Mengejar Batas



Cerita hijrah pun bersambung saat ini, dalam bulan-bulan yang masih terasa hangat dengan tema "Bagaimana seorang perantau diterima dalam sebuah keluarga" menjadi momen yang cukup berharga. Dalam keluarga ini, saya melihat hal yang jauh berbeda dengan ceritaku saat kecil dulu. Di rumah ini saya melihat bagaimana kehangatan hubungan suatu keluarga, antara ayah dan anak dan sebaliknya. Yang mungkin pada saat saya masih kecil, hal itu tentu tidaklah menjadi tontonan yang wajar.

Lebih dari itu sebetulnya, entah apa maksud Allah memberiku kehidupan yang lalu, yang jelas hal tersebut telah mencetak saya menjadi seperti ini. Ada hikmah dari perjalananku untuk berhijrah ke Jakarta, saya benar-benar membuka wawasan tentang kehidupan, merubah pola pikir, merubah dan memperluas ilmu berkomunikasi dan bersosialisasi. Yang saya ketahui dulu adalah saya merupakan orang yang terlalu enggan berbicara, sulit berkomunikasi, dan cenderung menutup diri dari pergaulan. Dan sedangkan sekarang tentu sangat jauh berbeda. Meski dalam pergaulan saya dibayang-bayangi oleh latar belakang 'siapa sih saya' itu bukan menjadi alasan untuk saja untuk terus menatap maju.

Satu hal yang selalu saya percaya, bahwa biarkan masa mudaku susah, demi Allah masa tuaku nanti akan bahagia bersama orangtua dan keluargaku kelak. Hanya hal itu yang selalu saya ingat dan menjadi barrier bagi saya untuk tetap berjalan lurus kedepan.

Dan satu bulan lagi, pertarungan akan dimulai. Semua perjalanan pahit akan ku mulai kembali. Entah cerita apa yang akan saya tuliskan diakhir tahun nanti, yang jelas saya hanya punya satu tekad. Selama kaki ini masih bisa berlari, sampai sesak nafas mimpi akan selalu saya kejar. 

Saya bukanlah anak seorang pejabat, bukan juga seorang anak penguasa. Saya hanya anak yang punya semangat, untuk memperbaiki kehidupan saya dan juga orangtua. Apapun jalan ceritanya nanti, yang penting saya pernah berjuang.

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar