Kamis, 19 Februari 2015

Karena Muda Terbatas




Lagi, rejeki datang menghampiri. Setelah merasa nyaman dengan kursi dan meja di kantor sekarang, muncul tawaran dari abang atau senior yang sudah saya anggap sebagai kakak sendiri, untuk bekerja di salah satu Kementerian yang ada di Indonesia. Dalam sekejab saya tidak percaya, ternyata setelah saya telah memiliki pekerjaan masih muncul kesempatan lain.

Dalam lamunan seakan saya tidak percaya, semua yang ada sekarang seperti sebuah kayu yang hanyut di sungai dimana mengikuti arus begitu saja dan mencoba menghindari berbagai bongkahan batu yang siap menghadang. Ya, seperti itu hidup yang saya lalui. Semua tak terencana dan mengalir begitu saja, dimana saya tetap berusaha untuk bagaimana caranya tidak terhenti oleh batu yang dapat menghancurkan dan menghambat lajuku.

Syukur Alhamdulillah saya ucapkan, saya sadari di usia yang akan menginjak 23 dibeberapa bulan mendatang, saya harus menjadi pribadi yang segera 'Mapan' karena tidak dapat dihindari atau dipungkiri lagi dalam beberapa tahun mendatang, saya harus datang ke rumah seorang wanita menghadap kepada orangtuanya untuk meminang anak gadisnya. Sebelum itu saya pastilah harus menjadi pribadi yang mampu menjadi topangan bagi anak gadis orangtua tersebut. Dan setelahnya nanti kami akan membangun sebuah rumah tangga dan menjalani kehidupan orang dewasa dengan berbagai konflik didalamnya.

Jauh, masih terlalu jauh namun hal tersebut sangatlah dekat. Mau terima atau tidak, kehidupan tersebut akan dijalani oleh siapapun dan siapapun harus mulai mempersiapkannya baik dia mau atau tidak.

Namun, sebelum kita berpikir tentang itu semua, diusia yang masih sangat produktif ini sudah tentu sebagai seorang laki-laki atau perempuan di usia 20 tahun, mari kita bersama-sama berusaha menjadi pribadi yang produktif. Mari berkarir dengan sebaik-baiknya guna membangun pondasi "finansial" sebagai sandaran ketika membangun rumah tangga kelak. Karena mau disadari atau tidak, berbagai permasalahan yang timbul dalam rumah tangga lebih banyak disebabkan karena masalah uang. Mengapa saya berkata demikian ? Karena saya hidup dan besar dikeluarga yang bukan keluarga tenang-tenang saja. Saya tidak berkata saya dari keluarga broken home. Saya bersyukur dan mencintai Ibu dan Bapak saya serta kedua adik lelaki saya. Kami cukup bahagia dan apa yang sudah menjadi permasalahan Ibu dan bapak saya adalah sebuah Mata Kuliah Rumah Tangga bagi saya, dan saya sudah mulai membentuk diri saya untuk menjadi Bapak yang baik dan juga kepala rumah tangga yang baik pula, tentunya dengan menghapu segala aspek negatif yang biasanya melekat dengan sosok Bapak/Pria. Dan satu yang saat ini sangat saya banggakan adalah, saya tidak merokok :D. Satu hal kecil yang bisa jadi cara penghematan uang belanja bagi istri saya nantinya. Dari pada saya membeli rokok, alangkah lebih baik untuk membeli susu/makanan bernutrisi untuk anak-anak saya nanti.

Masa muda adalah masa keemasan seseorang, dititik inilah seseorang akan menentukan bagaimana masa tuanya nanti. Terlahir kekurangan bukan persoalan, namun mati dalam kemiskinan adalah sebuah kesalahan besar.
Bagi Anda yang sedang berusia 20 - 30 Tahun, manfaatkan masa keemasan Anda karena hari esok Anda ditentukan dari sekarang. Selamat berusaha !

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search