Kesan Film Me Before You


Pada liburan bekerja biasanya saya habisnya dengan pergi ke suatu tempat, entah Bogor, Bekasi atau lainnya. Yang penting sebuah tempat menarik yang setidaknya bisa membuat orang kantor mulai panas dengan kelakuanku untuk berlibur.

Pada hari senin di kesempatanku libur kerja, saya hanya melakukan pekerjaan rumah biasa dan pikiranku mulai tertarik kepada satu judul film yang perah saya lihat di situs nonton streaming, judulnya yaitu "Me Before You", melihat cover filmnya sepertinya agak memuakkan, dimana adegan cukup romantis tapi well, rasa penasaran akhirnya memuncak di tengah ketidakpunyaan kegiatan di hari libur ini.

Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda dari keluarga kaya yaitu Will Treynor, dia mengalami lumpuh pada bagian kaki dan keterbatasan dalam banyak hal. Sehingga, kedua orangtuanya berusaha mencari seseorang yang berkenan untuk merawat Will selain perawat pribadinya seorang pria bernama Nathan.

Dalam pencarian itu, ibu Will bertemu seorang gadis yang benar-benar sangat membutuhkan pekerjaan untuk menopang hidup keluarganya dikarenakan ayahnya tidak bekerja dia adalah Louis Clark. Gadis yang tengah putus asa dalam mencari pekerjaan yang sebelumnya dia dipecat karena kafe tempatnya bekerja bangkrut.

Dalam interview dengan ibu Will, Louis menunjukkan sikapnya apa adanya, seseorang yang ceria dan cerewet. Dan meski terlihat ragu, ibu Will yang juga tengah keputusasaan dalam mencari kandidat, tanpa berpikir panjang pun menerima Louis.

Keakraban yang terjalin antara Louis dan Will tidak selancar yang dibayangkan, awal komunikasi terjalin sangat kaku terlebih jika seseorang dengan begitu cerewet di hadapkan pada seseorang yang telah putus asa terhadap hidupnya, namun Louis tetap menunjukkan dan berusaha untuk mengisi hari-hari Will semampu yang dia lakukan.

Hal ini pun dilihat ibu Will sebagai suatu kemajuan antara mereka, dia senang, Will mampu tersenyum dan tertawa lepas. Hingga pada akhirnya tanpa sengaja Louis mendengar percakapan antara ayah dan ibu Will, dimana ternyata Will memiliki rencana untuk bunuh diri pada kesempatan 6 bulan di suatu organisasi bunuh diri di Swiss.

Mengetahui kenyataan tersebut, Louis pun sangat terkejut. Dia tidak mampu membayangkan terdapat seseorang yang merencanakan bunuh diri untuk dirinya sendiri dan orang tuanya pun mengetahui hal itu. 

Berdasarkan saran dari saudaranya, Louis pun membuat beberapa agenda untuk merubah pikiran Will untuk mengakhiri hidupnya, mulai dari menonton pacuan kuda, menonton konser musik klasik, hadir di pernikahan mantan pacar dan sahabat Will yang menikah hingga berlibur di suatu tempat yang sangat indah.

Hingga pada suatu kesempatan di suatu tempat liburan terakhir mereka, Will pun mulai mengutarakan apa yang disimpannya dari Louis yang ternyata telah diketahui oleh Louis, namun dalam percakapan itu sama sekali Will tidak merubah pandangan bahkan membatalkan rencananya.

Hal tersebut tentu membuat Louis merasa gagal, meski Louis berusaha membujuknya dengan mengutarakan isi hati yang dipendam olehnya, Will tetap pada pendiriannya untuk mengakiri hidupnya.

Hingga pada suatu akhir, Will mengakhiri hidupnya dan memberikan suatu agenda bagi Louis untuk mengunjungi Paris tempat yang berkesan bagi Will itu.


Jalan cerita dari film ini cukup menarik, konflik tidak terlalu muncul meskipun sebenarnya Louis memiliki seorang kekasih bernama Patrick seorang Konsultan Kebugaran yang merupakan pelari. Hubungan yang terjalin 7 tahun nampaknya rusak dikarenakan kepedulian Louis kepada Will yang begitu besar.

Bagi saya, film ini cukup memberikan sebuah gambaran bahwa tetaplah bersyukur terhadap apa yang tengah dikaruniakan oleh Allah. Will seseorang yang kaya namun memiliki keterbatasan fisik. Meski memiliki uang dan fasilitas mewah dia pun tetap merasa kosong dan tak berguna. 

Dalam realitanya, jika kita berkaca bahwa di dunia sebenarnya, banyak orang yang merasa malang karena keterbatasan gaji yang didapatkannya, tapi dia sama sekali tidak ingat betapa nikmat sehat yang dianugerahkan tuhan kepadanya jauh lebih besar dari pada gaji yang berlipat-lipat.

Setidaknya itu adalah satu hal penting yang dapat diambil dari film itu, "Jangan lupa bersyukur"

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar