Masih Belum di Mulai

Hanyut mengikuti aliran yang mengalir

Dua tahun sudah kelulusanku dari Sarjana, tapi raga masih tetap menginjak tanah betawi. Tempat yang rasa-rasanya sudah seperti rumah sendiri. Pernah tahun lalu, saya berlibur selama 12 hari dalam usaha mencari mimpi, namun ternyata belum juga terbangun.

Sekembalinya dari liburan itu, saya pun selalu dimimpiburukkan tentang masa liburan itu, seakan-akan dari kegelapan dia memanggil untukku lekas kembali. Hingga akhir oktober ini, mimpi itu semakin kuat berteriak dalam dengungan mimpi. Tapi bagai ditimpa batu besar, seakan badan enggan bergerak dan tak memiliki daya untuk meraihnya.

Dalam bulan-bulan ini, sudah beberapa kali saya hadir dalam pernikahan kerabat, bahkan junior. Rasa-rasanya saya berpikir, kapan waktu saya untuk berdiri meredam malu karena telah dianggap berusaha dewasa seperti mereka. Menghitung tahun kelahiran, memang umur masih cukup beberapa tahun untuk disebut pantas. Tapi mengingat jenjang langkah, dimana langkah raga ini akan berakhir?

Saya enggan dibilang gagal, meski ya saya tidak ingin terlarut di dalamnya. Saya merasa hidup yang saya jalani mengalir bak mata air mencari lautan. Saya hanya sebatang kayu yang hanyut didalamnya dan hanya ikut mengalir bersama air meski beberapa kali menghantam batu kali yang begitu besar.

Saya sudah menemukan irama aliran air ini, tapi seakan-akan beberapa kali aliran ini merayu saya untuk keluar dari aliran untuk mencari aliran lain yang lebih menggoda. Dalam hati sempat berpikir, apakah saya terlalu egois atau terlalu tamak ? Hingga beberapa kali muncul sebuah kutipan-kutipan nyata, "Seseorang yang hebat adalah ketika dia mampu keluar dari zona nyamannya" Itu lah yang seakan-akan memacu saya untuk keluar dari aliran saya sekarang.

Kembali melihat kebelakang, saya memang hanya sebatang kayu di tengah aliran arus yang kencang. Saya sama sekali tidak memiliki ranting-ranting yang menemani bahkab batang pohon besar yang siap menjadi topangan ketika saya menghantam batu kali yang begitu kokoh.

Tapi, ini rupanya tentang ujian yang tuhan berikan. Apakah saya akan berdiam atau bergerak. Dan saya rasa semua hanya masalah waktu. Deadline ini saya ambil ketika usia masuk 27 tahun. Dan semua akan terjawab. Aliran mana yang akan menjadi arusku untuk menemui lautan yang luas dan mencari tempat untuk berteduh.

 

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar