Rabu, 02 November 2016

Sensasi Berkendara di Halim Perdana Kusumah

Halim Perdana Kusumah, merupakan salah satu nama seorang pahlawan nasional dengan pangkat Marsekal Anumerta. Saat ini nama tersebut tetap dikenal hidup karena dijadikan nama sebuah komplek Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, membentang seluas penas - kalimalang hingga lubang buaya - pondok gede.


Untuk memasuki komplek ini, tentu terdapat beberapa pintu-pintu yang berpos. Dimana setiap posnya di jaga oleh orang berbadan tegap berhelm putih bertuliskan "Polisi Militer". Memang, kawasan ini tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Salah-salah bicara kepada Bapak Polisi Militer, harap putar balik segera. Apalagi jika memasuki kawasan ini tanpa helm, lampu utama mati, jangan harap bisa melewati mereka.

Kawasan Halim Perdana Kusumah mengingatkan saya pada suasana asri kota Mojokerto, melewati setiap ruas jalan di Halim rasa-rasanya kita sedang tidak berada di Ibukota Jakarta. Bisa sedikit saya gambarkan, bahwa sebagai lingkungan komplek Tentara, kebersihan lingkungan sangat terjaga. Apalagi dengan ditambahkan jumlah petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta atau yang biasa dipanggil pasukan kuning dari perwakilan kelurahan Halim Perdana Kusumah, membuat kebersihan lingkungan Halim menjadi sangat asri dan terjaga kebersihannya.

Suasana pohon rindang, dan kabut yang masih datang kala pagi hari dan malam membuat siapapun yang melintasinya seakan merasakan nuansa pegunungan atau pedesaan yang sejuk. Sejak saya tinggal di Halim 5 bulan lalu, pikiran saya ketika melintasi area Halim sangat fresh, terlebih ketika saya berangkat kantor pagi hari buta atau terkadang ketika pulang kantor sangat larut, cahaya motor seakan menembus lapisan-lapisan kabut yang turun yang mana fenomena ini tidak pernah saya saksikan di Jakarta selama 6 tahun saya tinggal selain di lingkungan halim.

Berkendara di Halim Perdana Kusumah
Suasana Halim yang sangat Asri
Jika keluar wilayah halim, tentu bukan lapisan kabut dan embun yang akan kita tembus, melainkan lapisan asap kendaraan dan bising bunyi mesin yang sangat memekakan pikiran. Setiap harinya, dari rumah di komplek Dirgantara III yang berada di wilayah Halim Perdana Kusumah, untuk menuju ke kantor yang terletak di daerah Koja Tanjung Priuk, biasanya saya melewati jalur dalam halim untuk menuju penas kalimalang, lalu dari penas saya menyusuri by pass untuk menuju ke Kota, Tanjung Priuk. Selama berkendara dari rumah ke penas-kalimalang saya sangat senang dan rileks dalam berkendara, motor pun saya pacu bak seorang pembalap. Jalanan yang bagus, aspalan rata, suasana pohon di kanan dan kiri serta barisan bunga-bunga yang mengiringi dalam perjalanan saya membuat suasana tenang dan senang, tapi setelah tiba di kawasan penas-kalimalang dan keluar dari wilayah Halim Perdana Kusumah, ucapkan selamat datang kepada Macet !

Dan satu lagi, ada hal menarik yang bisa kita saksikan jika memasuki wilayah Halim Perdana Kusumah. Yaitu sawah ! Selama beberapa tahun saya menetap di Jakarta, sebuah Ibukota Negara, Hanya di wilayah halim saya bisa melihat sawah. Area yang hijau dengan tanaman padi, menyaksikan petani menabur pupuk dan mengusir burung dengan jalinan rafia yang menggerakkan boneka orang di pertengahan sawah. Hal itu benar-benar meneriakkan "This is Halim bro !"  Sebuah pemandangan yang mungkin bagi orang Jakarta akan sangat sulit di temukan selain di wilayah Halim.

Lalu, bagi para pecinta olahraga lari, sepeda, dan sekedar jalan santai. Tentu saja Halim Perdana Kusumah merupakan suatu tempat yang sangat cocok, kita tidak akan berjumpa dengan asap kendaraan yang sangat memekakan pernafasan kita. Alangkah beruntungnya mereka yang tinggal di wilayah ini.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search