Tanggung Jawab, Sekuat Bahu Memikul


Pemenang menerima semua tanggung jawab
Pemenang Menerima Semua Tanggung Jawab

Tanggung jawab, senada dengan keinginan diri untuk menerima tantangan dan beban. Memang ego merupakan sifat dari segala emosi yang dimiliki manusia, dalam berbagaimacam keadaan musuh dari seorang pemimpin atau setiap individu adalah ego masing-masing dimana lebih mementingkan keadaan dirinya sendiri dari pada orang lain. Namun disini, mari kita lihat tanggung jawab sebagai sebuah kepercayaan yang telah diberikan kepada diri kita, bukanlah sebuah dumbell dengan berat 100 kilogram yang harus kita bawa selama tanggung jawab itu masih ada atau belum diserahterimakan.

Saat ini, tanggung jawab sebagai Komandan Satuan belumlah kuserah terimakan karena terdapat setumpuk laporan pertanggung jawaban yang harus kubuat sebagai akibat dari masa kepemimpinan selama 2 periode atau dua tahun belakangan ini, dalam penyelesaiaan laporan yang saya rasakan sangatlah tertatih-tatih. Dalam masa transisi inilah, menunjukkan siapa personil yang memiliki kesadaran akan tanggung jawab yang telah saya berikan dan juga Kamatrik atau Rektor berikan selama menjabat.

Dari semua kekesalan yang ada, yang dapat saya rasakan hanyalah bersyukur. Kenapa demikian ? Karena dengan beban tugas yang demikian berat, dengan permasalahan dan solusi yang harus kucari sendiri mungkin membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dalam beberapa hal saya menyadari apa yang saya miliki saat ini tidaklah dimiliki oleh rekan kerja saya yang lain, mungkin dari permasalahan yang dihadapi. Dan hal ini mungkin bisa kita ibaratkan dengan pesan seorang guru kepada muridnya tentang PR atau pekerjaan rumah, ingat ?

Ketika bersekolah, seseorang pasti sering mengeluhkan kepada guru ataupun orangtuanya bahwa dalam pekerjaan rumah berkelompok pasti tidak semua siswa bahu membahu mengerjakan tugas tersebut bukan ? Dan mengingat hal tersebut, pasti terdapat perasaan marah dan dongkol akibat kita sedang susah-susah mengerjakan tugas tersebut dan rekan yang lain sedang asyik dan santai-santai dengan kesibukannya dan tidak berkontribusi dalam menyelesaikan tugas tersebut. Jika kita mengingat hal tersebut, jika berpikiran pendek, tentulah dongkol sudah pasti namun jika kita ambil nilai positifnya adalah mereka yang tidak mengerjakan atau tidak membantu menyelesaikan tugas tersebut adalah orang yang merugi karena dia tidak dapat mengerti tentang persoalan yang dihadapi dalam pekerjaan rumah tersebut, berbeda dengan mereka yang fokus dalam mengerjakan penugasan tersebut, sudah tentu dia mengerti apa yang dipermasalahkan dalam penugasan rumah tersebut.

Hal tersebut diataslah yang kuambil, memang dalam penyelesaian keseluruhan masalah yang ada semakin banyak masalah yang kita miliki jika kita mampu mengatasinya dengan pikiran terbuka dan positif sudah pasti kita akan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, sama seperti cerita tentang pekerjaan rumah yang telah saya ceritakan diatas. 

Dalam setiap masalah yang ada, hadapi dengan semaksimal kemampuan diri. Yakinlah, hal itu akan membuatmu menjadi pribadi yang semakin baik dan semakin baik.



Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar