Jakarta Local Guides

Global Meet-Up Day Local Guides Jakarta
Local Guides, merupakan salah satu program google dalam mengembangkan layanan pemetaan miliknya yaitu Google Maps. Ya, pada saat ini fasilitas Google Maps merupakan andalan setiap orang. Saya masih mengingat sekali ketika tahun 2010 saya merantau ke Jakarta, untuk menuju ke beberapa lokasi saya cukup kesulitan, ditambah lagi dengan tidak memiliki kendaraan. Ketika itu, busway atau angkot merupakan andalan hari-hari. Dan ketika pada suatu ketika saya ingin menuju sebuah lokasi dan bertanya kepada seorang teman yang kebetulan juga perantauan tentang alamat sebuah tempat, satu kalimat yang diucapkannya adalah "Cari aja kelurahannya san, habis itu cari sendiri. Kalau ga nyasar ga bakal pernah hafal jalan." Dan well, perkataan itu hampir seratus persen benar, mengapa hampir ? Ya karena sisanya sebenarnya adalah penyesatan.

Saya ingat betul, ketika dalam suatu ketika saya berkunjung ke tempat paman yang singgah di Jakarta dalam agenda kantornya dan menginap di Hotel Lumire, Pasar Senen. Dengan berbekal motor, saya memberanikan untuk mencapai hotel tersebut di kawasan pasar senen dari kalimalang  Jakarta Timur. Untuk berangkat itu bukan masalah, saya tiba di hotel dengan selamat, yang menjadi hal yang benar-benar bodoh adalah, ketika pulang dari hotel, saya melintasi monas, putar putar dan putar, memilih jalan dan akhirnya saya tiba di grogol arah tangerang.

Kisah pahit lama yang sangat menggambarkan kehidupan jaman purba, jaman handphone smartphone merupakan barang tersier, dimana signal 3G merupakan kebanggaan, dimana google maps saat itu tidak secanggih saat ini.

Dengan berkembangnya website social media seperti facebook, instagram, path, dll. Sang penguasa Internet google pun tak ingin kalah. Jika di pikirkan ketika itu, tak mungkin di bayangkan sebuah aplikasi peta dapat menjadi sebuah media untuk menghubungkan user untuk saling berinteraksi. Dan kini, google pun mewujudkan itu.

Berawal dari sebuah Aplikasi Peta, Google pun menambahkan fiturnya agar user mampu berinteraksi dengan menjadi kontributor gratisan yang artinya google tak perlu mengeluarkan biaya agar user mau mengisi atau melengkapi databasenya,namun user dengan senang hati akan melakukannya untuk Google. Sang pengguna google maps (Local Guides), dapat berkontribusi dengan menambahkan tempat yang belum ada di google maps, dapat mereview tempat tersebut, menambahkan foto, dan memberikan ulasan mengenai tempat tersebut, bahkan mampu mengedit jika informasi dari tempat yang dipetakan kurang sesuai. Dan pada akhir  Mei 2016 lalu, google dengan resmi me-launching program Local Guides khusus untuk wilayah Indonesia di Jakarta. Acara tersebut di laksanakan di Gedung Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat. Menurut update Google Plus nya, acara tersebut sangat meriah, ya karena saya yang mendapat invitation tapi karena urusan kantor yang mengirim saya ke Terminal Merak Redeco sehingga saya berhalangan untuk hadir pada acara tersebut. Meski agak kecewa karena melihat antusiasme para Local Guides yang meramaikan acara tersebut sedangkan saya tidak bisa ikut hadir, tapi pada kesempatan lain tepatnya kemarin pada tanggal 18 Juni 2016. Google menciptakan sebuah program "Global Meet-Up Day Google Local Guides". Acara tersebut serentak di laksanakan diseluruh dunia, dan untuk event di Jakarta, acara diinisiatif oleh Muhammad Saggaf Arsyad seorang Local Guides senior yang sudah melanglang buana di dunia Developer Google.

***

Event Meet-Up Day yang diinisiasi oleh Saggaf Arsyad diperuntukkan kepada para Local Guides di wilayah Jakarta, mereka yang menerima notifikasi melalui email dapat ikut serta tentunya dengan hadir secara offline di tempat yang sudah di tentukan. Pelaksanaan acara sendiri yaitu di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Tempat yang sangat romantis dengan suasana mendung karena Jakarta dihujani sejak sehari yang lalu. Dengan suasana yang romantis itu, sangat tidak tepat untuk dilanjutkan berangan-angan lebih lanjut karena tengah berada di Bulan Ramadhan. Yap, pertemuan diatur pukul 15.30 WIB untuk bertemu di meeting point Taman Suropati. Dengan agenda yang ada di list acara, dan dengan list peserta yang cukup banyak cukup menambah semangat untuk hadir dalam event tersebut.

Berangkat dari Jakarta Timur dengan burung biru, karena saya tidak mau dikerjai oleh hujan yang entah dari semalam sangat ingin terus menangis mendinginkan suasana Jakarta yang selama sepekan terlalu panas karena issu Warteg Vs Ramadhan. Dari pukul 14.00 WIB saya berdiri di pinggiran jalanan halim, baru pukul 15.00 WIB saya berhasil mendapatkan burung yang saya idam-idamkan. Dengan perasaan malas karena melihat kondisi macet, saya pun berdoa peserta yang lain pun mengalami hal yang sama, yaitu macet. "Maklum, kehidupan orang jakarta tak lepas dari macet. Itu adalah sebuah alasan klasik namun reasonable." 

Entah bagaimana, 16.00 WIB saya pun tiba dengan selamat dan tak begitu mengecewakan. Local Guides pertama yang saya temui seturunnya dari burung biru adalah Ashokani. Dengan teknik SKSD saya coba menanyakan asal tujuannya dengan bertanya "Mas ikut Local Guides ya?" Saya memberanikan bertanya karena tau pasti benar dia adalah Google Local Guides, bukan karena mukanya yang mirip dengan Atlas bertuliskan Google, tapi karena dia menggunakan Pin Local Guides yang saya rasa didapatnya dari event sebelumnya di Museum Bank Mandiri. Dengan anggukan kepala kami pun bersama-sama mencari titik keramaian. Dan ternyata dari jauh Ashokai pun melihat seseorang dan melambaikan tangan serta kami pun berlarian menuju orang tersebut yang tak lain adalah Saggaf Arysad, Setelah bercakap-cakap, oke here we go. Event already began. Kami pun mulai berkenalan dengan para Local Guides yang lain, dan diantara kami terdapat seorang Country Manager Google Local Guides yaitu Mba Bella dan Sang Video Graphernya Bang Dimas. Kebanyakan dari mereka pun sudah saling kenal dari event sebelumnya. Dan ada juga yang pernah berkomunikasi secara online di Google Local Guides Community Jakarta.



Acara pun di mulai, Bang Saggaf mulai menyusun agenda secara langsung, dalam pertemuan awal ini beberapa orang masih terlihat kaku seperti kanebo kering yang sudah pernah terkena air dan diperas terlalu keras. Ya itu termasuk saya. Namun, beberapa orang senior Seperti Bang Saggaf, Mba Febria , Pak Dahlan , Kamil, Mba Nadia mencoba untuk menciptakan obrolan. Dan dalam perjalanan beberapa video kami buat dan tentunya beberapa groufie.


Event pun semakin meriah dengan semakin banyaknya Local Guides Jakarta yang hadir/menyusul. Dan acara semakin hidup ketika perjalanan kami terhenti di sebuah Masjid Agung Sunda Kelapa. Kami yang telah dipecah dalam 3 tim harus membeli takjil untuk di makan bersama, dan dalam perburuan takjil tersebut berbagai macam makanan menjadi incaran kami para tukang foto keliling gratisan ini.

Foto baru buka puasa.

Dan pada waktu berbuka tiba, ya, sudah menjadi peraturan makanan yang dibeli haruslah di foto terlebih dahulu sebelum dinikmati. Haha, itu sudah menjadi banyak meme di beberapa akun instagram tentang adab orang Indonesia modern sepertinya. Tapi itulah kita, Jakarta Local Guides. Dan seusai sholat maghrib, event pun siap untuk diakhiri. Dengan salam tempel sebuah stiker dari Bang Saggaf dan beberapa bait speechnya sebagai inisiator event,dia mengucapkan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan untuk hadir, kurang lebih 30 orang Local Guides hadir pada malam hari itu dan sepengupdetan saya di timeline Google Plus, Meet-Up Day Jakarta adalah yang paling ramai dengan peserta paling banyak, hal ini dibuktikan dengan jumlah orang yang berfoto dalam satu frame :D.

Perpisahan pun dimulai, beberapa diantara kami harus melanjutkan untuk beribadah tarawih, lanjut kuliah, dan beberapa diantara kami yang kurang kerjaan, diminta oleh Mba Bella untuk melakukan sebuah hal aneh di Taman Suropati entah request dari siapa. Dan ketika kami para Local Guides tak sibuk ini pun mau maunya saja diminta untuk berjoget, tapi actually, we really enjoy it

Overall, kegiatan tersebut sukses. Seru ketemu orang-orang baru dengan satu minat, sebuah hobi untuk mereview tempat-tempat di Google Maps. Sebuah komunitas baru yang menciptakan pertemanan. Bukankah menjalin silaturrahim dapat meningkatkan rejeki seseorang ? Insyaallah.

Semoga dapat berjumpa di event Local Guides yang lain. See you guys !




Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar