Cara Ampuh Mengatasi Sifat Menunda

Cara Ampuh Mengatasi Sifat Menunda - Kebiasaan menunda, merupakan hal yang sering menjadi teman namun selalu kita sesalkan. Dalam hal ini mari kita mulai membahas beberapa hal kecil dalam menunda pekerjaan yang nantinya akan menjadi sebuah permasalah cukup serius dimana tentu itu akan berdampak buruk pada tindakan kita kedepan. Berikut ini adalah hal-hal kecil yang sering kita tunda :

Cara Ampun Atasi Menunda Makan

Makan

Menunda makan merupakan hal yang paling sering kita lakukan, entah karena alasan pekerjaan, tugas atau urusan yang tanggung jika kita hentikan. Padahal menunda makan memiliki dampak buruk pada kesehatan. 

Urusan menunda makan umumnya terjadi bagi para anak kos, yang malas untuk makan karena harus cari ke warung, juga terjadi kepada para karyawan yang harus berjalan jauh untuk sekedar makan. Tentu alasan-alasan seperti itu haruslah disiasati. Caranya adalah menyiapkan makanan. 

Maksudnya seperti ini, jika kita berencana untuk mengerjakan sesuatu hal, seperti mengerjakan tugas dan lain sebagainya yang kira-kira akan memakan waktu dan juga pikiran, sebelum kita mengerjakan alangkah baiknya kita menyiapkan makanan berat, dan juga minuman. Sehingga ketika kita sibuk dalam mengerjakan tersebut, kita tinggal mengambil makanan tersebut dan menyantapnya.


Cara Ampun Atasi Menunda Ibadah

Ibadah

Menunda ibadah adalah hal yang paling sering kita lakukan, paling sering kita sesalkan namun selalu berulang. Jujur saya dulu juga demikian dan terkadang masih seperti itu, namun beberapa terakhir ini saya coba memaksa agar selalu ibadah pada awal waktu. Caranya ternyata sangat sederhana, jika kita mengengar suara adzan contohnya dari Masjid terdekat atau dari aplikasi smartphone, bergegas tinggalkan pekerjaan, segeralah menuju tempat ibadah. Jangan pernah berpikir untuk selesaikan ini itu dan lain sebagainya.

Karena pada akhirnya kita akan ibadah pada waktu haram atau waktu mepet


Cara Ampun Atasi Menunda Tidur


Istirahat

Smartphone dan media sosial adalah para pengganggu terkuat dalam abad ini. Saya pun terkadang merasakan. Pernah dalam perjalanan pulang kantor pulu 01.00 WIB dini hari saya merasakan kantuk yang sangat parah, dan ketika sampai di rumah saya memeriksa chat di grup whatsapp, seketika saya pun ikut meramaikan chat grup hingga 1 jam yang artinya dalam durasi 1 jam itu adalah waktu tubuh untuk istirahat dan malah saya gunakan untuk melakukan aktifitas yang tidak perlu. 

Menyadari hal itu buruk, saya pun berusaha mematikan jaringan data di telepon selular saya seketika saya tiba di rumah. Karena komunikasi pada malam hari tidak memiliki prioritas yang cukup beralasan untuk membuat jam istirahat kita tertunda.


Cara Ampun Atasi Menunda Pekerjaan


Pekerjaan

Menunda pekerjaan ataupun tugas pun terkadang menjadi hal yang kita favoritkan. Meskipun kita sadari, bahwa menunda pekerjaan dapat berakibat kita akan menanggung resiko stres pikiran di periode akan datang. Semakin kita menunda pekerjaan, pekerjaan akan semakin tumpuk dan menumpuk.

Karena pada periode yang akan datang, sebagai seorang pekerja atau seorang pebisnis, tugas atau pekerjaan selalu datang. Sekali saja kita menunda, sudah pasti pekerjaan akan tertumpuk dan kita selalu mengeluh di media sosial tentang pekerjaan yang menumpuk, dikejar deadline, padahal itu adalah ulah kita sendiri.

Cara untuk mengatasi hal ini yakni adalah, ketika mendapat pekerjaan segera selesaikan dan jangan banyak berpikir kapan akan diselesaikan. Dan juga jika sifatnya tidak terlalu penting, jangan terima pekerjaan lain atau menjanjikan pekerjaan selesai pada waktu yang juga kita tidak bisa sadari kapan itu akan selesai.

Karena kembali lagi, hasil pekerjaan memiliki nilai diri kita.

Kesimpulan

Sifat menunda melakukan sesuatu hal adalah merupakan sesuatu hal buruk, coba berusaha sekuat tenaga untuk menghapusnya. Cara ampun agar hal tersebut tidak terjadi adalah segera eksekusi apa yang kita pikirkan, contohnya "Oh iya saya belum makan nih" Tanpa perlu berpikir panjang tentang waktu, segera kerjakan.

Disiplin dan tegas pada diri sendiri untuk membentuk sikap seorang sukses.

 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.