Sabtu, 09 September 2017

Berwisata Menikmati Sunset di Atas Perahu di Pantai Carnaval Ancol Jakarta

Padatnya kesibukan di Ibukota Jakarta, pasti membuat orang warganya sesekali mencari tempat yang nyaman untuk sekedar melepas penat. Menghabiskan waktu dengan menyegarkan kembali pikiran, yang mungkin sudah terbebani dengan berbagai permasalahan yang ada, baik itu permasalahan di kantor, di rumah, di sekolah maupun lingkungan lainnya.

Wisata Sunset di Pantai Carnaval Ancol Jakarta
Sunset di Pantai Carnaval Ancol Jakarta

Kemarin, tepatnya pada tanggal 9 September 2017 saya dengan 3 orang rekan saya, berkunjung ke salah satu destinasi wisata yang mungkin sudah  umum diketahui oleh orang Jakarta. Terletak di bagian utara Kota Jakarta, dengan pemandangan laut yang menjadi andalannya.

Yap, itu adalah pantai ancol. Pada awalnya, kami akan berkunjung ke Gunung Pancar kawasan Sentul Kota Bogor, namun akrena waktu yang tidak memungkinkan, Windi salah satu rekan kami memberi opsi untuk mengunjungi Pantai Ancol sebagai destinasi wisata dadakan kami itu.

Berangkat secara bersama-sama melalui Stasiun Cikini, Menteng Jakarta Pusat. Dengan menggunakan KRL kami menuju ke stasiun Kota Jakarta di wilayah Harmoni. Sekitar 30 menit perjalanan dan tiba di Stasiun Kota, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan transportasi umum dan kurang lebih 10 menit kemudian kami turun di Gerbang Timur Ancol.

Suasana siang itu terlihat cukup sepi, mungkin karena panasnya matahari yang membuat orang normal pada umumnya akan berpikir dua kali untuk berwisata ke pantai pada siang hari itu, namun berbeda dengan kami.

Selama berjalan kaki menyusuri gerbang masuk, kepala saya tak henti-hentinya mencari apakah ada manusia lain yang mengunjungi tempat itu selain kami. Namun sejauh mata memandang, hanya petugas dari Taman Impian Jaya Ancol yang berlalu-lalang disekitar kami.

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 100.000 untuk 4 orang, kami pun mulai mencari jalan masuk menuju pantai. Dan lokasi yang kami lalui itu adalah Mall Ancol yang memang dari depan terlihat sepi, namun ketika masuk ternyata cukup ramai.

Saat tiba di pinggir pantai, sebagai manusia kekinian pada umumnya. Adat narsisme dengan mengambil beberapa potret menjadi tujuan utama kami memasuki wilayah pantai. Sambil berkeliling melihat lingkungan yang begitu asri, dengan suasana angin yang berhembus siang itu cukup romantis rasanya namun tidak dengan panasnya matahari yang makin menantang saat terdengar adzan dhuhur berkumandang.

Selama kurang lebih 3 jam kami mengobrol sampai masuk waktu Ashar, Windi salah satu rekan diantara kami yang merupakan sang Guide (Pemandu dadakan) pada wisata kami siang itu mengusulkan agar kita mencoba menaiki perahu kayu yang ada disekitaran pinggir pantai.

Tanpa pikir panjang, kami bertiga yaitu Fajri,Septi dan saya langsung mengiyakan. Segera, setelah melaksanakan ibadah sholat azhar, kami pun selanjutnya menyusuri dermaga mencari perahu yang dimaksud oleh Windi.

Menyusuri pinggiran pantai melalui dermaga kayu sektiar 10 menit sambil diiringi nyanyian musik anak-anak yang sedang tampil di panggung hiburan, akhirnya kami menemui perahu penumpang. Perahu kayu bermesin dengan banyak  sekali bendera merah putih, pun memanggil-manggil kita untuk bergegas.

Perahu tersebut mampu mengangkut kurang lebih 15 - 20 orang penumpang. Dengan menaiki perahu ketika sunset (matahari tenggelam) nyatanya memberikan momen hangat tersendiri bagi kita semua para penumpang perahu. Dan dengan biaya perorang Rp 20.000 kita bisa menikmati sensasi berlayar ala nenek moyang selama kurang lebih 30 menit.

Dan lagi-lagi, selama menaiki perahu tidak sedikitpun momen terlewatkan oleh para penumpang untuk mengabadikan momen seru ketika itu. Dan kami pun juga ambil bagian dalam kenarsisan tersebut. Berbekal koneksi jaringan dari XL yang lancar, kami pun melakukan Instalive di akun Instagram kami untuk menunjukkan kepada rekan-rekan kami di Blogger Jakarta tentang momen seru yang sedang kami nikmati sore itu.

Dan akhirnya, setelah maghrib tiba dan usai menunaikan ibadah sholat Maghrib kami akhirnya memutuskan kembali mengingat terdapat rekan putri diantara kami yang kurang elok jika pulang terlalu malam ke rumah.

Berwisata ke tempat-tempat eksotis nyatanya bisa memberikan momen menyegarkan bagi setiap orang. Yang harus perlu selalu diingat adalah:

Work - Life - Balance.

Happy Weekend!

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search