Kenangan Sepanjang Kalimalang

Jalanan Kalimalang periode Juni 2015

Kalimalang, merupakan kawasan yang pertama kali saya jumpai di pertengahan September 6 tahun silam. Tahun, bukan waktu yang singkat tentunya. Namun kini terasa sangat cepat. Kenangan itu bermain di memory kala dalam perjalanan pulang dari halal bihalal di tempat senior saya dan rekan saya Ramadan berkendara pulang menyusuri jalanan kalimalang dari arah Penas, tiba-tiba Ramadan berucap, "Udah 6 tahun ya bro, inget gak dulu puasa-puasa berhenti di Mesjid situ sambil nyari takjil gratis" Seketika teringat olehku kenangan susah dulu.

Kalimalang merupakan daerah pertama kali yang saya kenali ketika memutuskan untuk berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan strata-1. Selepas turun dari Stasiun Jatinegara, saya menuju kalimalang menggunakan Metromini 54 dengan supir seorang batak beserta kondekturnya bak preman jalanan seenaknya menaik-turunkan penumpang tak menghiraukan pengguna jalan lain. Kesan pertama yang brutal tercetak dalam benak melihat kondisi dan situasi jalanan kota Jakarta yang nampak sangat arogan kala itu.

Dalam memori saya pun Rama, kami menghabiskan masa perkuliahan dengan berbagai proses. Salah satu prosesnya adalah dulu, kami hanya mengelilingi Jakarta dengan angkot ataupun metromini, itu adalah kendaraan andalan kami. Dengan destinasi utama Jatinegara/Pasar senen. Lalu berlanjut ke kendaraan milik teman kontrakan yang menjadi tunggangan kami kemana pun juga meski harus berganti-gantian ataupun dengan ditambah oleh kendaraan lain milik tetangga, lalu berlanjut ke kendaraan pribadi hasil kerja gali tanah untuk menanam kabel internet di kawasan jatinangor, hingga kami lulus kuliah dan memulai karir dan mampu memiliki kendaraan motor dengan hasil keringat dan begadang selama satu tahun.

Simponi cerita lama,berbekas tuk dikenang namun pastinya pahit dijalani ketika itu. Hiruk pikuk kota Jakarta kami pantau dari kalimalang. Kalimalang yang dulu asri, dan padat kendaraan yang setiap pagi di penuhi para pencari kerja dari bekasi, kalimalang yang dulu hanya jalanan sempit hanya cukup untuk 2 jalur kendaraan mobil dengan arah berlawanan saat ini telah disulap menjadi kawasan gurun berdebu dengan beberapa tiang beton terpasang diantara setiap sisinya. Kini kalimalang pun siap di ubah bagaikan jalanan besar dengan akses kendaraan yang sangat banyak.

Kalimalang punya cerita, perantauan yang dulu bercita-cita sangat tinggi, kalimalang pun menjadi saksi akan perjuangan pemuda di perantauan. Kalimalang akan menjadi kisah, perjalanan menggapai asa yang tengah dalam prosesnya tak selurus jalanan kalimalang Jakarta-Bekasi.

6 Tahun sudah dalam perantauan, entah sampai kapan perantauan ini akan berakhir, yang jelas penggapaian ini takkan percuma suatu saat nanti.

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar