Dia Tokoh #MudaBikinBangga

Raditya Dika Memenangkan dua penghargaan di Social Media Award 2016
Majalah Marketing kategori Aktor dan Youtuber.
https://www.instagram.com/raditya_dika/
Tokoh muda, jika saya ditanya tentang siapa tokoh muda idola yang menjadi panutan saya. Dengan jeniusnya saya dapat menjawab dia adalah kambing jantan eh maksudnya Raditya Dika atau nama aslinya adalah Dika Angkasaputra Moerwani . Ya, sosok kambing jantan atau Raditya Dika pada era tahun 2009 merupakan sebuah tahun dimana para blogger umumnya berbangga hati pun termasuk saya. Karena, pada tahun tersebut terdapat seorang pemuda yang dengan kepolosannya serta kebanggaannya dengan aktifitas Ngeblog memperkenalkan aktifitas yang terkadang dipandang sepele dan terkesan tidak berguna merupakan sebuah aktifitas momentum menuju kesuksesan. Titik dimana seorang blogger yang gemar menulis cerita tentang kehidupannya yang diulas dalam candaan hingga dia berhasil mengangkat cerita tersebut ke layar lebar.

Sebagai seseorang yang baru belajar tentang blogging pada tahun 2009 yang ketika itu saya berada pada tingkat 2 di Sekolah Menengah Kejuruan, momen munculnya kambing jantan menjadi spirit tersendiri bagi saya untuk terus menerus menuangkan semua ide, pikiran dan keluh kesah pada media online menulis saat itu yakni blogger. Bahkan ketika itu terdapat sebuah event Kompetisi Blogger Mojokerto pertama yang diadakan oleh Komunitas Blogger Mojokerto pimpinan Cak Rohman, saya pun berusaha untuk menjadikan event ini sebagai momentum saya membuktikan kepada rekan-rekan saya tentang apa yang bisa saya lakukan dengan aktifitas blogging ini. Benar saja, guna totalitas pada syarat-syarat yang diajukan oleh panitia dalam event blogging tersebut, saya pun memulai mengumpulkan ide-ide saya tentang berbagaimacam tulisan tentang Kota Mojokerto sebagai tema dari event acara. Hal bodoh yang sampai saat ini masih saya herankan mengapa saya lakukan adalah, ketika itu saya berjalan kaki menyusuri kota mojokerto dan mengabadikan beberapa subjek dan objek yang saya lihat terjadi di depan mata saya dengan handphone yang akan terdengan jadul ketika saya sebutkan sekarang dimana setiap gambar yang saya ambil saya anggap itu cukup untuk diulas agar menjadi sebuah bahan pertimbangan tentang tata kelola Kota Mojokerto kedepannya. Salah satu konten yang saya buat yaitu berjudul "Kepunahan Hijau Mojokerto", artikel tersebut saya angkat sebagai kekhawatiran saya terhadap hilangnya persawahan di Mojokerto yang akan berganti dengan bangunan-bangunan KPR dan semakin menghilangkan unsur ademnya suasana kota tradisional jawa pada saat itu dan bagian menariknya dalah saya secara beruntung berhasil mengabadikan momen seorang kakek yang menggonceng cucunya dan memperhatikan papan informasi masyarakat yang bertuliskan "Hijaukan Lingkungan Demi Masa Depan Anak Cucu" ketika itu saya merasa menjadi orang yang sangat beruntung di dunia. Dan tentu saja, 7 tahun berlalu apa yang saya khawatirkan pun akhirnya terjadi. Pada saat ini beberapa kawasan persawahan di Kota Mojokerto telah berubah menjadi bangunan beton dan merubah suhu kota menjadi tak sesejuk dan tak seromantis dahulu.

Sawah Kota Mojokerto
Secara beruntung mengabadikan momen seorang kakek yang menggonceng cucunya dengan sepeda, memperhatikan papan informasi masyarakat tentang Menghijaukan Lingkungan Demi Masa Depan Anak Cucu dengan background persawahan yang masih hijau.
Titik balik kehidupan remaja
Dan berkat saya berkeliling berjalan kaki dalam satu hari dengan mengangkat hal-hal yang paling dekat ketika itu dengan aktifitas Remaja dan masalah Kota Mojokerto pada saat itu, 12 artikel tentang Kota Mojokerto yang bisa di lihat di galeri Mojokertoku ini sebagai bentuk totalitas saya dalam event ini akhirnya berhasil menjadikan saya Juara 1 Kompetisi Blogging Mojokerto 2010. Sebuah prestasi pertama kali yang saya miliki dan piala pertama yang berhasil saya bawa pulang kerumah menunjukkan ke orang tua pendapatan sejumlah uang sebagai hadiah yang dengan bangganya saya serahkan kepada ibu dengan pesan silahkan belanjakan kosmetik bedak kesukaan ibu dan dengan senangnya saya mendengar ibu saya memesan kepada adik saya Nur Zein Izdihar agar mengikuti jejak saya untuk menjadikan Internet sebagai media belajar bukan untuk main game meskipun dalam hati "Andainya kau tau bu, anakmu ini tak sebaik yang kau pikirkan". Kebanggaan atas event itu tak berhenti disitu, karena ternyata setelah satu minggu saya memenangkan kompetisi tersebut dan tak menceritakan hal tersebut kesatupun teman sekelas, tiba-tiba ucapan selamat datang dari Pembina Osis Pak Bambang serta guru-guru yang lain. Salah satu yang saya herankan hingga saat ini adalah, dari mana mereka tahu ? Tapi yasudahlah.

Blogging merupakan titik awal saya untuk berkehidupan positif, sebuah cara yang saya contoh dari seorang Raditya Dika. Dan semakin kesini saya begitu mencintai aktivitas saya untuk blogging, bukan untuk nafsu untuk memfilimkan kisah saya nanti, tapi untuk lebih berbagi kepada para user internet di Indonesia, bahwa terdapat satu aktifitas di Internet yang ternyata membawa dampak positif bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat luas pada umumnya.

Mengingat titik balik saya tersebut, tentu tak lengkap jika tak mengenal apa hal negatif yang saya tekuni dulu. Pada usia 10 tahun, sekitar kelas 4 SD saya sudah akrab dengan permainan game perang-perangan di komputer. Pada usia itu, minat saya atas game berlatar belakang cita-cita menjadi seorang tentara semakin membuat saya bersemangat untuk bermain game perang-perangan antara teroris dan polisi ketika itu. Kegiatan itu pun berlanjut hinga saya duduk di Sekolah Menengah Pertama. Dan semua semakin memburuk ketika salah seorang teman yang masih saya berkomunikasi hingga sekarang yaitu Yanuar Fajar mengenalkan dengan Warnet Game Online. Dengan adanya bantan koneksi Internet, permainan game perang-perangan yang saya mainkan menjadi sangat seru karena teknologi internet memungkinkan banyak pemain untuk memainkan permainan tersebut secara bersamaan. Hal tersebut benar-benar menjadi narkoba bagi saya ketika masa-masa itu. 

Hingga pada tingkat 7 Sekolah Menengah Kejuruan, muncul sebuah pikiran. "Mau sampai kapan saya gila dan menghabiskan masa muda saya dengan menghambur-hamburkan uang orang tua dengan game online tersebut yang menyebabkan studi saya menjadi tak berprestasi, tak membanggakan sedikitpun". Dan akhirnya Blogging menjadi hijrah saya pada saat itu dan kemenangan kejuaraan Kompetisi Blogging Kota Mojokerto 2010 benar-benar menjadi jawaban atas hijrah saya tersebut.

Kini 7 Tahun telah berlalu, perjalanan saya dari Kota kecil Mojokerto berlanjut hingga Kota Metropolitan Jakarta, kehidupan seorang anak tentara berpangkat Bintara mengharuskan saya berkehidupan serba pas-pasan guna melanjutkan mimpi menempuh pendidikan tinggi Strata Satu. Dan, perkenalan dengan Blogging benar-benar sangat membantu saya untuk bertahan hidup di Jakarta dengan cara berpartisipasi dalam beberapa event kompetisi blogging, merupakan  cara menambah uang makan dan kuliah yang dikirim orang tua pada setiap bulannya.

Berucap syukur alhamdulillah, dengan studi strata satu selama 4 tahun yang saya tempuh dan menyelesaikannya tepat waktu, ternyata hidup membawa saya untuk berkarir di salah satu perusahaan migas. Dari Oktober 2014 sejak lulus kuliah hingga kini saya masih melanjutkan karir saya di perusahaan ini. Berusaha melanjutkan mimpi anak desa untuk menjadi manusia yang berkontribusi bagi sesama. Bagi saya pribadi, mungkin saya merasa belum banyak berkontribusi bagi negara, namun setidaknya saya tidak membuat Negara pusing dengan perilaku saya. Saya tidak membayangkan jika saya tidak merubah perilaku saya yang gila dalam bermain game, dan tidak melanjutkan studi. Mungkin saja saya saat ini masih berada di Kota Mojokerto dan bekerja seadanya. 

Perjalanan seorang pemuda sebagai aset bangsa sangatlah berdampak terhadap kemajuan sebuah Negara. Bisa dibayangkan ketika tahun 2009 seorang Abg yang terlarut dalam percintaan, mungkin saat ini telah mengharumkan nama Bangsa dengan menciptakan berbagai terobosan-terobosan di dunia kreatif, teknologi, dan lain sebagainya. Salah satu contohnya dengan menciptakan sebuah StartUp platform berita seperti David Wayne Ika yang berhasil mengembangkan dan menciptakan sebuah platform berita Kurio yang sangat unik dengan fitur navigasi yang eye catching yang sangat enak untuk di pandang mata karena navigasi yang berbentuk kipas anginnya ibu-ibu. Kurio merupakan satu dari banyak contoh kontribusi pemuda Indonesia dalam partisipasinya  mengembangkan Bangsa. Dengan platform berita buatannya, Kurio berusaha untuk menjadikan one gate news portal, dimana setiap orang dapat dengan mudah mengakses berita dari berbagaimacam sumber hanya dalam satu genggaman dan tidak perlu untuk menginstal masing-masing aplikasi dari portal berita. Dengan Kurio, kita semua dapat mengetahui informasi dari berbagai sumber secara langsung sehingga dapat memperoleh informasi secara berimbang dan bukannya berita yang terkadang menyerang atau bahkan memojokkan salahh satu pihak yang kerap terjadi pada saat ini yang bahkan kita sebagai pembaca bahkan terkadang merasa apakah informasi berita ini sengaja memihak satu objek atau subjek, dengan Kurio keseimbangan informasi dapat diperoleh secara baik.

 Dan, seorang pemuda dengan sebutan Kambing Jantan, di tahun 2016 ini telah berhasil menjadi figur yang menginspirasi pemuda seantero Negeri untuk menjadi pemuda yang kreatif dan jangan pernah berhenti belajar dan pandai mengambil keputusan.  Bisa dibayangkan, dari seorang Blogger, penulis Novel, merambah dunia Film, hingga standup comedy. Prestasi yang bisa diukur dari jumlah follow akun social media-nya rasanya dapat dijadikan indikator betapa besar dan banyaknya pemuda yang menjadikan sosok Raditya Dika sebagai panutan, idola, bahkan inspirasi dalam menjadikan masa muda bermanfaat dengan terus berkreasi sekreatif mungkin.  


Pemuda pada dewasa ini memiliki banyak pilihan dan referensi, mau seperti apa mereka di waktu yang akan datang. Apakah ingin menjadi seorang atlet olimpiade, seorang karyawan sukses, seorang pengusaha mapan atau menjadi seorang narapidana. Dengan begitu mudahnya informasi yang didapat dan diakses dengan aplikasi seperti Kurio, rasa-rasanya akan sangat disayangkan jika kemajuan teknologi yang dapat dengan mudah diakses melalui genggaman tangan hanya untuk digunakan untuk mencari informasi yang justru tidak membuat seorang pemuda menjadi kreatif bahkan produktif.

Semangat hari Sumpah Pemuda, tentukan titik balik kehidupan remaja Anda, sekarang !





Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar