Mencari Momentum

Buku Allah Sedang Menguji Kita Karya Ayu Nesia

Malas, ya kata itu sehari ini benar-benar menjadi kawan terbaik. Terbangun dari tidur dengan pikiran "Apa yang akan saya lakukan hari ini", menjadi pertanyaan yang berulang sepanjang hari. Hingga pada malam tiba saya menginjakkan kaki ke salah satu toko buku di Mall daerah Bekasi lalu saya menuju ke salah satu rak buku yang terdepan dan mengambil buku secara acak. Tanpa kutahu buku yang kuambil berjudul "Allah Sedang Menguji Kita" karya Ayu Nesia. Pikiran yang terlintas, "Mungkin quote ini memang cocok sekali dengan kondisiku". 

Ujian, ya sesuatu yang selalu sulit dan sangat sukar diterima oleh logika. Ujian yang Allah berikan ternyata tidak saja tentang kesusahan dan kegagalan, namun juga bisa berupa kesenangan dan kebahagiaan. Dalam beberapa pintasan saya membaca buku itu, saya tersadar bahwa mugkin saat ini Allah tengah menguji saya. Saya yang terlalu optimis, terlalu yakin akan lolos seleksi menjadi Perwira TNI berbekal pengalaman, persiapan dan segala yang telah kupersiapkan dengan matang sejak 2010 silam ternyata dapat gagal oleh suatu hal diluar dugaan.

Entah memiliki keahlian pemikir merupakan suatu kelebihan atau bahkan kekurangan. Hampir dalam setiap saat saya selalu berpikir tentang semua hal didepan, apa yang harus saya persiapkan, apa dampak dan manfaat serta apa-apa saja kendala yang akan saya hadapi. Terkadang saya benci menjadi seperti hal itu, saya ingin menjadi orang-orang yang tidak pernah memikirkan banyak hal dan hanya mengikuti arus akan apa yang akan terjadi. Rasa-rasanya hal itu bisa membuat hidup lebih ringan. Dan sekali lagi, saya menyalahkan apa yang telah Allah anugerahkan kepada saya.

Contohnya saja hari ini, dalam suatu kegiatan saya mungkin melamun, tapi mungkin kata yang lebih tepat adalah berpikir. Dalam perihal ini, saya selalu memikirkan tentang pekerjaan apa yang harus saya kerjakan sekarang, kemampuan apa yang harus saya kuasai, apa yang harus saya persiapkan, bagaimana tentang pendapatan dan pengeluaran dan lain hal sebagainya. Itu dan itu yang selalu menjadi pertanyaan dan terus berulang tanpa ujung hingga malam ini dan mungkin akan mulai besok saat saya terbangun kembali.

Mungkin dalam beberapa hari ini saya akan mencari kegiatan atau ide untuk inspirasi kegiatan yang dapat saya lakukan, saya mungkin membutuhkan beberapa referensi kegiatan yang harus saya lakukan. Karena saya selalu berperinsip sesuatu yang selalu direncanakan saja bisa gagal apalagi yang tidak, dan orang yang hidup tanpa target tujuan, dia tidak akan pernah bersemangat untuk hidup. Yang saya perlukan saat ini adalah menentukan target tujuan, dan menyusun rencana selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.