Biarkan Tertidur



Mimpi, merupakan bayangan yang muncul kala raga terlelap dalam letihnya berkegiatan. Mimpi bak film yang berputar sesuai keinginan kita namun kita tak perlu mengantri tiket untuk mendapatkan kursi untuk duduk dan menontonnya hingga kredit pembuatn film pun muncul. Karena, kita lah sayang creator film mimpi itu.


Sebulan sudah berlalu, kenangan pahit yang terlalu menusuk raga. Dalam setiap bioskop lelahku, selalu saja film tentang itu selalu berputar-putar, dan seraya mengajakku untuk tetap terus bermimpi meskipun dalam keadaan sadar. Dan pernah dalam suatu ketika, tak sengaja meneteskan mata, saya pun secara tiba-tiba tersadar bahwa saya sedang meneteskan air mata namun entah karena apa dan untuk alasan apa. Apakah itu karena saya tidak mampu meraih adegan film tersebut, ataupun itu merupakan tanda perjuangan baru saja di mulai.

Mimpi itu selalu menjadi film utama dalam setiap lelap, seakan dia berteriak "Hei Ichsan ! Bangun dan gapailah aku ! Namun tetap saja kembali pada sebuah realita, apa yang kita harapkan belum tentu yang terbaik. Sebagai manusia, merupakan sebuah kodrat untuk terus berusaha namun tetap memasrahkan kepada sang pencipta.

Wahai mimpi, terima kasih atas semua pengingatmu. Sampai umur mencapai batas akhir, tetaplah temani saya walaupun pahit terasa biarkan engkau tetap hidup dalam sekian jam kegiatanku meski ku menikmatimu hanya ketika terlelap.


Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar