Lika-Liku Melanjutkan Studi Pascasarjana

Minggu-minggu ini, mungkin jagat media sosial sedang ramai tentang cuitan berbagai macam hal tentang selebrasi kelulusan. Contohnya saja ada cerita tentang para siswa di Jogjakarta yang merayakan kelulusannya dengan membagikan makanan kepada orang kurang mampu sebagai rasa syukur, dan lagi-lagi ada saja komentar tentang sebagian siswa yang merayakan selebrasi mereka dengan melakukan konvoi motor sambil corat-coret seragam mereka.

Emang salah ?

Enggak sih, cuman balik lagi ke kesadaran masing-masing siswa tentang kedewasaan dalam mensyukuri sesuatu. Hal yang lucu adalah, bermunculan banyak sekali meme tentang bagaimana seorang mahasiswa yang memberikan nasehat seperti "Belum pernah ngerasain ya dek skripsi dicorat-coret dosen?" Haha sakit bro !

Memang sih secara pribadi saya tidak merasakan sakit separah itu, karena dalam mengerjakan skripsi tempo lalu ketika menyelesaikan studi strata-1, saya mengerjakan dengan berbagai macam trik-dan-teknik untuk approval dengan cepat.

Tekniknya yaitu dengan cara mendekati para senior, minta copyan file skripsi mereka berharap untuk belajar bagaimana untuk membuat skripsi yang baik dan benar dimata para dosen. Inti idenya sih, manfaatkan pengalaman senior yang dimaki-maki oleh dosen.

Pengalaman itu bisa datang dari mana saja, dan tidak harus kita yang mengalaminya. Setuju ?

Nah sekarang, balik lagi saya akan sedikit membagi gimana sih rasanya melanjutkan studi pascasarjana atau S2.


Well, saya pun sebenarnya tidak memiliki cita-cita untuk melanjutkan studi pascasarjana. Membayangkan sulitnya menyelesaikan skripsi untuk sarjana aja udah setengah mampus ngerjain programnya.

Buat mereka yang kuliah di bidang teknologi informasi, mungkin agak berbeda dengan jurusan lain seperti hukum, ekonomi, psikologi, etc. Buat yang kuliah bidang teknologi informasi, apalagi dengan ngetrennya aplikasi berbasis mobile dan web, memaksa kami para lulusan Sarjana Komputer ini untuk menciptakan sesuatu yang up-to-date. Huek !

Yang dimana hal itu memaksa kami untuk menghalalkan segala cara, yap. Segala cara.

Dan yang membuat saya harus melanjutkan studi pascasarjana tentu saja tuntutan karir, bukan tuntutan calon mertua apalagi pacar. Ya, demi cita-cita.

Berbekal tabungan buat nikah, akhirnya saya pun nekat melanjutkan kuliah dengan keadaan bahwa saya berkuliah sambil bekerja.

Dengan bekerja dengan sistem shift, sebenarnya memberikan banyak sekali keuntungan. Yang artinya saya bisa melakukan customzie jadwal bekerja dengan teman yang pengertian. Tapi tentu cara ini memiliki konsekuensi dimana saya harus sedikit mentraktir nasi bebek rendang khas koja - tanjung priuk.

Yang jelas, selama kurang lebih 2 bulan berkuliah, atmosfir kehidupan saya pribadi menjadi sangat berubah. Yang tadinya hanya fokus nyari uang, kerjain project ini-itu, sekarang pikiran hampir fokus gimana caranya ngerjain tugas dari dosen agar maksimal.

Soalnya untuk pascasarjana, nilai C di perkuliahan itu dianggap gak lulus ! Belum lagi tanggung jawab untuk bikin jurnal penelitian, yang dimana itu juga butuhin budget yang gak sedikit.

Jujur sih sebenarnya saya pun merasa bahwa pilihan saya untuk melanjutkan kuliah itu terlambat. Dan kenapa saya tidak menyadari untuk melanjutkan studi itu dari jauh-jauh hari sebelumnya.

Mungkin dulu udah tertanam dalam otak bahwa kuliah sarjana aja udah susah apalagi lanjut pascasarjana, tapi seiring berjalannya waktu saya pun sadar sesuatu yang gak dipaksain gak akan pernah bisa.

Dan saya bisa berbicara seperti ini karena kemarin waktu ngerjain salah satu tugas untuk membuat jurnal survey yang notabene di kerjakan oleh para expert, saya mampu mengerjakannya meski ya hampir 2 hari ga istirahat dengan tenang dan kebayang sampai mimpi coy tu jurnal.

Tapi dari 31 siswa, saya satu-satunya yang menyelesaikan tugas tersebut dan dapat apresiasi dari dosen. Dan dari situ saya paham satu hal. Mungkin dalam mengerjakan sesuatu tidak peduli seberapa cerdas Anda, tapi seberapa ingin Anda menyelesaikan hal tersebut sampai tuntas.

Ayo Kuliah Pascasarjana!

 


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.