5 Bulan Lamanya

Mei, sebuah bulan yang tak terasa sudah saya lalui. Sejak kekecewaan pada akhir desember 2015 lalu, saya sudah membayangkan hari demi hari akan sulit dilewati. Bagaimana tidak, sesuatu yang telah direncanakan dari lamanya begitu saja lenyap karena mungkin itu kehendak Tuhan.

Media sosial, merupakan alat yang saya gunakan untuk menampar saya setiap pagi ketika baru terbangun dari tidur dan ketika malam hari sebelum tertidur. Salah satu media sosial yang saya gunakan adalah instagram. Cukup dengan memasukkan hashtag #PaPK dan #PaPK23 saya bisa melihat rekan-rekan saya di seperjuangan dulu kini tengah berseragam seperti yang saya inginkan. Namun well, semua akan indah pada waktunya.

Semua akan manis ketika pernah kecewa.


Ya, saya cukup membayangkan, pada awal pendaftaran lalu, saya yang dengan belum memiliki pengalaman seleksi apapun tidak memiliki hasrat atau semangat perjuangan tinggi. Tes ya hanya ikut tes, berusaha maksimal hanya mengikuti arus. Bisa dilihat dari kecepatan lari dengan jumlah latihan sama ketika di bandingkan sekarang yang jauh lebih keras dan lebih baik. Karena, mungkin karena saya pernah gagal.

Kegagalan merubah seseorang, untuk lebih berjuang, untuk lebih bersemangat, untuk lebih menyiapkan. Dan saya pun tak tahu, mau dimana Allah memberikan karir untuk saya nanti, saya hanya ingin itu yang terbaik untuk hidup saya. Resiko menjadi Tentara adalah pekerjaan yang paling dekat dengan potensi bahaya, tapi kita sebagai manusia pasti menemui Tuhannya, dan kita tinggal pilih dengan cara yang bagaimana dan seperti apa.

Sampai jumpa pada desember 2016 wahai Lembah Tidar !

1 komentar:

  1. Semangat terus bang ichsan.... Kami hanya bsa mendoakan dan memberi kata pnyemangat... Isyaallah 2017 sudah membawa 1 balok emas... Amin yra...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.