Selasa, 27 Desember 2016

Hangout Film Thriller Komedi Terbaru Karya Raditya Dika

Hangout Film Thriller Komedi oleh Raditya Dika

Hangout - Judul film Raditnya kali ini mungkin bertemakan tentang liburan, jalan-jalan atau traveling. Ya itu adalah hal yang kita bayangkan ketika kita mendengar tentang kata Hangout tersebut. Namun, seperti biasanya judul film atau buku dari Raditya Dika selalu diluar dugaan bahkan terkadang berisi hal yang lebih luas lagi.

Film Hangout dibintangi oleh artis-artis ternama dan juga pendatang baru yang sudah kita kenal dengan baik. Mulai dari aktor kawakan Mathias Mucus, Dinda Kanya, Titi Kamal, Gading Marten, Surya Saputra, Prilli Latuconsina, Soleh Solihun, Bayu Skak dan juga Raditya Dika sendiri.

Film ini mengambil tema vila di tengah hutan sebagai konsep tempat syuting. Dengan nuansa liburan yang disajikan di awal film, mengundang harapan para penonton akan suatu cerita liburan yang penuh komedi sebagai bayangan sang pembuat film adalah seorang stand up comedian, bayangan ini pun semakin kontras ketika disandingkan dengan Soleh Solihun dan juga Bayu Skak dimana Bayu dikenal sebagai seorang Vlogger dengan tema komedi juga.

Di Awal cerita kedelapan artis diundang oleh  orang tak dikenal, undangan unik dengan judul Hangout mengundang rasa penasaran dan tebakan-tebakan akan sesuatu spektakuler dari para artis terkenal itu. Berjumpa di sebuah dermaga kapal cepat, membuat suasana kekeluargaan diantara mereka semakin timbul, terlebih ketika Mathias Mucus menyampaikan kerinduannya atas pertemuan mereka semua terakhir kali yakni di acara pernikahan Mathias Muchus tahun lalu.

Ketika semua telah berkummpul, mulai dari Mathias Muchus, Surya Saputra, Raditya Dika, Bayu Skak, Gading Marten, Dinda Kanya dan Titi Kamal tiba barulah mereka semua diantar oleh sebuah kapal cepat menuju sebuah pulau.

Setibanya di pulau itu, mereka pun menghampiri sebuah pos keamanan kecil yang sangat tidak terawat. Rasa heran mereka pun semakin menjadi-jadi karena satupun diantara mereka tidak ada yang tahu tentang siapa pengundang mereka untuka agenda tersebut.

Ketikas sedang buang air kecil, Soleh Solihun dikagetkan dengan kedatangan prilli latuconsina. Ternyata Prilli pun merupakan salah satu yang mendapat undangan untuk agenda Hangout tersebut.

Setelah kesemuanya berkumpul, secara bersama-sama mereka menjelajahi pulau dan prilli mulai menemukan tanda-tanda bertuliskan "Hangout" yang menuju ke sebuah villa di tengah pulau tersebut.

Dan ketika malam tiba, secara bersama-sama mereka melakukan makan malam dipimpin oleh Mathias Mucus. Keriangan terjadi disana, seakan mereka semua telah kenal sangat dekat. Ciri khas para pemain dengan latara belakang sifat asli pun keluar. Dan yang paling ditonjolkan adalah sifat jorok Dinda Kanya yang seakan menjadi hindaran keseluruhan orang disana.

Ketika makan malam ditengah keriangan makan, secara tiba-tiba Mathias Mucus mengalami keracunan. Busa yang keluar dari mulutnya membuat panik semua orang yang ada disitu. Dan dalam kepanikan tersebut, Prilli dan Soleh  memeriksa denyut nadi Mathias Muchus namun ternyata Mathias Muchus pun telah tiada.

Seketika suasana horor pun mencekam. Bayangan akan film liburan atau traveling berubah total menjadi sebuah drama thriller pembunuhan.

Sejak kematian Mathias Muchus, secara bergiliran satu persatu pemain pun meninggal karena di bunuh. Mulai dari Prilli yang jatuh ke jurang, Titi Kamal yang mati terkena ranjau di hutan ketika berburu untuk mencari makan, Dinda Kanya juga yang terkena Ranjau tombak, hingga Bayu Skak yang mati karena hampir mengetahui teka-teki siapa sebenarnya pembunuh diantara mereka semua.

Cerita mulai menegangkan ketika tersisa Raditya Dika, Gading Marten, Soleh Solihun dan juga Surya Saputra. Ketika tersisa mereka berempat, mulai muncul kecurigaan diantara mereka, dan dalam sebuah perdebatan yang berakhir perdebatan buntu, akhirnya mereka memutuskan untuk saling bersama dan melakukan sesuatu secara bersama-sama.

Dimulai dengan berpisahnya Riditya Dika - Surya Saputra dan Gading Marten- Soleh Solihun. Raditya Dika dan Surya Saputra bertugas untuk membetulkan listrik yang padam sedangkan Soleh Solihun dan Gading Martin berjaga di rumah.

Ketika sedang mengerjakan panel listrik, mulai muncul percakapan diantara Surya Saputra dan Raditya Dika tentang kecurigaan mereka berempat kepada Surya Saputra, mengingat kepada kejadian Surya yang bersikap sangat aneh ketika pernah terjatuh di sumur dalam hutan. Dan menjadi cukup arogan kepada rekan-rekan yang lain bahkan sampai mengancam dengan pisau ketika makan malam agar Raditya Dika, Soleh Solihun dan Bayu Skak untuk bermain drama Bawang Merah dan Bawang Putih.

Dengan tatapan serius, Surya berucap minta maaf atas tindakannya tempo hari, dan dia pun mengungkapkan bahwa sesungguhnya dia merupakan orang yang sangat menghormati asas kesemutan, dengan semut saja dia sangat hormat dan bertindak adil apalagi kepada manusia, rasanya tidak mungkin bagi dia untuk membunuh.

Mendengar hal tersebut, Raditya Dika tampak cukup lega. Setelah penel selesai dipasang, mereka memutuskan untuk bergabung dengan rekan-rekan yang lain. Ketika Raditya Dika mengajak Surya Saputra untuk turun, Surya berkata untuk memeriksa penel listrik sekali lagi, tanpa berpikir panjang Raditya Dika pun turun mendahului.

Namun tanpa disangka, tiba-tiba terdengan suara Surya Saputra berteriak dan terjatuh. Seketika Raditya Dika memeriksa arah suara tersebut dan dia hanya bisa menemukan bahwa Surya Saputra telah tewas terpanah oleh busur dan terjatuh hingga tewas.

Kecurigaan semakin menjadi-jadi diantara Gading, Soleh dan Raditya Dika tentang siapa pembunuh diantara mereka yang tersisa. Dengan analisa sementara Gading, ini pasti merupakan skenario dari Raditya Dika dan Soleh Solihun yang ingin membunuh para artis agar mereka dengan latar belakang stand up komedian dapat menggantikan posisi para artis ini untuk bermain film dan menjadi pembawa acara.

Dengan pisau ditangan, Gading pun mengejar-ngejar Raditya Dika dan Soleh Solihun. Dan pada akhir kejar-kejaran dari Pos Jaga di dermaga hingga ke hutan, dengan triknya akhirnya Soleh Solihun akhirnya melumpuhkan Gading dengan membuatnya menabrak batu dan membuatnya terjatuh tak berdaya.

Setelah Gading terjatuh, Soleh pun meminta Raditya Dika untuk mencari tali untuk mengikat Gading, dengan suara tak berdaya Gading pun mohon untuk dilepaskan. Segera Raditya Dika pun menuju ke pos jaga dekat dermaga meninggalkan Soleh Solihun dan Gading Martin yang telah tak berdaya.

Setelah mencari-cari tali di pos jaga tak kunjung di temukan, Raditya Dika pun kembali ke tempat Gading dan juga Soleh. Namun ternyata Raditya Dika sedang melihat Gading telah tertusuk pisau dan disampingnya ada Soleh Solihun. Seketika Raditya Dika pun menuduh Soleh Solihun atas perbuatannya, namun Soleh berkelak bahwa tadi dia sedang buang air kecil meninggalkan Gading dan ketika kembali, Gading telah tertusuk belati.

Tersisa mereka berdua, suasana dan kecurigaan diantara mereka berdua semakin menjadi-jadi. Dengan analisa Raditya Dika bahwa ini semua adalah Soleh Solihun yang dendam dengan mereka semua terlebih kepadanya yang pernah melarang Soleh Solihun untuk bermain film Korea yang ternyata film itu laris. Dan menurut Raditya Dika itu adalah alasan mengapa Soleh Solihun ingin membunuh Raditya Dika.

Dan dalam sebuah voice note di smartphonenya, Raditya Dika pun meninggalkan sebuah pesan jika smartphone itu ditemukan artinya Raditya Dika telah tiada dan dia akan membalas tindakan yang dilakukan oleh Soleh Solihun.

Tersisa mereka berdua, kondisi pun semakin menjadi-jadi diantara mereka berdua. Kecurigaan mereka berdua antar satu sama lainya semakin kontras. Hingga pada satu ketika mereka tertengkar tentu dengan setting pertengkaran ala anak-anak abege yang jambak-jambakan dan cakar-cakaran. Di tengah pertarungan antara Raditya Dika dan Soleh  Solihun tiba-tiba muncul anak panah mengarah ke Soleh  Solihun yang mengenai daun Telinganya.

Pandangan mata Raditya  Dika dan Soleh Solihun pun tertuju kepada arah datangnya anak panah tersebut. Dan hal itu membuat mereka terkaget-kaget.

Ternyata dia adalah Prilli. Sempat terjatuh ke jurang membuat mereka berpikir bahwa Prilli juga korban dan bukan dalang dari peristiwa pembunuhan itu. Dengan tawa yang keras dan lantang, Prilli mengungkakapkan bodohnya Raditya Dika dan Soleh Solihun. Karena yang terjatuh di jurang adalah boneka tiruan yang dilempar oleh Prilli.

Dengan sebuah busur panah otomatis ditangannya, Prilli pun menjadikan Raditya Dika dan Soleh Solihun sebagai target perburuan. Dengan perasaan yang tak disangka-sangka bahwa Prilli adalah pelakunya, Raditya Dika dan Soleh Solihun lari menghindari anak panah Prilli.

Dan ketika telah terlalu lelah untuk berlari, Raditya Dika dan Soleh Solihun pun bersembunyi di belakang sebuah pohon meski dibayang-bayangi kehadiran Prilli, Soleh Solihun pun mulai mengatur rencana dengan mengingat bahwa jumlah anak panah Prilli hanya tersisa 2, mengiyakan perintah Soleh Solihun, Raditya Dika pun mulai mencari posisi.

Soleh Solihun pun menampakkan diri kepada Prilli, dengan sedikit mengolok-olok Prilli, satu anak panah akhirnya di hempaskan kepada Soleh Solihun dan mengenai tangannya.

Lalu selanjutnya karena merasa anak panahnya gagal menemui sasaran, Prilli pun menembakkan anak panah terakhirnya namun juga meleset mengenai lengan Soleh Solihun.

Mengetahui anak panah Prilli telah habis, Raditya Dika pun keluar dari persembunyian di balik pohon dan bermaksud menyerang Prilli, namun sayang ternyata Prilli masih memili sebuah pistol dan berhasil menembakkan pelurunya mengenai bahu Raditya Dika.

Ketika terjatuh, dengan kondisi tak berdaya dan juga  pasrah, Raditya Dika bertanya apa alasan Prilli berbuat seperti itu.

Dengan nada puas diiringi tawa dan kesal yang menjad-jadi, Prilli menceritakan kesedihannya yang mendalam yaitu ketika ayahnya meninggal dia sedang asik bersama mereka semua di sebuah pesta pernikahan Mathias Mucus. Dia merasa kesal dan kecewa karena mereka semua telah menahan-nahan Prilli sedangkan ayahnya sedang sekarat di rumah sakit.

Karena hanya bisa menemui ayahnya ketika telah tiada, Prilli pun bertekad untuk membuat keluarga mereka semua merasakan apa yang Prilli rasakan.

Ditengah cerita Prilli, Raditya Dika menceritakan bahwa ketika dalam sebuah acara reality show, dimana dihadiri oleh mereka semua. Ketika itu Prilli tidak sedang ada di tempat, dan ayah Prilli berkata kepada mereka bahwa Prilli sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Ketika nanti suatu hari dia telah tiada, ayah Prilli meminta agar mereka semua menjaga Prilli.

Dan Raditnya Dika mengungkapkan, kesemua orang disitu mengiyakan permintaan ayah Prilli. Raditya Dika pun menambahkan, jika Prilli juga membunuh Soleh Solihun dan dirinya, siapa lagi yang akan menjaga Prilli.

Setelah mendengar hal tersebut, Prilli pun menjadi sangat menyesal akan perbuatan yang telah dia lakukan. Rasa sesal yang mendalam atas tindakan bodohnya.

Sepulang dari pulau itu dengan selamat, Raditya Dika dan Soleh Solihun pun menjadi akrab kembali. Hingga mereka berdua pun membuat sebuah start up aplikasi psikologis teman. Belajar dari kesalapahaman dari peristiwa Prilli, Soleh Solihun dan Raditya Dika tidak ingin ada terjadi kesalahpahaman antara sesama teman yang nantinya bisa membuat tindakan kriminal.

Usai dari sebuah press convrence peluncuran start up itu, Raditya Dika dan Soleh Solihun mengunjungi Prilli di lembaga pemasyarakatan. Dengan candanya Raditya Dika dan Soleh Solihun menghibur Prilli dengan sikap kekeluargaan.

3 komentar:

  1. Kukira ini review :(
    Spoiler dari awal sampe akhir ini, Mas Ichsan. :(

    BalasHapus
  2. Hehe awalnya pengen bikin review mba, tapi entah kenapa memori efek habis nonton jadi nulis ke yang lain.x_x

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, akhirnya nonton film Hangout juga melalui tulisan ini. Haha.
    Tak terduga ternyata si prilly pelakunya. Jadi pengen liat filmnya langsung tp masih deg deg an
    Thanks mas ichsan, udah mau berbagi. hehehe

    BalasHapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search