Kamis, 04 Februari 2016

Pengalaman Pasang Alarm Motor Byson FI







Alarm motor, merupakan salah satu solusi untuk mengamankan kendaraan yang kita dapatkan dengan susah payah. Alasan untuk memasang alarm motor karena kita sangat memahami kondisi lingkungan kita yang kurang aman dari sentuhan pencuri. 


Pada 5 Januari 2016, saya menuju ke daerah Otista Jakarta Timur. Berbekal informasi dari rekan kerjaku Yonathan bahwa daerah otista merupakan lokasi penjualan alat-alat motor dan saya berasumsi bahwa disana pasti terdapat alarm motor. Menyusuri jalanan otista dari terminal kampung melayu, saya melihat deretan bengkel custom motor dan dalam penyusuran saya, saya melihat satu toko elektrikal motor yang menjual lampu, setelah memarkirkan motor saya pun bertanya kepada penjualnya apakah terdapat alarm motor. Sang koko pun mengeluarkan beberapa beberapa model alarm motor yang sama fungsi namun beda merk. Setelah memilih, alarm motor dengan Merk Panastar yang dibandrol harga Rp 230.000 saya pun bertanya kepada Koko apakah bisa sekalian di pasang, namun koko menunjuk saya kepada teknisi warga kampung sekitar yang duduk di depan tokonya agar saya langsung nego harga pasang kepada teknisi tersebut. Saya pun langsung bertanya kepada sang teknisi tersebut namun dia mematok harga yang cukup tinggi yaitu Rp 100.000 padahal yang saya dengar dari Yonathan bahwa harga pasang Rp 50.000. Tentu saja saya menolaknya, setelah membayar Alarm Motor saya pun beralasan kepada koko untuk memasangnya di bengkel langganan saja. Namun, setelah saya membeli alarm tersebut saya menyusuri bengkel dan saya melirik toko yang memasang tulisan pasang alarm motor, kupinggirkan motor dan saya pun bertanya "Pak, bisa pasang alarm motor?" teknisi jalanan itu langsung menyanggupi dan meminta ongkos pasang Rp 50.000 saja, oke laksanakan !

Sambil mengamati dia membongkan motor, dan memasang beberapa kabel dan rangkaian elektrikal dan relay, ternyata setelah di uji coba terdapat beberapa fungsi motor yang tidak berfungsi. Sebagai informasi, alarm motor dengan remote mempunyai beberapa fungsi seperti mengaktifkan alarm, menonaktifkan alarm, menyalakan motor hanya dari remote, dan menyalakan suara yang biasanya digunakan untuk mencari motor jika kita di parkiran. Setelah di pasang, ternyata fungsi dari menyalakan motor dari remote tidak berfungsi, saya diminta untuk menukarkan komponen ke toko yang menjualnya.

Setelah saya menukarkan komponen yang diminta sang teknisi ke toko penjual alarm, dan teknisi memasang lagi ternyata masih saja tidak berfungsi. Maka saya dan teknisi kembali ke toko tersebut untuk menukarkam komponen tersebut dan setelah menukarkannya dan dipasang akhirnya berfungsi. Semua fungsi alarm motor tersebut berfungi baik dan normal. Dan akhirnya saya menyelesaikan administrasi dengan teknisi dan akhirnya pulang.

Namun kebahagiaan memakai motor dengan remote ibarat memakai mobil cukup sampai tanggal 1 Februari 2016. Pada hari itu saya cukup dibuat pusing karena motor yang sedang saya aktifkan alarmnya ternyata tidak bisa dinonaktifkan alarmnya, setelah utek sana sini dan membuat ribut lingkungan sekitar akibat alarm motor yang berbunyi sangat berisik saya pun menyerah. Saya berasumsi alarm motor tidak bekerja karena kebasahan oleh hujan, setelah berunding dengan Manager dari SPBU Shell Jatiwaringin tempat saya menitipkan motor ketika itu, saya pun meminta untuk menginapkan motor semalam agar mengeringkan motor, namun ketika saya kembali ke hunian saya ternyata hujan sangat lebat. Berbekal mantel saya menembus hujan untuk jalan kaki dari hunian saya ke lokasi SPBU Shell Jatiwaringin tempat saya menitipkan motor, dengan membawa sebuah banner berukuran 1x1 meter saya menutup jok motor tempat disimpannya alarm motor. Setelah memarkirkan motor dengan secara rapi saya pun bismillah semoga motor ini aman hingga esok.


Alarm Motor Penstar
Esok harinya saya kembali ke Shell Jatiwaringin, mencoba menonaktifkan alarm motor dengan remote dan ternyata tidak bisa. Oke, saya menyerah untuk bersabar. Saya pun menuju ke bengkel-bengkel sekitar kawasan jatiwaringin dan bertanya apakah teknisi-teknisi itu mengerti alarm motor namun mereka menjawab tidak. Saya memutuskan untuk kembali menuju Otista dan bertanya kepada koko penjual alarm tersebut, setelah tiba di lokasi sang koko pun menerangkan bahwa hal itu disebabkan oleh soket yang basah dan dia menginstruksikan untuk mencopot kabel sambungan soket. Ya, dengan segera saya kembali ke SPBU Shell Jatiwaringin, berbekal dua obeng ditemani Ramadan saya pun mengeluarkan jurus anarkis. Ya kami berusaha membuka jok motor dengan bunyi alarm yang membuat warga sekitar cukup emosi, dengan menggunakan sebuah cutter akhirnya saya memutus kabel yang menuju ke arah speaker dan finally, penderitaan selesai !

Dengan perasaan lega namun cukup emosi, saya menggeber motor kembali ke hunian. Oke, pengalaman yang sangat indah dengan alarm motor. Sekarang waktunya membeli gembok sebesar-besarnya sebagai pengaman motor.


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search