Memanfaatkan Aplikasi Pemesanan Bluebird

Bersama Pak Jaenudin - SDK1197
Nama saya Ichsan, sebagai seorang perantauan dari kota Mojokerto, saya menginjakkan kaki di Kota Jakarta pada tahun 2010, memulai kehidupan sebagai seorang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi dan lulus di tahun 2014 membuka jalan bagi saya untuk bekerja di salah satu perusahaan migas swasta yaitu PT. Shell Indonesia.

Sebagai karyawan dengan jabatan Terminal Operation Adm - Dispatcher, mengharuskan saya untuk bekerja dengan sistem shifting. Ya, itu merupakan sebuah pilihan pahit yang mungkin dirasa beberapa orang berat karena bisa dibayangkan, ketika orang lain lelap tertidur kami para staff terminal operation harus terbangun dan bekerja, dan ketika orang berangkat kerja dengan dandanan rapi dan wangi pada saat itu juga kami baru pulang bekerja.

Memulai karir pada Oktober 2014 dengan lokasi bekerja di Vopak Terminal Jakarta, Koja - Jakarta Utara mulai terasa berat dikarenakan terdapat beberapa aturan perusahaan mengenai safety. Ya, tentang keselamatan. Bagi pembaca yang belum mengetahui lokasi kerja saya yaitu di Koja, Tanjung Priuk saya akan sedikit menggambarkan mengenai seberapa berbahayanya area Koja itu.

Koja adalah sebuah wilayah kecamatan di Indonesia, yang terletak di Kota Jakarta Utara dan merupakan Pusat Pemerintahan dari Kota Administrasi Jakarta Utara. Sebagai seorang mahasiswa yang berkampus di Jakarta Timur dulu, saya sangat menghindari sebuah kunjungan ke kawasan Jakarta Utara, selain karena Koja merupakan daerah yang rawan kriminalitas, daerah Koja juga terkenal kawasan yang padat dan macet. Karena disana terdapat sebuah pelabuhan Tanjung Priok yang kegiatan bongkar muat kapal terpusat disana. Bisa dibayangkan betapa banyak dan seringnya truk-truk kontainer dengan ukuran besar dan beban sangat berat melintas dikawasan itu.

Bahkan saya sangat mengingat kunjungan pertama kali saya ke Koja dalam agenda menghadiri pernikahan anak dari senior saya dan saya terpaksa melintas di Jalan Jampea, perasaan jantung berdegub sangat kencang ketika saya yang membawa motor kecil harus bersebelahan dengan truk-truk kontainer dengan ukuran sangat besar itu. Tak terbayang ketika saya atau sang pengemudi saling bersenggolan, tak tahu seperti apa jadinya nanti.

picture by : http://suaracargo.com/
Bahkan, cerita tentang Koja yang rawan kecelakaan juga saya dapatkan dari rekan kuliah saya, Ebes yang berdomisili di Jakarta Utara . Dalam suatu ketika dia pernah terjatuh dari motor di Jalan Jampea, Koja Tanjung Priok dan ketika dia jatuh dia di bantu oleh tukang tambal ban disekitar situ. Dengan polosnya tukang tambal ban tersebut berkata kepadanya bahwa Ebes bahwa dia adalah satu-satunya orang yang dilihatnya jatuh di Koja namun masih selamat. Bisa di bayangkan betapa bahayanya area tersebut.

Pada awal masuk kerja, saya di mentori oleh Bang Hasan tentang peraturan dan sistem bekerja di kantor. Salah satu peraturan kantor adalah, kita wajib menitipkan motor di SPBU Shell Yos Sudarso lalu menggunakan taxi Bluebird dari SPBU Shell Yos Sudarso ke kantor Vopak Terminal Jakarta. Salah satu alasan diberlakukan hal itu untuk keselamatan karyawan. Dan Bang Hasan pun bercerita tentang salah satu petugas keamanan Vopak Terminal Jakarta yang bekerja selama hampir 3 tahun namun mengalami kecelakaan tertabrak dengan truk kontainer di Jalan Jampea padahal dia merupakan orang Tanjung Priok yang kenal betul dengan kondisi jalan.

Pemesanan taxi bluebird melalui aplikasi
Rute rutin penggunaan taxi

Mendengar hal tersebut, dengan terpaksa namun senang hati saya mengikuti salah satu aturan keselaman tersebut. Terpaksa karena saya sudah menghitung berapa durasi yang saya butuhkan untuk berangkat lebih awal untuk mempersiapkan diri menghadapi kemacetan dengan kendaraan apalgi berupa mobil, dan saya senang hati karena dengan cara itu saya bisa mengurangi potensi kecelakaan terlebih sebagai orang yang bekerja dengan sistem shifting yang terkadang berangkat dan pulang kerja dalam keadaan sangat lelah dan mengantuk berat.

Rutinitas pun dimulai dari awal november, pada shift pagi saya harus berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB dan tiba di SPBU Shell Yos Sudarso pada 06.45 WIB, lalu menunggu taxi di depan Wisma SMR. Karena padatnya jalan saya baru bisa mendapatkan taxi Bluebird sekitar 30 menit. Dan ketika pagi kondisi jalan sangat macet saya aru tiba di kantor dalam waktu 30 menit. Sehingga saya baru tiba di kantor sekitar pukul 07.45 WIB.

Lain cerita ketika saya bekerja dengan shift sore, yang menjadi masalah adalah ketika pulang kerja. Ketika pulang kerja pada pukul 00:30 WIB, untuk menunggu taxi bisa sampai 2 jam, karena sepinya lalu lintas. Pilihan untuk mengorder taxi lewat handphone terkadang terkendala dengan pulsa, maklum perantauan harus berhemat.

Begitu pula dengan shift 3, untuk berangkat dari SPBU Shell Yos harus menunggu taxi karena kondisi jalanan yang sepi dan pulang dengan kondisi macet parah karena orang berangkat bekerja. Namun muncul sebuah ide hasil percakapan dengan beberapa pengemudi dari pool taxi bluebird kepala gading dengan nomor pintu KE dan KDE. Saya mencatat nomor handphone pengemudi dan setiap mau berangkat kerja saya selalu mengirimkan sms kepada mereka untuk menunggu di SPBU Shell Yos Sudarso, cara ini saya ambil agar saya dapat memangkas waktu saya 30 menit untuk menunggu taxi.

Cara ini sangat efektif, bahkan saya sempat mencatat lebih dari 1 nomor handphone driver dan saya pun menginfokan kepada rekan-rekan kantor untuk melakukan hal yang sama. Ya sebuah cara untuk mengakali waktu terbuang percuma meski mungkin cara ini sangat menyebalkan bagi para pengumudi Bluebird karena mereka yang harus menunggu kami.

Dan pada saat saya pulang shift 2 yaitu jam 00:30 WIB. Setelah menelepon operator Bluebird di 021 - 79171234 untuk memesan taxi dengan pulsa yang lumayan, dan menunggu cukup lama. Barulah saya mendapat telepon dari driver bluebird. Setelah taxi datang dan ketika dalam perjalanan driver membuka beberapa bahan obrolan salah satunya menanyakan aktifitas saya yang pulang kerja tengah malam begitu. Saya sempat mengeluhkan kepada dia bahwa untuk mendapatkan taxi tengah malam begini susah sekali, kalau telepon operator sayang pulsa. Sang pengemudi pun berkata "Sekarang sudah ada aplikasi pak, kalau Bapak order melalui hp orderan itu langsung masuk ke alat ini dan ga perlu waktu lama pasti ada yang datang", sambil menunjuk sebuah alat seperti radio di atas dashboard kemudinya. "Kalau bapak pesan lewat operator, itu operator yang carikan dan kalau lewat aplikasi langsung ke supir". 

Aplikasi Pemensanan Taxi Bliebird
Aplikasi Pemesanan Taxi Bluebird
Dari penjelasan itu, saya pun baru tersadar dengan lembaran "Taxi Reservation" yang selalu tertempel di belakang sandaran belakang kursi pengemudi. Disitu menerangkan untuk beberapa area khususnya Jakarta kita bisa mengorder taxi melalui smartphone. Sebagai seorang sarjana komputer, saya baru tersadar kenapa saya tidak menggunakan cara tersebut.

Sebagai pengujian, segera saya menginstal aplikasi tersebut di handphone android saya, dan saya mencoba mengorder dengan pengaturan lokasi dan jam pun saya estimasi dengan kesesuaian saya tiba di SPBU Shell Yos Sudarso yaitu untuk penjemputan pukul 15:30 WIB. Karena estimasi saya, perjalanan macet dari SPBU Shell Yos Sudarso ke Kantor memakan waktu paling lama 30 menit. Namun ternyata ketika dalam perjalanan dari rumah ke SPBU Shell Yos Sudarso, saya mendapat telepon berulang kali, karena saya pikir penting segera saya meminggirkan kendaraan dan parkir, kalau tidak salah pada saat itu waktu masih menunjukkan pukul 15:00 WIB. Setelah saya angkat, ternyata telepon tersebut datang dari pengemudi bluebird yang sudah menunggu saya di SPBU Shell Yos Sudarso. Saya sangat terheran-heran karena taxi datang lebih awal dari jam yang sudah saya tentukan melalui aplikasi, saya pun memeriksa kembali pemesanan saya di aplikasi handphone yang tertulis dengan benar pemesanan untuk jam 15:30 WIB akan tetapi taxi datang 30 menit sebelum waktu yang ditentukan.

Ketika 30 menit tiba di SPBU Shell Yos Sudarso, saya melihat ada sebuah taxi yang menunggu di area parkir SPBU Shell, setelah memarkirkan motor saya langsung masuk ke dalam taxi, dan pegemudi bertanya "Dengan Bapak Ichsan ?", saya pun mengiyakan, saya pun membenarkan bahwa ini adalah taxi pesanan saya. Dalam perjalanan saya bertanya kepada pengemudi, "Pak kok datangnya cepet banget?" Pengemudi pun menjelaskan itu merupakan salah satu service pak, lebih baik kita yang menunggu dari pada customer yang menunggu. "Yes, mantap banget nih aplikasi", dalam benak saya. Rasa senang karena saya bisa mempercepat waktu kedatangan saya di kantor.

Dan hal ini saya ceritakan kepada semua rekan kerja saya dari staff selevel dengan saya sampai Supervisor saya, jadi ketika ada keperluan business operation mereka tidak perlu lagi membuang pulsa cukup asal punya kuota sedikit untuk mengorder dan taxi akan datang dengan segera. Dan mulai saat itu, saya tidak pernah lagi berdiri di depan gadung SMR untuk melambaikan tangan memasang muka melas berharap kedatangan taxi yang terkadang acuh untuk menjemput saya dan hanya bisa menyalakan lampu dim karena sedang memiliki penumpang :) .

Oia, ada lagi satu cerita, yang membuat saya sangat bersyukur dengan adanya aplikasi taxi reservation bluebird. Kita bisa melihat history dari taxi yang pernah kita pesan baik itu nomor pintu dan juga siapa pengemudinya serta fotonya. Beberapa waktu lalu ketika di kantor ada acara Safety Day yang dirayakan di kantor Puninar Fueller daerah Cakung. Saya memesan taxi Mobilio untuk menuju acara tersebut, Kak Ayu, Yonathan, Rama, dan Bang Boby dan saya bersama-sama menuju kantor Puninar Fueller dengan taxi berkapasitas 5 orang tersebut. Dan entah bagaimana,handphone Kak ayu tertinggal di taxi tersebut dan tersadar ketika kita sudah tiba di lokasi cukup lama. Setelah menelepon operator bluebird menceritakan kejadian tersebut, operator bertanya nomor mobil dan siapa pengemudinya dan tak ada satupun dari kita yang ingat. Karena kita tak pernah mengingat hal yang mungkin menurut kita adalah "hal sepele". Ya hal sepele, ngapain sih mengingat nomor taxi dan siapa pengemudinya. Tapi untuk kondisi seperti ini, kita benar-benar membutuhkan dan sangat menyesal karena tidak mengingat nomor taxi dan pengemudi taxi yang baru saja kita tumpangi tadi.

Dan saya baru ingat, dalam salah satu menu aplikasi pemesanan taxi Bluebird, terdapta menu history, "Oke bro, promblem is relaay clear", celetukku kepada rekan-rekan yang lain. Di menu tersebut tertera dengan jelas siapa dan berapa nomor taxinya, setelah mendapat data tersebut, saya diminta oleh operator untuk datang ke poll taxi duren sawit esoknya karena saat ini pengemudinya sedang mengantar penumpang ke daerah cibubur. Kak Ayu pun mulai lega dan karena rumahku di Kalimalang yang paling dekat dengan lokasi pool duren sawit dari rekan-rekan yang lain, Kak Ayu memintaku untuk mengambilkan handphone tersebut.

Keesokan harinya saya datang ke pool taxi duren sawit, dan saya kira saya langsung bisa mengambil handphone tersebut, tapi saya di tanya-tanya dulu oleh petugas tentang detail atau ciri-ciri handphone dan saya diminta menyebutkan 2 nomor handphone, lalu saya sebutkan nomor handphone saya dan nomor handphone supervisor, dalam pikirku tak mungkin kak ayu tidak punya nomor handphone saya dan Pak Robby. Setelah memberikan fotocoty KTP kepada petugas, saya pun diberikan handphone Kak Ayu dan saya mengantarkan handphone tersebut ke kantor karena dia sedang bekerja. Setibanya di kantor, kak ayu pun mengatakan sendiri kalau pada saat itu pakai taxi lain atau tidak order lewat aplikasi, mungkin Kak Ayu harus puasa untuk membeli handphone lagi.

Itulah sedikit cerita tentang aplikasi pemesanan bluebird, bukan hanya sekedar tentang aplikasinya. Tapi tentang siapa dibalik taxi itu. Ya Bluebird adalah sebuah perusahaan dengan sistem manajemen yang sangat baik. Kepercayaan benar-benar menjadi modal perusahaa tersebut, dari cerita kehilangan handphone, integritas pengemudi yang menjemput 30 menit sebelum waktu yang ditentukan, saya rasa pengguna yang loyal kepada bluebird mengerti tentang kualitas pelayanan bluebird. Dan saya benar-benar merasa puas terhadap service yang diberikan oleh bluebird.

Tulisan ini diikutsertakan pada My Blue Bird Blogging Competition yang diselenggarakan oleh PT Blue Bird Tbk

Aplikasi Taxi Reservation Bluebird
Aplikasi Pemesanan Taxi Bluebird


1 komentar:

  1. keren ya mas, aplikasi my BB mempermudah untuk kerja, keren hp nya bisa kembali lagi :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.