terjun lebih dalam pada bidang yang saya tekuni.

Tentu saja itu semua tidak akan saya dapatkan ketika saya hanya fokus dengan karir saya di perusahaan. Karena memang saya memiliki tekad bahwa selagi muda, saya ingin benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar dan terus belajar demi meningkatkan kemampuan dalam berbagai aspek.

***

Bicara masalah produktivitas, mungkin saya adalah orang yang sangat rakus dalam berkarya dalam segala bidang. Baik di kantor ataupun disemua bidang yang sedang saya jalani. Hal itu semua karena saya merasa ingin menjadi salah satu dari orang-orang sukses yang ada.

Belajar dari pengalaman B.J. Habibie tentang pengalamannya berkuliah di Jerman dan hanya tidur 4 jam sehari, saya rasa itu bukan hanya membutuhkan pengorbanan, namun juga komitmen yang sangat besar apalagi untuk melawan rasa letih, jenuh, kantuk dan rasa bosan dalam menjalani aktivitas yang sama secara berulang terus-menerus.

Buat saya pribadi, meski memiliki begitu banyak aktivitas dan kesibukan yang benar-benar padat. Saya mengakui, bahwa secara keseluruhan saya menikmati semuanya. Dan itu disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut :

Rasa Bersyukur


Jika mengingat ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan pada jurusan Teknik Komputer Jaringan. Saya bukanlah siswa yang termasuk memiliki kecerdasan yang tinggi apalagi pada bidang matematika.

Melihat banyak teman saya yang memperoleh nilai lebih bagus dari saya, menyadarkan saya bahwa banyak diantara mereka yang jauh lebih pintar dari saya.

Namun sangat disayangkan, mereka tidak dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena faktor ekonomi keluarga yang mengharuskan mereka harus langsung bekerja demi meringankan beban kedua orang tuanya.

Dari situlah saya pun menyadari, sesungguhnya masih banyak orang yang lebih pantas untuk memiliki posisi seperti saya, dan mengapa ketika saya sudah ada di posisi ini (berkuliah/bekerja) saya malah malas-malasan? Tentu tidak boleh demikian.

Menundukkan Kepala

 

Woman Workers by https://unsplash.com/@zeynafuang


Dalam tujuan mencari rejeki di Ibukota, pasti pernah  merasakan persaaan sangat dongkol ketika pulang kerja sudah capek seharian di kantor, dan eh ketika di perjalanan pulang masih dihadapkan dengan kondisi jalanan yang macet tak karuan.

Makian, cacian, dongkol dan semua emosi rasa-rasanya ingin meledak di kepala. Jika Anda merasakannya, saya pun begitu.

Namun, sesaat ketika saya melihat ada seorang ibu-ibu tua yang melintas di pinggir trotoar jalan menggunakan koyo cabe di kedua sisi kepalanya sambil menarik gerobak yang penuh dengan barang bekas, tiba-tiba seakan menyadarkan saya bahwa apa yang saya rasakan ini ternyata belum ada apa-apanya dibanding apa yang ibu-ibu itu rasakan.

Menghargai Yang Dimiliki


Hingga detik ini, saya masih sering mendengar banyak sekali rekan, junior dan bahkan senior saya yang tiba-tiba menghubungi melalui WhatsApp dan bertanya tentang lowongan kerja.

Hal yang terlintas di pikiran saya adalah, "Apakah memang cari kerja sekarang susah", "Apakah di kantornya itu banyak masalah","Apakah orang ini pengen dapat kerja yang lebih bagus".

Semua pertanyaan itu pada akhirnya membuat saya tersadar, bahwa banyak orang di luar sana yang membutuhkan pekerjaan demi membiayai hidupnya, yang juga bisa dibilang bahkan bisa saja orang tersebut sesungguhnya memiliki performa yang lebih bagus dari saya dalam bekerja, namun sayangnya dia tidak punya kesempatan itu.

Hal itu pula lah  yang menyadarkan saya bahwa, meski terdapat kondisi sesulit apapun dalam bekerja, haruslah saya hadapi dengan menunjukkan kinerja dengan sebaik mungkin.

Karena seperti yang saya jelaskan tadi,  masih banyak orang di luar sana yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari saya yang membutuhkan kesempatan (pekerjaan) seperti ini.

Sehingga ketika saya memiliki kesempatan emas ini, sudah hal wajib saya harus memberikan yang terbaik, apapun resikonya.

Kesimpulan


Lelah dalam bekerja ataupun dalam beraktivitas sesungguhnya merupakan hal wajar yang manusiawi. Beristirahat dan mencari hiburan sejenak dengan cara mengerjakan hal yang kita sukai adalah cara terbaik untuk menjaga kestabilan emosi setiap orang. Namun ingat, jangan sampai terlena dan membuat produktivitas menjadi menurun.

Yang terpenting, dalam bekerja selalu tanamkan apa yang saya kerjakan ini belum apa-apa, atau masih banyak orang yang seharusnya lebih pantas di posisi ini dibandingkan dengan saya.

Dua kalimat tersebut merupakan cambuk yang ampuh agar kita tetap bisa produktif sambil tetap bersyukur dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan kepada kita.

Sebelum Anda Pergi


Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat bagi Anda dan orang lain, mari ikut membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda melalui media sosial.

Dan berikan dukungan kepada saya untuk tetap produktif dalam memberikan tips dan cara produktif lainnya dengan cara memberikan komentar di artikel ini agar saya tahu tentang keberadaan Anda.

Terima kasih atas kunjungannya di blog ini, semua yang saya tulis disini merupakan pengalaman pribadi yang bertujuan mengingatkan diri saya sendiri dan orang lain yang memiliki kondisi sama seperti apa  yang saya miliki.

Terima kasih.

Ichsan Yudha Pratama


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search