Senin, 28 Desember 2015

A Second Chance

Shift 2, ya sore ini saya berparner dengan Kak Ayu. Saya mulai bekerja lagi sebagai Staff Operation Jakarta Terminal - PT. Shell Indonesia yang berlokasi di Vopak Terminal Jakarta daerah Koja Tanjung Priok. Ketika melangkahkan kaki ke dalam ruangan kerja, aneh rasanya. Berjumpa dengan rekan lama, seperti ada yang berbeda. Dalam kegiatan handover yang dilakukan dalam memberikan informasi pekerjaan dari Shift 1 ke shift setelahnya saya lebih banyak terdiam. Perbincangan antara kami, Kak Ayu, Bang Hasan dan Bang Hasyim terkesan satu jalur. Saya pun merasa tidak begitu antusias dan tidak seperti biasanya selalu meluncurkan candaan-candaan kepada salah satu diantara mereka, mungkin yang biasa saya hina adalah Bang Hasyim karena belum menikah hingga sekarang.

Hingga saya menyalakan Laptop di meja kerja dan mulai login dan membuka SAP R/3 sistem yang saya gunakan dalam mengerjakan beberapa laporan harian dan mengontrol kegiatan di Terminal, saya pun melihat kontak-kontak Staf yang sedang online dalam aplikasi Messenger Lync. Beruntungnya saya Supervisor saya dengan Jabatan Terminal Operation Supervisor Pak Andri tidak online hari ini, setidaknya saya butuh mental yang benar-benar terbuat dari baja berlapis baja untuk menghadapi setiap bully-annya. Namun, dalam list paling atas terdapat kontak Terminal Manager Pak Agung. 

Pak Agung merupakan Terminal Manager baru di Tim kami, asalnya dari Jawa tepatnya Jogja. Dengan memaksa, saya pun memilih option chat pada kontaknya dan memulai sapaan dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh pihak Management agar saya bekerja kembali tidak lama setelah kepulangan saya ke Jakarta selepas gagalnya saya dalam sidang Pantukhir Pa PK TNI 2015 lalu di Akademi Militer Magelang.

Dalam chat kami itu, berbagi beberapa cerita, dan yang tidak pernah saya pikir sebelumnya bahwa ternyata Terminal Manager saya pun pernah merasakan hal yang saya rasakan. Ya, kita sama-sama pernah gagal dalam sidang Pantukhir bedanya pak Agung yaitu dalam Pantukhir Taruna Akademi Militer Tahun 1998 dan saya pada Pantukhir Pa PK TNI 2015 namun rasa sakit dan penyesalan yang kita rasakan saya kira sama.

Saya sangat berucap syukur kepada Allah SWT atas jalan indah yang diberikan, atas solusi ditengah hancurnya dunia versi saya. Saya yakin, semua akan indah pada waktunya. Dan ini adalah waktu indah dalam saya memantaskan diri untuk seorang Ichsan yang lebih baik lagi. Mungkin saya harus gagal sebelum saya bangkit dan bertawa riang menceritakan kegagalan saya ini dimasa yang akan datang.

Dan berikut sedikit obrolan saya dengan Terminal Manager saya Pak Agung Purwanto :
 
 
Chat dengan Terminal Manager
 
 ========================================================================
Selamat sore Bapak, Saya ucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang Bapak berikan lagi kepada saya untuk Bekerja
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:34
sore mas Ichsan
sama-sama mas
manusia boleh berusaha, Tuhan yang punya jalan..... kita harus ikhlas menjalaninya
sampean harus punya mental yg kuat
siap gagal bukan siap menang
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:36
Baik pak saya akan maksimal, tidak akan sia-siakan kesempatan yang sudah Bapak berikan
Terima kasih banyak pak atas supportnya
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:36
makanya kita kasih kesempatan krn kita lihat potensi yg bagus dari sampean
jangan lihat kegagalan kmaren sbg akhir dunia
justru itu adalah awal kita melangkah
saya pernah merasakan di posisi sampean
di 3 hari terakhir saat pantokir di akmil sakit
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:38
Hah ? Bapak pernah ikut pantukhir juga ?
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:38
dari rangking 32 jadi 90, jadi 180 jadi 231 di hari 3 (terakhir) padahal yg diambil 230
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:39
Terima kasih banyak pak
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:39
temen-temenku skrg banyak yg udah Mayor & mau naik k Letkol
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:39
Bapak mungkin kisaran letting 2000 ya pak
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:40
98
bareng sama anaknya SBY
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:41
Wah. .. saya harus banyak belajar sm Bapak
jatuh di pantukhir penyesalannya lumayan pak
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak ya pak
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:41
stress gw 2 minggu ngga keluar rumah
rasanya dunia udah kiamat, jadi orang yg ngga berguna
merasa berdosa k ortu
pokoknya benar-benar di titik nadir
alhamdulillah Allah kasih jalan untuk tetap semangat
saya ngga mau sampean seperti itu
makanya kita beri kesempatan
ayo terus lanjutkan hidup kita, rejeki Allah itu buanyaaakkk & tinggal kita mau berusaha serta ikhlas plus sabar dalam menjalaninya
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:45
Siap pak, terima kasih Banyak. Setidaknya alasan saya pulang langsung ke Jakarta selesai Pantukhir langsung diberi jawaban oleh Allah untuk kembali ke Tim Shell
 
Purwanto, Agung P SHLINDN-STO/278 16:46
iya... pada prinsipnya saya akan selalu mendukung team saya untuk berkembang
yang penting kita harus terbuka, dikomunikasikan dan kerja samanya
 
Pratama, Ichsan SHLINDN-STO/278 16:47
Baik pak, saya akan maksimal dalam bekerja
 
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Many thanks for the second chance sir. I owe you. I alredy use my golden ticket to come back inside the team and i hasitate to get the third chance. I will try my best this time. Wherever i am, i will use my maximum loyality as the person who want to make mother proud.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search