Menanti Batas

Beberapa hari yang lalu, salah satu figur sosok yang menjadi teladan untuk saya berkunjung ke Jakarta. Agendanya yaitu untuk selebrasi wisuda Strata-1 yang baru saya hadiri pada tahun ini setelah lulus dua tahun silam. Dalam waktu bersama beliau, banyak percakapan yang kami lakukan, mulai isu politik Ahok yang mau jadi Gubernur lewat jalur independen dengan kinerja yang benar-benar terbukti dengan keadaan Jakarta saat ini, sampai beberapa isu tentang keluarga.

Dari berbagai hal yang menjadi bahan perbincangan kami, terdapat satu bahasan yang seakan hanya berjalan satu arah. Yaitu pembahasannya mengenai kegagalanku pada seleksi Pa PK periode kemarin. Seakan apa yang disampaikannya untuk menguatkan dan mungkin ini saya untuk menghentikan langkah mencapai apa yang tengah saya kejar.

Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan saya agar saya selalu bersyukur dan mengatakan bahwa mungkin kegagalan tersebut adalah kehendak Allah, dan mungkin Allah mempunyari rencana lain untuk saya yang lebih baik dibanding pilihan saya kemarin.

Tapi, saya memiliki pandangan tersendiri akan hal tersebut. Karena mengingat beberapa kisah senior-seniorku di Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur yang saat ini menjadi Perwira TNI, banyak dari mereka yang gagal bahkan sampai 4x namun tetap berusaha hingga akhirnya memperoleh kesempatan. Dan disini, jika memang kegagalan adalah jawaban untuk manusia mencari jalan yang lain dapat dibenarkan, bagaimana tentang seniorku Kapten Angga yang telah sukses mewujudkan mimpinya namun harus mengalami kegagalan sampai kesekian kalinya ?



Saya tetap percaya, Allah adalah satu-satunya jalan. Selama hidup saya tak pernah mengejar apapun, dan kali ini saya hanya memiliki satu tujuan yang akan saya usahakan sampai batas waktunya nanti.

Pengalaman berkunjung ke Akademi Militer merupakan momen terbaik dalam hidup saya, dan saya akan berusaha mewujudkannya.


Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar