Laki-Laki dan Hadapi

Shell Indonesia at Puninar Fueller Cakung Jakarta Timur

Kemarin tepatnya pada tanggal 31 Desember 2015, selepas kerja shift 3 dan pulang pada pukul 09:00 terdapat beban pikiran yang menghantui sepanjang perjalanan dari kantor ke kediamanku, itu karena pada pukul 10.00 WIB saya memiliki undangan untuk menghadiri kegiatan di Base Puninar Fueller Cakung. Untuk acaranya sendiri bukan menjadi sebuah masalah besar untuk saya, namun pada acara tersebut sudah tentu terdapat para pimpinan saya mulai dari TOS Pak Andri, TOS-RT Pak Robby, TM Pak Agung dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang-orang yang masih memberikan saya kesempatan untuk bekerja, dan sejak masuknya saya kembali kedalam tim 28 Desember lalu saya belum bertatap muka langsung kepada mereka, dan hari ini adalah penentuan apakah saya akan menghadapi mereka atau tidak.

Tidur, ya itu sesungguhnya dapat menjadi alasan saya untuk menghindari mereka. Alasan bekerja shift 3 mengontrol semua pekerjaan untuk menutup close year dapat menjadi alasan kuat bagi saya untuk tidak hadir dalam acara tersebut yang mana alasan tersebut berdasarkan hasil rapat antara saya dan Kak Ayu partner kerja saya untuk satu bulan kedepan. Menurut kami, alasan itu adalah alasan yang paling logis untuk disampaikan kepada pimpinan dan mereka tidak akan keberatan karena ketidakhadiran kami, kenapa ? Ya Safety adalah nomor satu untuk Shell. Memaksakan diri bekerja, berkegiatan ketika ngantuk sangat berbahaya dan mengandung resiko. Jangan karena memaksakan hadir atau bekerja ketika mengantuk malah akan menyebabkan kecelakaan. Itu yang sangat dihindari oleh Shell. Ya, dari perusahaan ini saya belajar pentingnya keselamatan dalam berbagai aspek, sampai aspek terkecil contohnya pentingnya mengganti galon air secara benar dengan langkah-langkah yang benar.

Malu mungkin adalah jawaban yang pasti, bertemu orang yang sudah saya ucapkan selamat tinggal namun kini saya kembali lagi. Belum lagi harus menghadapi setiap hinaan atas kegagalan saya dimuka umum. Pikiran saya adalah bodoh jika tetap nekat menghadiri acara tersebut dan bertemu dengan semua pihak management Shell.

Namun, sebagai seorang laki-laki ini merupakan kosekuensi yang harus saya jalani akibat pilihan saya. Saya tidak boleh menghindari untuk mempertanggung jawabkan pilihan saya. Dan sebagai ucapan terima kasih saya, saya pun memberanikan diri melangkahkan kaki ke lokasi acara tersebut di Puninar Fueller - Cakung, Jakarta Timur.

Selepas mandi dan mengenakan baju yang baru dibagikan untuk kegiatan tersebut, saya memacu kendaraan roda dua saya dengan tetap menerangkan mata yang kian redup dalam setiap kilometernya. Sampai di kantor Vopak saya bertemu dengan Ramadan dan juga Yonathan. Setelah menunggu mereka selesai menyelesaikan pekerjaan kami pun secara bersamaan menuju kantor Puninar Fueller.

Dan ini adalah momen yang saya tunggu-tunggu dan saya hindari. Setelah sampai di Kantor Puninar saya bersama Ramadan dan Yonathan menuju ruangan Shell disitupun saya bertemu dengan Pak Andri TOS saya. "Hei koki, selamat datang ! Itu akibatnya durhaka sama orangtua, kamu dulu saya panggil prajurit karena kamu gagal sekarang kamu jadi koki ". Teriakan itu yang menyambut saya ketika kaki saya melangkah di ruang kerja Shell. Emosi ? Tidak. Karena mungkin itu adalah ucapan rindu Pak Andri kepada saya atas kepergian saya bertarung di Lembah Tidar Magelang. Saya pun berlari kearahnya dan menjulurkan tangan untuk berjabat tangan dan beliau pun menyambutnya. Saya tidak dapat mengucapkan kata apapun, saya hanya dapat berucap "Terima kasih pak atas kesempatan yang diberikan.". Dan beliaupun dengan ketawanya mengarahkan saya untuk bertemu dengan TM dan pimpinan yang lain diluar dimana acara berlangsung. Dengan jaket merah yang dititipkan kepada saya sebagai hadiah untuk Best Driver saya diarahkan untuk memberikan kepada TM untuk diserahkan kepada pemenangnya. Saya pun mengambil jaket itu dan saya melangkahkan kaki keluar dan mencari TM saya. 

Tak perlu waktu lama, saya pun dapat melihat dimana TM saya berada. Dengan langkah panjang saya mendatangi TM saya, berjabat tangan dan berucap terima kasih saya menyerahkan jaket tersebut. Oke dalam hati saya berteriak "Its not bad, its not bad as my expectation bro !" Dan saya pun memberanikan diri menemui para pimpinan yang lain dan para rekan kerja yang lain. Dan ketika mereka menanyakan alasan kegagalan saya, saya hanya bisa tersenyum sempit dan mereka pun tetap memberikan support agar saya mengulang lagi.

Ketika acara selesai, kami langsung memutuskan pulang. And finally hal yang buruk telah saya hadapi. Meski dalam agenda tersebut saya sudah bersiap untuk dihina, itu tidaklah terlalu buruk. Itu adalah resiko yang harus saya hadapi dan saya harus menjaga silaturahmi serta mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Tidak semua orang dapat diterima kembali ditempat kerja setelah memutuskan keluar. Saya merasa sebagai salah satu orang yang beruntung saat ini.

Hal yang buruk belum tentu buruk. Sebagai laki-laki kita harus mampu menghadapi dan bertanggung jawab atas setiap resiko dari pilihan yang kita ambil. Tidak ada yang buruk jika kita mampu memberanikan diri untuk menghadapi. Berani ? Apa arti kata itu ? Berani itu tidak pernah ada. Yang ada yaitu orang yang melawan rasa takut.


Dan dari sinilah saya akan banyak belajar.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.