Selasa, 03 Januari 2017

Mungkinkan Bisa Kuliah di Luar Negeri ?

Buku Benua 5 Menara Karya A.Fuadi

Sore hari mungkin adalah saat yang sangat romantis bagi saya untuk menyegarkan ideologi tentang rencana kedepan. Dan pada hari ini, konsumsi penyegaran ideologi saya adalah sebuah buku karya A.Fuadi yang berjudul "Beasiswa 5 Benua" terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Dengan ketebalan buku 184 halaman, saya hanya butuh membacanya hanya dalam waktu satu hari dan tepatnya selama 2 jam saja. Mungkin karena setting buku yang dilengkapi dengan infografis serta penyusunan buku  yang apik dibuat dengan tidak membuat sebuah cerita panjang, namun lebih kepada point-point setiap pertanyaan bagi mereka yang ingin tahu cara kuliah di luar negeri dengan beasiswa.

Bagi saya sendiri, apa yang disampaikan oleh penulis A.Fuadi sangat baik, dengan pengalaman seorang novelis tentu tidak perlu diragukan lagi teknik dan cara penulisan yang telah diakui hingga internasional.

Isi yang disampaikan dalam buku juga sangat baik dan memotivasi agar para pembaca berkenan untuk take action jika berkeinginan untuk meraih beasiswa kuliah di luar negeri.

Selain cara penulisan yang baik, dalam buku juga dijelaskan secara detail tentang langkah-langkah persiapan, url situs penyedia beasiswa, spesifikasi beasiswa dari setiap negara dan juga apa yang harus kita lakukan jika telah menerima beasiswa.

Bagi saya sendiri, keinginan untuk kuliah di luar negeri barulah saya dapatkan beberapa minggu belakangan. Karena ada salah seorang senior saya Letkol Chb Harto Santoso, S.Pd yang terima berkuliah di Nanyang Technological University dalam program Master International Relation.

Dengan iming-iming menjadi warga Internasional, beliau selalu mendorong saya untuk mengambil kesempatan yang sama selagi masih muda, belum menikah dan masih memiliki peluang untuk memilih karir yang lebih baik.

Jujur keinginan itu sangat besar. Karena yang saya ketahui bahwa pendidikan merupakan jalan untuk memperbaiki kehidupan khususnya karir.

Sebagai seorang perantau, dalam hidup saya merantau ke Jakarta jauh dari orang tua merupakan sebuah perjalanan panjang dan setelah 6 tahun saya baru bisa mengambil kesimpulan bahwa saya bisa survive.

Dan akankah saya memiliki kesempatan untuk berkuliah ke luar negeri ? Hanya Allah yang bisa menceritakannya nanti.

Bismillah.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search