Senin, 09 Januari 2017

Integritas Blogger Saat Ini

Peran Blogger Masa Kini


Blogger, para kontributor konten dalam media online. Sering kali kelompok ini dianggap hanya sebagai sekawanan orang-orang tak jelas arahnya. Hanya dianggap sebagai orang-orang pembuat issue fitnah dan lain sebagainya.

Blogger  kerap dianggap sebagai orang-orang yang hanya suka menceritakan kisah hidupnya menggunakan media online sebagai pengganti dari buku diari.

Pada saat ini, dengan semakin dikenalnya media online sebagai pusat informasi terkadang tanpa kita sadari informasi yang kita dapatkan merupakan karya seorang blogger.

Dalam hal ini saya akan memberi contoh yakni beberapa tahun lalu, ketika saya ingin registrasi asuransi kesehatan BPJS kesehatan, saya hanya butuh untuuk mengetik : Cara daftar BPJS Kesehatan dan, seketika begitu banyak artikel bermunculan dihalaman mesin pencari yang isinya adalah curhatan para blogger tentang langkah-langkah atau cara mendaftar BPJS Kesehatan lengkap dengan gambar, cerita dan hal-hal teknis terkait hal tersebut diatas.

Dan satu hal lagi yang mungkin dialami oleh mahasiswa di tahun 2005 keatas adalah, ketika memperoleh tugas kuliah seperti contohnya proposal bisnis dan lain sebagainya, kita bisa menemukannya dengan mudah dengan sekedar mengatur kata di mesin mencari.

Seketika proposal dalam berbagai bentuk dan tema apapun akan kita temukan dalam ekstensi apapun baik doc, ppt atau pdf. Semua lengkap, ulah para blogger yang mempublish proposal atau karnyanya ke media online berupa blog.

Namun apakah semua orang sadar akan hal itu ? Tentus aja tidak. Semua orang hanya beranggapan bahwa google lah sang penyelamat mereka. Karena semua akses informasi didapatkan dari sebuah website mesin pencari google. 

Padahal tanpa mereka ketahui, mesin pencari hanya sebuah sistem algoritma yang menghimpun data informasi dari semua website/blog yang ada di internet dan menampilkan informasi berdasarkan kata kunci yang diminta oleh client.

Sudah hampir 20 tahun eksistensi para blogger, namun saat ini kehidupan blogger begitu warna-warni namun tidak hanya positif namun juga negatif.

Rasanya masih kental dalam ingatan kita bagaimana seorang Blogger ditangkap oleh aparat kepolisian karena ulahnya menyebarkan konten negatif atau sara hanya sekedar untuk mendapatkan traffic dan juga meraih pendapatan dari hal tersebut.

Dari dalam hati, apakah seperti itu blogger saat ini ? Sekedar bersuara demi uang dan sama sekali tidak memperhatikan dampak yang timbul dari konten yang diciptakan.

Akses informasi atau pembuatan konten dapat dengan mudah terpublish tanpa ada filter dari sistem. Tentu disini filter moral adalah kendali terbaik yang harusnya menjadi barrier utama setiap blogger.

Blog harusnya dijadikan media untuk mempubliaksikan edukasi dan hal positif lainnya dan bukan sebaliknya.

Bergabung dengan komunitas Blogger Jakarta mengajarkan saya bahwa kegiatan blogging bukan hanya tentang uang atau mendapatkan pendapatan dari aktifitas blogging.

Namun juga bagaimana kita mengedukasi masyarakat sekitar atau bahkan para generasi muda untuk menjadi agen informasi positif, menjadi blogger untuk bersuara dan bukan penyuara yang di bayar.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search