Album Yang Indah



Instagram @eightsun

Tahun 2015 telah berlalu. Satu tahun penuh cerita berakhir sudah. Tahun yang penuh perjuangan, pelajaran dan juga kenangan telah ditutup dan menjadi bahan orientasi dalam menjejakkan langkah satu tahun kemudian.


Saya sangat mengingat benar metamorfosis yang saya alami di tahun 2015 itu, dari kehidupan mahasiswa yang berganti menjadi kehidupan seorang karyawan swasta. Dari pengharapan makan hanya dari orangtua hingga mampu membeli semua kebutuhan dan keinginan sendiri. Dan juga di tahun itu pula saya selangkah hampir mendekati mimpi saya.

Saya menyadari, banyak sekali kesalahan yang saya lakukan di tahun tersebut, banyak sekali kekurang bersyukuran saya kepada maha pencipta atas segala karunia yang telah diberikan kepada saya. Saya terlalu sombong dan angkuh sampai lalai dan lupa kepadanya. Dan benar saja, akhirnya saya diberikan pukulan keras yang masih tertanam hingga saat ini. Mungkin itulah cara-Nya mengingatkan saya atas keburukan yang telah saya lakukan di tahun tersebut.

Mundur satu langkah mungkin itu yang telah terjadi, dengan kegagalan saya meraih apa yang saya cita-citakan membuat saya harus mengatur ulang rencana untuk membahagiakan keluarga saya. Karena saya selalu menargetkan rencana-rencana pada setiap umur saya. Namun kembali lagi bahwa Manusia berencana, tetap Allah yang menentukan. Saya hanya berharap, Allah akan menjaga orangtua saya dan memberikan mereka umur panjang yang barokah hingga mampu mendampingi saya ke titik puncak karir saya nanti.

Hingga kinipun, saya belum mampu memastikan dimana saya akan mengakhiri karir saya nanti. Mungkin awalnya dalam keputusasaan saya, saya telah menetapkan bahwa saya hanya akan mencoba mendaftarkan diri ke Perwira Prajurit Karir hanya satu kali, namun setelah saya pikirkan lagi kegagalan kemarin hanyalah peringatan Allah agar saya menyiapkan diri dahulu dan memantaskan diri dan ketika saya memang sudah pantas dan sudah siap Insyaallah kesempatan itu akan diberikan olehnya. Dalam setiap lamunan saya mengenang kegagalan saya, saya mengingat orang-orang lain yang bernasib sama seperti saya. Contohnya ketika dalam perjalanan pulang dari Magelang ke Jogja kemarin, dalam sebuah Busway saya terheran-heran karena terdapat seorang rekan yang telah 8x gagal mendaftar menjadi Prajurit TNI. Saya rasa dibutuhkan sebuah dedikasi yang besar dalam berusaha meraih apa yang dicita-citakan sampai 8x seperti itu. Dan saya baru satu kali saya sudah menyerah ? Tentu tidak. Belum lagi rekan saya dari Kota Medan Bang Taufiq, dia sarjana hukum yang gagal menjadi Perwira TNI sama seperti saya dan saat ini dia belum juga bekerja karena masih kecewa karena kegagalan dia kemarin sedangkan saya sudah mulai bekerja meskipun kecewa saya tetap melanjutkan hidup tidak seperti dia. Disini saya merasa cukup beruntung. Dan yang selalu saya buktikan adalah jangan pernah merasa diri paling susah.

Tahun yang benar-benar bermakna bagi saya, saya berharap orangtua saya terutama ibu saya masih bersabar menanti anaknya hingga mampu menjadi seseorang yang mapan. Ya, mapan. Sebagai anak prajurit yang hidup tidak berlebihan dan tidak kekurangan saya cukup bersyukur. Meskipun saya mempunyai latar belakang pendidikan yang kurang berprestasi dan kurang bergengsi setidaknya saya masih diberikan kesemapatan untuk mengenyam bangku perkuliahan oleh Allah. Kesempatan yang tidak diberikan kepada semua orang, rekan-rekan saya di SMK pun meskipun mereka pandai, mereka terpaksa bekerja untuk menghidupi keluarga walaupun keinginan mereka untuk berkuliah sangat besar. Saya merasa mereka jauh lebih pantas kuliah dari pada saya, tapi Allah memberikan saya kesempatan berkuliah dengan perjuangan yang maksimal.

Semua cerita di tahun tersebut, benar-benar di luar dugaan saya. Pengalaman merasakan atmosfir Akademi Militer, bekerja di Shell Indonesia dan memori lama yang kembali datang merupakan hal-hal yang saya tidak pernah kira sebelumnya akan terjadi. Dan itu semua menjadi bahan pelajaran saya untuk tahun-tahun berikutnya. Pelajaran yang tidak akan saya dapati di bangku perkuliahan, kurus dan training manapun. Pelajaran tentang kehidupan, pilihan, komitmen, kesyukuran, dan upaya memperbaiki diri.

Kita tidak akan pernah tahu suatu hal jika kita tidak pernah mencoba dan memaksakannya. Kalau dibilang hidup ini pahit, buat itu hangat untuk disajikan dalam gelas dan jangan lupa sediakan mangkuk kecil dan beri nama itu capuccino. Pasti semua orang akan menikmatinya dan mensyukurinya. 

Saya siap membenahi diri berbekal ilmu dari tahun lalu, sebuah persiapan untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Semua demi orang-orang tercinta dan terkasih. Karena sesuatu akan lebih bernilai jika kita melakukannya bukan untuk diri kita sendiri.

Selamat tahun baru 2016, tahun baru, semangat baru, harapan baru dan pencapaian baru.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.