Rabu, 02 November 2016

Kunjungan Tim OtD Malaysia

Kunjungan tim OtD Shell Malaysia
Shell Heart and Mind, merupakan agenda bulanan yang diberikan oleh Shell kepada karyawannya sebagai reward atas performance satu bulan lalu. Sebelum mengagendakan untuk Heart and Mind, umumnya kegiatan di mulai dari KPI update, LFI sharing dan beberapa kegiatan evaluasi. Dan agenda ini merupakan agenda bulanan untuk tim Shell Jakarta Terminal.
Yang berbeda dari agenda Monthly Meeting bulan ini adalah adanya kunjungan dari tim OtD Shell Malaysia. Mereka adalah tim scheduler dan DSSS dari kantor Shell Malaysia. Mereka adalah Bapak David Richard, Bu Dalshna Kumar, Mba Hasan Hafisza dan Mas Maizlan Yazid. Yang seru pada pertemuan kami kali ini adalah, kami bertemu secara langsung setelah sekian lama hanya berkomunikasi lewat respondensi email, online meeting menggunakan Lync dan hanya itu. Selebihnya tak ada lain. Yang mungkin agak terasa sedikit aneh ketika kami bertemu dengan para rekan yang berasal dari negara lain dan dengan logat bicara yang menurut kami tidak biasa. Dan mungkin pun mereka beranggapan demikian.

Meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki rumpun bahasa melayu yang sama, tentu saja dalam logat pengucapan sedikit berbeda. Dan selama percakapan kami, tentu saja beberapa rekan lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia, tapi ternyata bagi rekan-rekan dari Malaysia dan Singapura bahasa Inggris seperti sudah menjadi kewajiban bagi mereka. Memang itu bagus, tapi sayang sekali jika bahasa sebagai identitas sebuah negara tak lagi di banggakan.

"Who is behind the email", itu adalah ucapan yang pernah disampaikan oleh Pak Sutan Situmorang. Mantan Terminal Manager Shell Jakarta Terminal periode 2013-2015. Beliau pernah menyampaikan, bahwa meskipun kami sering berespondensi lewat email, jangan pernah malu dan berkomunikasi untuk bertatap muka secara langsung. Ini yang saya rasakan tadi sepertinya agak berbanding terbalik dengan keseharian kami.

Dalam pekerjaan harian, kami umumnya selalu berkomunikasi, koordinasi dengan tim OtD Malaysia, kadang sapaan seperti "Bro atau Mba" menjadi cara bagi kami mengakrabkan diri. Dan ketika pertama bertemu, tentu saja masing-masing kami harus saling menjaga sikap. Satu pelajaran yang kami tim Jakarta pelajari dari Tim Malaysia adalah. Mereka telah mengabdi pada Shell lebih dari 7 tahun bekerja. Itu yang membuat kami salut. Terlepas dari budaya kerja dari Shell Value dan Shell Goal Zero. Ternyata ada sebuah batas-batas dalam bekerja yang membuat mereka senang dan rela mengabdi pada Shell.
Sebuah pertemuan unik yang terasa sedikit canggung. Keakraban via Internet umumnya tak akan semulus jika mata saling berjuma.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search