Rabu, 02 Agustus 2017

Menjadi Programmer, Perlukah Kuliah IT?

Terbiasa dengan berbagai hal mengenai teknologi digital yang kian berkembang, membuat banyak orang pun menyadari betapa besar peluang dan potensi mereka yang bekerja di bidang teknologi, salah satu profesi  yang telah  umum dikenal yaitu tentu saja Programmer.

Dengan melihat sosok seperti Mark Zuckerberg dan Elon Musk, tentu saja bisa menginspirasi siapapun di dunia saat ini. Hanya dengan sebuah keahlian yakni programming, seakan dunia pun seraya tunduk dalam genggaman, dan dapat dikendalikan dengan mudah begitu saja.

Mulai dari sebuah aplikasi sosial media, saat ini Facebook pun mencoba menjadi raksasa teknologi informasi menyaingi beberapa pendahulunya dengan mulai mengembangkan beberapa projek besar seperti Virtual Reality, Artifical Intelligent, dan lain sebagainya.

Hal ini menginspirasi banyak pihak dan seketika membuat iri. Apakah profesi yang hanya bekerja dibalik sebuah laptop dapat dengan mudah mengendalikan dunia begitu saja. Padahal, dulu ketika kita duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar, jika ditanya profesi apa yang ingin kita miliki jika sudah besar nanti, pastilah kita akan menjawab profesi-profesi mapan contohnya Dokter, Tentara, Polisi atau bahkan Pilot. 

Dan tidak satu orang anak kecilpun pernah berandai-andai untuk menjadi seorang programmer padahal jika dilihat dari timeline-nya, profesi programmers umumnya sudah dikenal oleh dunia sekitar tahun 70-an.

Saat ini, dengan begitu banyaknya kebutuhan akan tenaga programmer dimana permintaan tak pernah berakhir bisa menjadi jawaban bahwa profesi programmers memiliki peluang besar di dunia kerja. Apalagi, gaji yang ditawarkan pun sangat jauh berbeda dari profesi lain pada umumnya.

Sebut saja seorang junior programmers seperti front end web developer di perusahaan start up, bisa memiliki gaji sekitar Rp 8 juta perbulan. Tentu ini sangat berbeda dengan profesi lain dengan jenjang karir di level yang sama. Yang mana membuat orang banyak berbondong-bondong untuk berusaha menjadi programmer.

Perlukah Kuliah IT untuk Menjadi Programmer
Developer Screen by Ilya Pavlov


Realita Profesi

Menjadi programmer saat ini pun bisa menjadi profesi yang cukup dibanggakan. Bekerja di perusahaan start up yang beriklan di televisi nasional bisa menjadi nilai tersendiri bagi mereka yang bekerja di tempat itu.

Harga diri, ya tentu saja semakin meningkat. Apalagi jika dalam segi persaingan pasar start up tersebut bisa mengungguli para pesaingnya, tentu kebanggaan akan terus dan terus meningkat.

Menjadi Programer, Haruskah kuliah IT?

Kita hidup di tengah masyarakat yang pada umumnya berasumsi bahwa, untuk menduduki suatu profesi tertentu, haruslah berasal dari pendidikan yang sesuai. Sekali lagi, itu asumsi.

Kenyataannya, banyak sekali orang yang pada umumnya tidak bekerja pada bidang yang ditempuh semasa kuliah. Bukan hanya orang lain, penulis pun juga salah satu orang tersebut. Karena selain rejeki, kesempatan pun juga bisa menjadi jawaban atas hal itu. Salahkah? Tergantung dari sudut mana pembaca sekalian menilai.

Kembali lagi ke pertanyaan, untuk menjadi programer apakah harus berkuliah bidang teknologi informasi contohnya jurusan teknik informatika, sistem informasi, sistem komputer dan lain sebagainya ?

Dengan yakin saya bisa menjawab yaitu : TIDAK.

Dengan berkembangnya teknologi informasi web-based, saat ini kita bisa belajar apapun yang kita mau, termasuk salah satunya jika kita ingin menjadi seorang programmer. 

Menjadi Programmers Secara Otodidak

Melanjutkan pernyataan diatas, untuk menjadi programmers sesungguhnya saat ini kita tidak membutuhkan label yang kita bawa dari ijasah sebuah perguruan tinggi. Meskipun bergelar Sarjana Komputer (S.Kom) sesungguhnya tidak menjamin seseorang dapat merangkai sebuah baris kode hingga menjadi sebuah aplikasi yang menyelesaikan permasalahan seseorang secara komputerisasi.

Dan yang perlu pembaca sadar, banyak sekali perusahaan yang telah memberikan kesempatan bekerja, kepada profesional dengan hanya mencari skill atau  kemampuan penguasaan bahasa pemrograman tertentu dari pada menuliskan kriteria standar pendidikant tertentu.

Selanjutnya, cara yang tepat ketika kita ingin menjadi seorang programmer namun tidak ingin mengikuti perkuliahan formal, adalah dengan cara mengikuti kursus online atau bootcamp yang sudah banyak sekali ditemukan saat ini.

Kursus Online, Memangnya Efektif?

Untuk belajar programming, memiliki metode yang berbeda contohnya jika kita belajar tentang fotografi, search engine marketing dan lain sebagianya. Karena, untuk belajar programming sesungguhnya memiliki step-by-step atau langkah-langkah awal yang perlu menjadi pondasi kuat bagi kita untuk membangun hal tersebut.

Jika kita hanya mencari tentang cara sebuah programming, maka kita hanya akan diberikan oleh  potongan-potongan materi yang entah bagaimana cara kita untuk saling menyambung hal tersebut.

Untuk mempermudah, dengan mengikuti kursus online dapat menjadi cara termudah, karena pada umumnya kursus online tersebu sudah menciptakan kurikulum tertentu dengan pemberian materi secara bertingkat bertahap dan berlanjut, hal ini tentu saja akan mempermudah siswa kursus tersebut.

Metode Kursus Programming 

Metode kursus yang ditawarkan dari platform yang gratis dan berbayar terbilang sangat beraneka ragam. Contohnya seperti FreeCodeCamp menawarkan platform pembelajaran programming hanya dengan memberikan contoh dan meminta siswa untuk mencoba mengerjakan soal yang diberikan.

Lain hanya dengan Udemy, yang memberikan pembelajaran programming secara berbayar yang dalam penyampaian materi diberikan dengan fitur video.

Video? Mahal dong!
Ketika ingin meraih sesuatu, tentu saja kita harus mengeluarkan modal tentunnya. Namun saat ini sungguh kita selalu dimudahkan dan diberikan banyak opsi atau peluang untuk belajar. Bagi saya sendiri, belajar menggunakan metode yang diberikan oleh FreeCodeCamp pada umumnya cukup efektif, namun jika penyampaian dengan video tentu akan lebih memudahkan.

Selain tempat kursus online yang saya sebutkan diatas, di Indonesia sendiri terdapat salah satu platform yang digagas oleh putra Indonesia. Dengan menggunakan Youtube sebagai penyedia video, tentu saja bisa semakin memudahkan kita. Karena, salah satu operator di Indonesia yakni XL telah  memberikan akses gratis youtube kepada para pelanggannya, sehingga hal ini dapat kita manfaatkan seluas-luasnya untuk belajar bagaimana cara menjadi seorang programmer dari basic hingga expert!

Kesimpulan

Tergiur dengan kemajuan teknologi yang menjadikan profesi programmer memiliki kelasnya sendiri, kita sesungguhnya dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada salah satunya belajar secara mandiri atau otodidak melalui website-website platform pembelajaran programmer mulai dari yang gratis hingga berbayar.

Bergelar Sarjana Komputer, sesungguhnya tidak menjamin seseorang dapat menjadi seorang programmer,, karena hal itu kembali kepada peminatan masing-masing individu meski banyak orang yang berasumsi sarjana komputer harus mampu menjadi programmer, namun nyatanya seorang sarjana komputer tidak hanya terpaku dengan keahlian programmer, masih ada keahlian lainnya seperti network engineer, system administrator dan lain sebagainya.

Dan selain mengikuti kursus online seperti yang telah saya sebutkan diatas, mengikuti sebuah Bootcamp dapat menjadi pilihan terbaik jika ingin menjadi seorang programmers profesional. 

Happy Coding!


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search