Kesiapan Menghadapi Tekanan

Tertekan oleh Permasalahan
Terkekan oleh permasalahan
Masalah memiliki arti yaitu sesuatu hal yang terjadi tidak sesuai atau bertentangan dengan apa yang kita harapan. Siap atau tidak, dan bagaimanapun kehidupan pasti memiliki masalah. Tua ataupun muda, laki-laki ataupun perempuan dalam hidupnya pasti memiliki masalah. Tinggal diatur sesuai kadar kebaikan diri, jika memang diri arif dalam bertindak, pastilah masalah yang datang hanya seperti batu kerikil-kerikil kecil dijalanan, namun jika tidak menghargai hidup dan bertindak sesuka hati tanpa berpikir panjang, sudah pasti bukan kerikil lagi yang dihadapi namun lubang besar yang memaksa kita untuk jatuh terjerumus didalamnya selama beberapa lama.

Setiap masalah akan datang tidak pandang bulu, mau dia ahli ibadah, ataupun anak yang durhaka sekalipun, masalah akan selalu datang. Mengapa, mengapa rajin ibadah masih terkena masalah ? Disini pasti rekan-rekan teringat salah satu hadist dimana disebutkan bahwa "Allah tidak pernah memberikan ujian, diluar batas kemampuan hambanya,". jadi sudah jelas, bahwa suatu masalah datang untuk membentuk seorang individu menjadi pribadi yang lebih baik tergantung bagaimana individu tersebut mengatasi atau menghadapi suatu masalah tersebut.

Banyak sekali orang yang tak mampu menghadapi masalah, ketidak mampuan disini memiliki arti bahwa ketika mendapat masalah, individu tersebut mudah sekali tertekan, mudah sekali jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya tapi entah apakah jalan pintas itu merupakan jalan terbaik atau tidak, atau bahkan jalan pintas ke masalah yang lebih besar.

Disini, digambarkan bahwa untuk menghadapi hal hal tersebut, seseorang haruslah melatih dirinya, bagaimana caranya untuk mampu berpikir dibawah tekanan, mampu mencari solusi ketika keadaan sedang genting, mampu mencari solusi terbaik ditengah solusi-solusi lain.

Maka seorang individu yang telah melatih dirinya untuk keadaan terburuk, pastilah mampu menghadapi tekanan yang akan dihadapi dikemudian hari, karena dalam mengatasi masalah ada beberapa cara yang tidak dapat diaplikasikan hanya dengan mengetahui teori, namun yang bersangkutan haruslah terbiasa mengerti dan memahami serta pernah melaksanakan cara-cara tersebut sehingga pada kemudian hari jika terdapat masalah atau suatu problema, individu tersebut dapat secara tenang dan mudah menyelesaikannya dikarenakan telah hafal diluar kepala bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. 

Nah sekarang, bagaimana caranya melatih diri untuk siap berpikir dibawah tekanan ? Bagaimana caranya untuk siap menghadapi permasalahan ? Penulis sendiri mendapat hal tersebut ketika bergabung di Organisasi Kemahasiswaan atau Unit Kegiatan Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan Universitas Borobudur atau yang lebih dikenal Menwa Unbor

Resimen Mahasiswa merupakan suatu Organisasi Semi-Militer dimana para personilnya dilatih di Lembaga Pendidikan TNI, untuk menempa pesertanya menjadi pribadi-pribadi yang Cinta Tanah Air, memiliki semangat Bela Negara dan juga Jiwa Pantang Menyerah. Ini adalah point dalam pendidikan dasar militer yang diberikan oleh Lembaga Pendidikan TNI yang biasanya dilaksanakan di Resimen Induk Kodam atau Rindam di seluruh Indonesia.

Dalam aplikasinya, ketika seseorang bergabung di Organisasi apapun itu, baik Menwa ataupun Senat Mahasiswa, pastilah akan ada suatu permasalahan, baik permasalahan internal organisasi, permasalahan dengan organisasi lain, ataupun permasalahan mengenai suatu kegiatan yang tidak berjalan mulus sehingga mendapat cacian serta makian dari pengurus lain karena kesalahan. Disini merupakan awal terbentuk pribadi yang mampu menghadapi tekanan. Istilah "Dongkol" yang sering saya dengan di Menwa, merupakan istilah untuk ungkapan sakit hati atas perbuatan orang lain terhadap diri baik dari ucapan ataupun perbuatan. Namun di Menwa, hal ini merupakan hal yang lumrah atau wajar, karena ketika sakit hati atau merasa Dongkol pasti Ego yang akan bermain dan memanipulasi pikiran kita untuk melakukan hal yang sejenak terlintas dalam pikiran kita yang terkadang memiliki dampak buruk. Makanya penulis teringat sebuah kalimat "Jangan pernah mengambil keputusan ketika emosi (read:ego) sedang tinggi", kenapa demikian ? Karena ketika emosi sedang tinggi, baik marah ataupun bersedih, terkadang akan muncul inisiatif pikiran untuk bertindak dan tanpa berpikir panjang, sering kita untuk melaksanakan inisiatif tersebut padahal hal tersebut tidaklah dibenarkan. 

Dari semua hal tersebut diatas, setiap pribadi haruslah membentuk dirinya, menyiapkan dirinya, menguatkan pribadinya guna menghadapi permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi dimasa depan dengan cara mulai bergabung, bersosialisasi dalam sebuah organisasi-organisasi yang memiliki kredibilitas untuk membentuk pribadi atau individu seperti nilai-nilai yang saya sebutkan diatas. 

Kedepan, permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks, seiring dengan perkembangan zaman, apakah kita sudah siap untuk menghadapi hal tersebut, apakah kita mampu untuk memberikan solusi terbaik dalam setiap masalah yang kita hadapi ? Semua jawaban kembali pada Anda, apakah Anda mau meluangkan waktu untuk menempa diri Anda dari sekarang atau hanya menikmati dan mengikuti arus saja kemana hidup membawa Anda ? Ingat, manusia yang menciptakan sendiri kemana jalan hidupnya, Allah SWT hanya menyediakan jawaban dari segala pilihan yang kita pilih. Ketika manusia salah melangkah, itu sudah tentu bukan kesalahan Allah SWT, namun kesalahan manusia dalam menentukan arah jalannya.

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar