Rabu, 11 Februari 2015

Antara Realistis dan Syukur


Logika, adalah sebuah kutukan yang selalu melekat dalam paradigma seorang laki-laki, disini ketika setiap individu mulai berpikir untuk realistis maka yang ada dalam pikirannya adalah tentang berbagai perhitungan dan perhitungan, sebuah perhitungan dengan banyak rintangan sudah pasti akan dihindari ketika sebuah nominal terbilang cukup sulit dicapai.

Dalam sebuah mimpi, apakah salah ketika berjuang untuk sebuah nominal yang besar ? Teringat ucapan seorang kawan bahwa dalam bermimpi jangan pernah ragu untuk bermimpi setinggi mungkin, minimal ketika terjatuh pastilah tidak jauh dari harapan yang ingin kita capai, karena seseorang yang bermimpi rendah, ketika terjatuh akan langsung ke tanah, lain halnya bagi mereka yang bermimpi sangat tinggi ketika terjatuh pastilah menyangkut. Sedikit guyonan bersama rekan semasa sekolah dasar silam.

Disini setiap manusia memiliki tujuan hidupnya pasti untuk membahagiakan orang terdekatnya, adalah mustahil ketika memiliki tujuan namun tak beralasan. Yang paling minimal adalah untuk membahagiakan orangtua, jika Anda tidak memiliki tujuan ? Segeralah menyadarkan diri, bahwa Anda sedang memiliki masalah yang cukup serius.

Mengapa saya berkata demikian ? Orang yang tidak memiliki tujuan, tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan, istilah yang mungkin kita kenal adalah "Pasrah" atau yang lebih keren dan beken dikenal oleh anak gaul jakarta adalah "Woles" atau "Selow" atau mungkin maksudnya "Santai" meski sangat benci dalam mendengar hal tersebut, terkadang mau dikata apa itu hidupnya dan terserah apa yang mau dilakukan, yang penting kita berusaha agar hidup kita sendiri bermakna jika belum bisa bermakna untuk Negara, berusahalah bermakna untuk keluarga dan orangtua ataupun diri sendiri terlebih dauhulu.

Kembali lagi dalam hal berhitung, setiap orang yang memiliki tujuan, pastilah selalu melakukan perhitungan, mari kita analogikan ketika kita hendak menuju ke Kota Mojokerto dari Kota Jakarta. Pasti kita harus merencanakan kendaraan yang kita gunakan, waktu tempuh, kecepatan, dana yang dibutuhkan untuk membeli bahan bakar jika kita menggunakan kendaraan pribadi, harga tiket yang perlu kita bayarkan jika menggunakan alat transportasi umum. Berhitung dan berhitung adalah hal utama dalam mencapai tujuang yang ingin kita capai.

Ketika semua hal itu telah kita usahakan, dan ketika keadaan terasa menjadi sulit dan seakan dunia mau runtuh, disitulah pikiran untuk menjadi pribadi yang Realistis bermunculan. Namun apakah pikiran tersebut menjadi penghalang ? Entahlah. Disini saya ingin sekedar berbagai kepada rekan yang sedang memperjuangkan sesuatu.

Dalam berjuang, jangan pernah berkata cukup. Tetaplah berjuang sampai Tuhan berkata tidak. Sebagai seorang manusia, Anda harus paham kapan waktu untuk memulai dan mengakhiri, dan ketika Anda merasa lelah untuk berusaha padahal hati kecil Anda tahu bahwa ini bukan saatnya untuk berhenti, tetaplah berusaha.

Jangan sekali-sekali Anda berhitung dan melupakan bahwa masih ada Tuhan, Allah SWT.  Semua perhitungan manusia tidak akan pernah sama dengan perhitunganNya. Anda sebagai manusia haruslah berhitung dan juga berdoa. Karena ketahuilah, apa yang Anda inginkan belum tentu hal tersebut yang terbaik untuk Anda.

Jadi, selama kesempatan itu masih ada, tetaplah berjuang. Berbanggalah karena Anda merupakan manusia yang memiliki tujuan hidup, sesuatu yang ingin Anda raih dan yang ingin Anda kejar. Tetap semangat dan berdoa serta berhitung, tetaplah realistis karena tujuan tidak akan bisa diraih ketika Anda hanya berhitung.


Picture by : Analaurasam - http://analaurasam.deviantart.com

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search