Rabu, 04 Maret 2015

Mengerti Apa Yang Harus dan Tidak Dilakukan

Akal dan Nafsu
Manusia, pada dasarnya memiliki akal yang dianugerahkan tuhan sebagai head control dalam menjalankan kehidupannya. Akal manusia, sangat mengerti apa yang harus dan tidak dilakukan. Namun terkadang kita dalam kehidupan sehari-hari, sering bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh akal kita. Disinilah peran self control, untuk melaksanakan apa yang dikatakan oleh akal kita atau nafsu kita.

Teringat sekali perdebatan ditengah pelajaran Agama yang sedang dilaksanakan oleh guru saya Bapak Imron Rosyadi. Pada awalnya beliu melempar pertanyaan kepada forum tentang apa itu perbedaan Akal dan Nafsu. Dan tentu, setiap siswa dalam kelas pasti memiliki persepsi tersendiri tentang dua kata tersebut. Begitupun dengan saya dan rekan saya M.Farikhun Najib. 

Dengan memberanikan diri, saya coba menyampaikan kepada seluruh siswa dan kepada guru dari bangku tempat saya berada mengenai pandangan saya tentang Akal. Menurut saya, akal merupakan pusat kendali pikiran manusia secara positif, dan Nafsu merupakan sebuah alat kemudi yang menentukan kemana manusia akan berjalan dan akal sebagai navigator jalan mana yang harus ditempuh. 

Antara Akal dan Nafsu tentulah berbeda, Seburuk apapun perilaku seseorang selama dia masih memiliki kesadaran atau akal, pasti dia tahu apa yang harus dilakukan dan tidak. Sedangkan nafsu, ketika nafsu dipenuhi tanpa menggunakan akal sudah pasti hal negatif yang akan timbul. Bagaimana agar selamat ? Selalu sertakan akal dalam setiap nafsu hal apapun. 

Mengapa demikian ? Disini kita tidak beranggapan bahwa nafsu adalah sesuatu yang negatif saja. Keinginan untuk memiliki sebuah rumah mewah, mobil, pendidikan tinggi, dan lain lain dapat tergolong sebuah nafsu. Ya, tentu saja itu manusiawi. Dan itu adalah nafsu yang positif. Lain halnya nafsu meminum-minuman keras, tindak asusila dan lain sebagainya itu adalah nafsu yang negatif.

Pergolakan batin seringkali terjadi dimana manusia mulai memiliki nafsu tentang sesuatu, dan ketika alam bawah sadar atau akal bekerja, namun kita tidak pernah mendengar apa yang dikatakan oleh akal kita. Dan sudah pasti, hal buruk akan segera menimpa kita.

Dari semua itulah, Akal dan Nafsu haruslah berimbang, dan jalan beriringan. Mengapa ? Karena manusia tidak akan pernah bersemangat ketika tidak memiliki nafsu, dan manusia akan celaka jika nafsu yang dimiliki tidak didampingi oleh akal.


/* Picture By : http://bizarrockero.deviantart.com/

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search