Senin, 26 Desember 2016

Merpati Meninggalkan Sangkar

Image Source by https://www.instagram.com/p/BOdztlZlUuO/

Merpati Meninggalkan Sangkar - Suasana sore ini terbilang cukup hangat. Genangan hujan yang tadi deras, kini hanya menyisakan genangan-genangan kecil pada area datar. Tak seperti biasanya, suasana sore hari ini terbilang cukup pnas karena terik matahari bagai tak terhalang awan, seakan mengatakan samnpai jumpa ketika ia dalam perjalanan untuk terbenam dalam malam.

Entah mengapa rasanya sore hari ini hati cukup riang. Namun seperti kosong. Rasanya seperti bisa berteriak namun enggan melakukannya. Ya perasaan hati ini cukup baik.

Mungkin karena telah menunaikan ibadah sholat ashar, atau juga karena lebih berlapang dada menerima suatu kondisi. Dimana sebuah kenyataan bahwa, semua terjadi tanpa pernah kita bisa kendalikan. Karena itu adalah semua kehendak Illahi - Maha pencipta.

Dalam diri tersimpan api, sebuah sifat amarah, arogan, egois dan hal buruk lainnya. Namun seiring bertambah usia dan berbagai pengalaman di dapat, rasanya malu jika masih belum mampu mengendalikan hal tersebut.

Hal ini pun coba saya aplikasikan dalam menjalani sebuah keterikatan, sebut saja proses perkenalan yang umum disebut pacaran.

Dalam proses ini, saya dan pasangan saya terbilang cukup lama menjalin komitmen. Bukan hitungan bulan lagi. Sehingga proses mengenal watak sudah satu sama lain menjalani dan memahami betul bagaimana karakter masing-masing.

Dengan psikologis yang mudah naik dan turun, saya coba untuk berusaha menjadi datar. Dalam arti berusaha tidak meledak-ledak seperti dahulu karena saya sadari itu sangat buruk.

Dalam posisi saat ini, dengan kesibukan masing-masing atas rutinitas pekerjaan tak ayal komunikasi pun terbilang jarang. Apalagi dengan adanya lingkungan baru, pertemanan baru maka intensitas dengan hal tersebutlah yang akan mendominasi hari-hari kita masing-masing.

Dan agar tidak menjadi seorang pasangan yang terlalu kuno, saya pun berusaha untuk tidak terlalu mengendalikan dan berupaya menjadi pos wajib lapor. Karena kita semua paham, bahwa hal tersebut sangat membosankan dan menjengkelkan.

Selain komunikasi, agenda kita masing-masing bisa dibilang berbeda. Berada di tempat dan waktu berbeda, akan membuat kita masing-masing berupaya untuk menyibukkan diri.

Hal ini saya pahami sebagai sebuah proses, dan juga ada satu lagu yang mengingatkan saya yang berjudul "Let Her Go" Oleh Passenger. 

Sebagai pasangan saya tak ingin mengatur, karena saya tahu itu tak akan nyaman dan membuat nyaman. Dan entah kenapa, saat ini sangat mudah untuk berbicara dan bertindak seperti itu. Karena ya, kesibukanku sendiri dalam pekerjaan  didalam dan diluar kantor begitu menyita waktu dan pikiran. Rasanya tak akan lagi saya tambah dengan memanaskan hati karena masalah-masalah sepele dalam komitmen saya dengan pasangan.

Tiba-tiba saya pun terpikir, bak seorang merpati yang lepas dari sangkar, mungkin biarkan saja dia terbang dan jangan pernah ikat kakinya dengan benang nylon. Jika waktu telah berjodoh mungkin saja dia akan kembali ke sangkar atau mungkin bertemu dengan sangkar baru.

Jalani semua proses, pahit manisnya itu nikmati setiap rasanya.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search