Strategi Bertahan Hidup dan Berkembang untuk Toko Konvensional

Internet, pada saat ini memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya di Indonesia saja, bahkan diseluruh penjuru dunia melalui konektivitas sebuah gadget melalui sebuah platform berbasis aplikasi dapat memberikan tambahan saldo setiap penduduk dengan berbagai cara. Seakan, internet menjadi tak terbatas saat ini.



Jika kita melihat data diatas, tentu kita pun menyadari bahwa perkembangan dunia digital begitu pesat dan sudah menyentuh seluruh bagian masyarakat, dan sektor yang paling berpengaruh saat ini tentu saja adalah sektor keuangan.

Yang paling mudah dan paling dekat dengan kita misalnya untuk penduduk Jakarta, moda transportasi Ojek yang mungkin dahulu merupakan bidang pekerjaan yang dianggap remeh, berkat salah seorang pemuda Indonesia, dapat menjadikan profesi "Tukang Ojek" Menjadi profesi yang cukup menjanjikan dan menjadi andalan.

Mengepa demikian? Tentu saja dengan adanya teknologi, tingkat kebutuhan layanan transportasi berbasis kendaraan bermotor semakin meningkat karena mudahnya orang untuk melakukan pemesanan jasa tersebut, ditambah lagi dengan penggunaan atau pengaplikasian layanan yang dapat digunakan pada sebuah smartphone, menjadi nilai tambah yang berlipat-lipat.

Contoh kasus diatas, rasa-rasanya memang sesuatu yang biasa kita lihat, namun berkat sebuah "Eagle Eye" Mampu melahirkan Opportunity yang sangat baik bukan hanya bagi sang pemilik ide, namun juga masyarakat luas tentunya.

Jika kita melihat perkembangan, mau tidak mau atau suka tidak suka kita harus ikut berenang bersama aliran arus yang ada. Dengan berusaha berenang melawan aliran arus, hanya membuat kita menghabiskan energi dan akhirnya akan membuat kita tenggelam karena kelelahan. Sebuah analogi yang saya rasa semua orang memahami itu.

Namun, sekarang jika saya memberikan satu kasus lainnya yakni tentang "Toko Online" Vs "Toko Konvensional" Kira-kira bagaimana kah strategi yang tepat?

Mari coba kita bandingkan dari sudut pandang pendapatan serta pengeluaran dalam hal operasional toko serta strategi yang tepat agar model bisnis Toko Konvensional tersebut dapat Survive dan Growth. Karena tanpa kedua hal tersebut, proses bisnis apapun dapat terhenti yang menyebabkan kerugian atau kebangkrutan tentunya.

Toko Konvensional merupakan suatu bidang bisnis yang telah kita kenal dengan baik. Dimana toko ini menyediakan berbagai barang yang disimpan dalam tempat atau ruang tertentu, dimana jumlah barang yang dijual atau disimpan tergantung dengan besar tempat atau ruang dimiliki.

Untuk memiliki bisnis jenis ini, tentu sang wirausahawan harus mengeluarkan modal setidaknya untuk menyewa atau membeli tempat bisnisnya. Dan jika menyewa, tentu ada biaya bulanan atau tahunan yang harus dipersiapkan agar bisnisnya tetap bisa berjalan.

Dari segi promosi, toko konvensional umumnya sangat terbatas. Dan biaya promosi yang dilakukan jika tanpa media elektronik, sangat terbatas ruang lingkupnya. Untuk masalah tenaga kerja saja, sang pemilik perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar sesuai besaran tempat/ruang toko yang dimiliki. Semakin besar toko, maka jumlah karyawan untuk menjaga atau melayani juga harus sesuai, hal ini berkaitan dengan keamanan juga tentunya.

Namun permasalahannya sekarang, saat ini jika kita lihat banyak toko konvensional yang sudah kehilangan para pelanggannya. Dengan menggunakan sistem margin produk yang diperoleh dari produsen atau ritel besar, rasa-rasanya akan sulit bersaing karena saat ini banyak customer yang dapat dengan mudah memperoleh informasi harga barang melalui beragam aplikasi yang dimiliki dalam smartphone.

Dan realitanya, para pemilik konvensional yang tidak melihat permasalahan ini, akan mulai mengalami penurunan pendapatan karena kurangnya jumlah pembeli serta kurangnya intensitas pengunjung akibat opini customer bahwa berbelanja secara langsung hanya menghabiskan cost karena harus datang dan membeli langsung, serta perbedaan harga yang rasanya cukup signifikan jika dibandingkan dari berbagai aplikasi toko online.

Dan berikut ini adalah strategi Bisnis Toko Konvensional agar dapat bertahan hidup serta berkembang mengiringi perkembangan teknologi informasi.

Dual Business Process

Dalam menjalankan proses bisnis saat ini, toko konvensional harus mampu melihat layer pemasarannya. Dalam arti, menjadi toko online merupakan salah satu media marketing, bukanlah menjadi pondasi utama berbisnis.

Dengan mengembangkan proses bisnis dari toko konvensional yang dikembangkan menjadi toko online, sesungguhnya akan menambah traffic dari pelanggan atau bahkan pembeli.

Dan dengan mempertahankan toko konvensional secara fisik, hal ini akan meningkatkan trust value dari pelanggan atau pembeli kepada produk yang dijual.

Karena, salah satu indikator online buyer adalah tentu saja melihat beberapa hal sebagai berikut :

  1. Jumlah review positif
  2. Jumlah item yang dimiliki
  3. Apakah memiliki toko fisik/tidak.
  4. Responif dalam melayani pelanggan.
Sehingga, dengan mengembangkan layer bisnis dari toko konvensional menjadi toko online, akan meningkatkan proses bisnis yang telah ada dan akan menciptakan profit yang berlipat-lipat.

Memilih Platform Bisnis Online

Jika melihat banyaknya platform e-commerce, tentu akan membuat kita bingung untuk memilih. Namun sesungguhnya, hal tersebut merupakan sebuah kesempatan emas yang bisa kita manfaatkan. Selama registrasi pada platform tersebut gratis, mengapa tidak kita manfaatkan?

Namun, untuk mensiasati hal tersebut, sang wirausahawan perlu untuk memperhatikan untuk menciptakan brand, yang mana lagi-lagi hal ini untuk menciptakan trust value bagi customer.

Yang bisa dilakukan adalah, coba bangun sebuah website toko online Anda sendiri, hal ini selain menjadi pusat referensi mengenai produk dan layanan bagi customer, hal ini pun akan menjadi indikator bagi customer Anda sejauh apa toko Anda mampu melayani customer dengan baik.

Dengan memanfaatkan berbagai teknologi marketing yang ada, juga bisa menjadi kekuatan bisnis untuk terus bertahan dan berkembang di era teknologi informasi.

Feedback yang Responsif

Feedback atau timbal balik baik dari customer ke toko atau sebaliknya merupakan hal yang harus diperhatikan dan dipelihara secara baik. Karena jika kita mengabaikan beberapa item saja feedback yang kita dapatkan dari media sosial, website, bahkan platform e-commerce, bisa saja akan membuat calon customer beralih kepada toko yang lain.

Dengan memanfaatkan beberapa media telekomunikasi salah satunya dengan menggunakan layanan telepon gratis dari XL dan murah serta kencengnya layanan Internet yang diberikan provider XL hal ini bisa menjadi kemudahan bagi wirausahawan dalam menghemat cost bisnis yang dimiliki.

Dan dengan semakin baiknya infrastruktur jaringan internet, dapat sangat membantu agar wirausahawan dapat mengonlinekan semua konten produk yang dimiliki dan dipublikasikan kepada calon customer tentunya.


Kesimpulan

Untuk menjawab perkembangan jaman ke era teknologi, toko konvensional sesungguhnya tidak perlu untuk mengganti proses bisnisnya menjadi toko online, namun dengan mengembangkan toko konvensional dengan menambahkahkan fitur dan mediumnya menjadi toko online akan menjadi nilai lebih untuk meningkatkan profit dan memperluas pasar.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.