Kesetiaan Semua Pria



Berbicara kesetiaan, mungkin semua akan lebih mengarah kepada keteguhan mempertahankan komitmen yang pernah dibuat. Pada kesempatan kali ini, saya akan coba membahas mengenai kesetiaan dalam sudut pandang saya sebagai laki-laki dan dari beberapa referensi perilaku yang ada, sudah tentu termasuk pola pikir saya tentang apa itu kesetiaan.


Menginjak usia yang semakin dewasa, terlebih dengan munculnya banyak sekali sinetron, media sosial dan lain sebagainya, semakin mendekatkan mereka yang belum cukup usia untuk belajar apa itu relasi dengan lawan jenis. Mungkin Anda semua sudah memahami apa yang saya maksud, ya itulah "Pacaran".

Pacaran merupakan sebuah relasi yang dibuat oleh dua orang untuk saling menjaga hati satu sama lain. Istilah pacaran pada saat ini mungkin sudah dikenal bahkan sampai anak yang tengah duduk di Sekolah Dasar juga. Tapi, mungkin komitmen tersebut bisa di bilang hanya games, dan akan berubah menjadi sesuatu yang seram dalam pengetahuan yang kurang dan beranjaknya usia pula.

Bagi saya sendiri, istilah pacaran saya sudah kenal sejak duduk di Sekolah Dasar. Ketika masa saya, belum ada sinetron apalagi gadget media sosial yang memiliki fitur "Berpacaran" atau "In relationship" atau apalah itu. Namun, sudah ada beberapa telenovela remaja yang mendeskripsikan hal tersebut. Untuk saya saat itu, saya cukup mengacuhkan dan tidak membuat relasi dengan siapapun. Semasa itu saya hanya sebagai ekor, dalam permainan antar-mengantar teman ke perempuan yang disukainya yang dia mengaku sebagai pacar.

Dari situ dapat diketahui bahwa kita pada umumnya kita semua sudah mengenal atau bahkan mengetahui istilah pacaran atau membangun relasi sejak usia yang masih sangat muda. Terlepas dari mau atau tidaknya individu tersebut membuatnya.

Mengenal dari usia yang sangat dini, membuat beberapa individu terkadang menjadi sangat ahli, entah ahli menjaga hati atau ahli dalam memainkan peran dan watak kepada pasangannya masing-masing. Dan saat ini, saya sering terkagum-kagum kepada mereka yang berhasil mempertahankan komitmen dalam waktu yang cukup lama hingga mampu tiba di pelabuhan akhir yaitu pernikahan.

Ya, pernikahan mungkin adalah sebuah finish line dari sebuah start line "Pacaran". Namun, apakah itu sudah mampu mendeskripsikan bahwa keduanya setia ? Dan ijinkan kali ini untuk saya untuk berucap "Belum Tentu".

Semasa kuliah hingga saat ini, saya berada disekitar rekan-rekan yang beraneka ragam baik watak, suku, latar belakang, umur dan lain-lain. Dan yang bisa saya katakan adalah, kita tidak bisa memukul rata kesetiaan berdasarkan jenis tertentu dalam pengertian jika usianya sudah tua tentu setia, atau jika orang jawa tentu setia atau jika dia anak pertama tentu setia, yang bisa saya katakan disini bahwa indikator tersebut sama sekali tidak berfungsi.

Ada satu candaan yang pernah saya umpatkan kepada beberapa teman, yaitu "Mengapa laki-laki tidak pernah setia ?" apakah Anda tahu ? Ya, tentu saja karena mata pria ada di depan. Jika mata pria ada di belakang atau dibagian samping kepala maka dia tidak akan pernah selingkuh. Hal ini berdasarkan pandangan saya sendiri, karena beberapa pria meskipun sedang bersama wanitanya seringkali mencuri kesempatan untuk melirik wanita lain padahal belum tentu wanita yang dilihatnya lebih cantik, lebih cerdas, lebih pengertian dari wanita yang ada disamping atau dibelakangnya. Ya, itulah pria, dan mereka semua sama, termasuk saya.

Hal itu sudah seperti insting bagi semua pria, untuk menggerakkan mata atau kepala ketika mengetahui ada wanita cantik, mungkin seperti ada radar atau magnet yang terletak di dalam otak yang otomatis menggerakkan kepala dan mata pria yang terkadang sulit untuk dikendalikan. Terpikir itu adalah sebuah hal buruk ? Tunggu dulu.

Saya memiliki sebuah cerita tentang teman yang memiliki sebuah masalah dengan ketertarikan dengan wanita, bisa dibilang dia pernah terlibat dalam sebuah masalah dan membuatnya menjadi demikian. Setelah keterbukaan kepada saya, saya coba memahami dan berusaha mencari solusi untuk masalahnya tersebut. Dan salah satu hal yang buat saya tidak percaya adalah, ketika dia berpapasan dengan wanita cantik, tidak ada keinginan di kepalanya untuk sekedar menengok atau melirik atau bahkan sampi nekat berkenalan, jadi dengan kata lain jika Anda wanita memiliki pria yang terkadang masih melihat wanita lain ketika bersama Anda, bersyukurlah karena pria Anda adalah pria yang normal dan tidak memiliki masalah dengan ketertarikan sesama jenis.

Hal bodoh diatas, merupakan insting atau anugerah yang dimiliki semua pria, banyak pria yang tidak bisa mengontrol, tapi tentu saja masih ada pria yang bisa mengontrol hal tersebut. Alasan kendali insting tersebut mungkin berdasarkan sebuah pemikiran semua wanita sama cantiknya jika dibawa ke salon dan diberikan pakaian yang bagus dan pantas serta tidak semua wanita memiliki sifat dan kecerdasar seperti wanita disamping saya.

Mungkin pikiran atau kesadaran tersebutlah yang membuat pria mampu mengontrol instingnya, yang dimana hal tersebut terkadang menjadi awal dari mempertaruhkan kesetiaan atau komitmen itu. Karena sudah menjadi kodrat manusia yang tidak pernah puas dan selalu mencari hal yang lebih dan lebih. Bagi orang yang tidak pernah bersyukur, sudah tentu akan selalu menengadahkan kepala melihat langit mana yang paling tinggi. Tapi, hal ini tidak hanya berlaku pada pria saja, wanitapun juga.

Tidak sedikit saya mendengar cerita senior, rekan, atau bahkan sahabat saya yang ditinggalkan karena sang wanita lebih memilih pria yang lebih mapan. Itu mungkin adalah realita. Dan tidak hanya terjadi bagi pria dan wanita. Dan ketika kita kembali mempertanyakan, apakah semua pria itu setia ? Tidak. Tapi ada pria yang mampu memberikan seribu alasan untuk tidak menghancurkan komitmen yang telah dibuatnya dengan wanitanya.

Kenali priamu, berikan support terbaik yang bisa kamu lakukan. Karena sedikit pengorbanan yang kamu lakukan, memberikan banyak alasan untuk priamu menjaga hati dan matanya untuk wanita terbaiknya.

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar