Yang Menjaga Keseimbangan

Karena pria hanya seorang tukang foto.

Cucu malihah, gadis yang telah menjadi tempat berbagi bagi saya dalam beberapa tahun kebelakang. Pertemuan yang tidak pernah direncanakan, membuat saya membuat target bagaimana bisa dekat dengannya. Awalnya kami berjumpa dalam suatu event yang gagal kita selenggarakan tentu dikarenakan biaya dan sulitnya sponsor pada saat itu. Sebagai pemimpin rapat, rekan saya yang merupakan senior cucu mengajak cucu untuk hadir mengikuti rapat. Karena kesan pertama yang manis, saya pun menargetkan "How to be closer with her" Dalam pencarian informasi, ternyata saya ketahui dia juga adalah target operasi rekan saya itu bahkan dia sudah seribu langkah di depan saya. Dalam beberapa kesempatan saya melihat cucu diantar jemput olehnya bahkan ketika memperhatikan gelagat mereka berdua sepertinya mereka dalam proses membangun hubungan.

Entah bagaimana ceritanya saya pun lupa detailnya, proses yang begitu natural saya jalani lewat pesan singkat. Memang, saya bukan tipe orang yang mudah berucap ketika bertemu dulu. Rasa grogi berbicara dengan lawan jenis masih terasa hingga saat ini, dan saya sendiri heran begitu melihat ada orang yang mampu mulai percakapan dengan lawan jenis bahkan sampai merayu. Yang memang tidak pernah saya bisa melakukannya.

Proses pendekatan saya lakoni tentu dengan underground, mengapa demikian ? Ya saya sadar dia terget operasi orang lain yang ternyata dia adalah rekan saya, atau bahkan mereka memang sudah punya hubungan saya pun tak tahu waktu itu. Sebagai laki-laki berusaha hasil belakangan. 

Dan tentu saja, dengan badan kurus ini melawan rekan saya yang berbadan gemuk, meskipun dia sudah seribu langkah di depan saya pada akhirnya saya pun bisa berlari mendahului rekan saya itu dengan hasil akhir kemenangan ada pada saya dan sakit hati ada pada rekan saya itu.

Haha, pada kondisi itu saya merasa bersalah dan juga merasa, entahlah. This is competition dude. Even we never has a deal about this, but this is a real competition. Dan akhirnya saya dan cucu membuat sebuah komitmen.

Hubungan yang kami jalin dalam beberapa tahun belakang ini, saya rasa sangat stabil. Dibanding dengan beberapa orang sebelumnya yang sudah bersama saya, menjalani komitmen dengan cucu bisa dibilang saling mengimbangi satu sama lain. Hingga detik ini, kami tidak pernah memiliki konflik yang cukup besar meskipun pernah satu kali saya pernah dibuat sangat emosi karena ulah tingkah dia yang kekanak-kanakan tapi akhirnya dia mampu untuk menyeimbangkan keadaan kembali.

Entahlah, saya merasa cucu sudah melengkapi dan menjaga kstabilan emosi saya. Sebagai turunan orang timur, watak saya terbilang keras kepala, Mudah emosi, hanya karena saya sudah mengikuti banyak pelatihan kepemimpinan, problem solving dan kekompakan tim, membuat saya sedikit mampu menyeimbangkan emosi, namun tentu itu tidak berdampak cukup banyak dan saya sadari itu. Dan saya sangat menghindari masuk dalam konflik yang berkepanjangan.

Dalam beberapa kesempatan, terkadang cucu mampu bertingkah sangat dewasa namun juga terkadang kekanak-kanakan. Sangat menghibur ditengah hubungan kami dimana saya lebih condong ke masa bodoh dan tak terlalu banyak bicara. Dalam kesempatan ketika kita bertemu, ketika mood-nya sedang baik, dia mampu bercerita begitu banyak hal yang dia jalani sampai detail, dan tentu saya harus memperhatikan dengan seksama, karena kenapa ? Pada akhir cerita ada satu pertanyaan "Kamu dengerin gak saya ngomong?" Meskin terkadang perhatian saya teralihkan oleh masalah-masalah yang muncul di notification smartphone saya, saya selalu berusaha mengingat apa yang telah dia bicarakan dan ceritakan.

Hal yang unik dari cucu, dibalik sifat dia yang kekanak-kanakan, dia orang yang suka di foto, suka foto tapi tak bisa berpose dengan baik. Orang yang cuek dengan model baju yang di kenakan, cuek dengan dandanan karena saya juga sering komentar tentang kosmetik yang berlebihan dan belum waktunya. 

Ya, sampai saat ini saya menilai kita merupakan partner yang seimbang. Saya tidak terlalu banyak bicara, cucu sebaliknya. Saya mudah emosi, cucu mudah merasa tidak terjadi apa-apa.Hahaha, saya masih merasa nyaman dengannya.

Saya tidak harus laporan 24jam, bahkan tekadang kami hanya berbalas pesan beberapa kali dalam satu hari. Karena kesibukan masing-masing yang sulit untuk dipertemukan dalam waktu yang sama.

Overall, saya menilai dia benar-benar menyeimbangkan saya. Satu hal yang membuat saya berkesan adalah ketika saya pernah marah entah dalam satu kesempatan, dia bukannya ikut marah malah bilang "Kamu jangan marah dong, saya takut kamu marah" atau "Kamu marah ? Jangan ngambek dong" mau tidak mau saya akhirnya berusaha untuk seperti tidak terjadi apa-apa. Entah dia belajar dari mana atau memang itu sifat dia, yang jelas caranya untuk memadamkan api sangat baik.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.