Sepenggal Kisah Penugasan Kapten Satria di Lebanon

Review Film I Leave My Heart in Lebanon


I Leave My Heart in Lebanon - Film ini bercerita tentang perjuangan seorang perwira pertama bernama Kapten Satria dalam menjalankan misi perdamaian bersama pasukan kontingen garuda dalam misi penugasan di wilayah konflik Lebanon selama satu tahun, meninggalkan tunangannya dimana semua itu berakhir sia-sia.

Pengorbanan

Menjadi seorang tentara bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Bahkan ada sebuah pepatah mengatakan "Army is not a job, is way of life." Sepertinya itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan profesi sebagai seorang tentara. Salah satu pengorbanan yang paling dan sering mereka lakukan adalah terpisah jauh dari keluarga.

Kapten Satria, merupakan sosok perwira muda yang mendapatkan tugas misi perdamaian di Lebanon harus meninggalkan tunangannya dokter spesialis Diah dimana dia sangat berharap untuk segera dinikahi. Namun konflik diantara orangtua dr. Diah untuk memilih melanjutkan pernikahan atau membatalkan pernikahannya semakin kontras, lantaran perbedaan tujuan antara materi dan kebanggan sebagai tentara dimana itu sangat menjadi ini perdebatan orang tua dr.Diah karena ayahnya adalah seorang purnawirawan TNI dan ibu dr. Diah yang mulai matrealistis.

Bertekad

Dalam penugasannya, Kapten Satria didampingi oleh Lettu Arga, penugasan misi penjaga perdamaian dimulai dengan kegiatan patroli keamanan, hingga melakukan kegiatan sosial seperti mengajar di sekolah ataupun membuka posko  pengobatan gratis bagi warga sekitar. Tentu ini adalah suatu gambaran kecil tentang apa yang dilakukan tentara Indonesia dalam misi menjaga perdamaian.

Dan meski sibuk dengan pekerjaan tersebut, Kapten Satria masih selalu menantikan saat-saat pulang untuk bertemu dengan tunangannya dr. Diah.

Pendekatan Sosial

Di Lebanon, Kapten Satria bertemu dengan salah seorang guru lokal bernama Rania. Berpengalaman dalam kerjasama membantu tugas pasukan garuda, Rania pun menjadi fasih berbahasa Indonesia. Dalam penugasannya di sebuah sekola, Kapten Satria dipertemukan dengan salah satu sosok anak bernama salma yang cenderung diam dan murung ketika anggota Kapten Satria mencoba melakukan pendekatan yang ternyata Salma adalah anak dari Rania.

Salma sendiri mengalami sebuah trauma akibat suatu kecelakaan ledakan bom yang menewaskan ayahnya. Trauma ini menyebabkan Salma enggan untuk berbicara. Dan hal ini membuat Kapten Satria iba dan berusaha untuk menghibur Salma untuk membuatnya sembuh dari trauma tersebut.

Awal Konflik

Konflik yang terjadi dalam kisah penugasan Kapten Satria adalah, ketika dalam menjalankan tugasnya, ternyata Rania menyimpan perasaan kepada Kapten Satria. Ditambah dengan mulai renggangnya hubungan antara dr. Diah dan Kapten Satria akibat rasa cemburu dr.Diah yang melihat Kapten Satria bersama Rania dalam video call Lettu Arga dan istrinya yang tengah hamil tua.

Dari hal itu memicu kerenggangan antara dr Diah dan Kapten Satria, ditambah lagi dengan kedatangan seorang pengusaha muda yang mendekati dr. Diah dan keluarganya, semakin memperkeruh suasana.

Kasih Sayang

Kapten Satria sangat menaruh hati kepada Salma, anak Rahima. Dia pun bertekad agar sebelum kembali ke Indonesia dalam akhir masa tugasnya, Salma harusnya bisa berbicara. Pendekatan seperti mengajak komunikasi, memberikan atau mengenalkan wayang orang khas Indonesia kepada Salma, juga mengajak jalan-jalan menjadi cara Kapten Satria mendekatkan diri kepada Salma.

Dan hal ini dinilai Rahima sebagai suatu hal yang luar biasa. Ada seseorang yang begitu berusaha dekat dengan anaknya, dan hal itulah yang membuat Rahima jatuh hati kepada Kapten Satria.

Dilema

Dalam masa tugasnya, Kapten Satria pun mendapat informasi dari Lettu Arga bahwa dalam sebuah wawancara, dr. Diah menjadi sorotan atas pertanyaan kapankah pengusaha muda itu akan menikah, dan dr. Diah dalam video itu menjadi sorotan. Dan hal itu membuat Kapten Satria lantas kecewa dengan apa yang disaksikan sangat bertentangan dengan kata perpisahah ketika Kapten Satria berangkat ke Lebanon untuk penugasannya dari dr. Diah. Kata penantian yang diucapkan oleh dr. Diah ternyata palsu semata.

Dan Rahima ternyata tak sungkan untuk mengungkapkan rasa sayangnya kepada Kapten Satria, dalam sebuah  agenda jalan-jalan, sesekali Rahima mulai berusaha menunjukkan perasaannya kepada Kapten Satria, namun karena saat itu Kapten Satria telah mendapat pesan untuk menjaga nama baik TNI dari Komandannya, niat berlebihan pun diurungkannya terlebih dia masih  memikirnya tentang status hubungannya dengan dr. Diah yang belum jelas.

Masa Akhir

Dalam masa akhir penugasan, hal yang terberat adalah perpisahan. Kapten Satria harus meninggalkan Rahima dan Salma di Lebanon dan kembali ke Indonesia. Ini adalah momen terbaik, dimana akhirnya Salma mampu mengucapkan "Baba Kapten" sebagai ucapan panggilan kasih sayang dari anak ke ayah. Dalam pesan perpisahannya Kapten Satria mengatakan harus tetap menjaga perdamaian dengan membantu anak-anak seperti Salma.

Kemenangan

Meskipun ini bukan cerita tentang perang, kemenangan di peroleh Kapten Satria adalah ketika pulang ke Indonesia dan berkunjung ke rumah dr. Diah disana ternyata sedang terdapat kegiatan lamaran antara dr. Diah dan pengusaha muda tersebut.

Ditemui oleh ayah dr. Diah yang merupakan purnawirawan tentara, Kapten Satria meneguhkan hatinya. Dan meskipun merupakan pihak yang kecewa, ayah dr. Diah pun menguatkan Kapten Satria "Kemenangan seorang tentara bukan hanya tentang penugasan tapi juga ketika mampu membuktikan sebuah ketidaksetiaan dan penghianatan".

Dengan lengkah berat Kapten Satria meninggalkan kediaman dr. Diah, berbalas kilasan mata dengan dr. Diah Kapten Satria pulang membawa kelegaan hatinya, bertugas untuk merah-putih adalah sebuah kebanggaan.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.