Kepemimpinan Ibarat Berkendara

Kepemimpinan Ibarat Berkendara


Kepemimpinan, merupakan suatu seni untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Memimpin tak pernah salah, bagaimanapun seorang pemimpin mengambil keputusan, sudah menjadi kepatutan bagi para personilnya atau staffnya untuk melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Namun, bagaimana jika memimpin orang yang memang benar-benar tak mau dipimpin. Berdalih ketidak sepahaman, namun apakah itu menjadi sebuah alasan untuk tidak patuh menjalankan apa yang diperintahkan Pimpinan.  

Disini yang ingin saya bahas adalah, ketika dalam sebuah kendaraan, terdapat seorang pengemudi, dimana staffnya adalah semua bagian dari kendaraan tersebut, diibaratkan mobil, pimpinan adalah seorang pengemodi. Pimpinanlah yang bertugas memberi arah atau mengendalikan kemudi kemana kendaraan tersebut akan melaju, namun pada suatu ketika, kendaraan tersebut diinginkan oleh pimpinan untuk belok ke kanan, namun salah satu bagian dari mobil tersebut tidak ingin berbelok, apa jadiya ? Tentu kendaraan tersebut akan mengalami kendala dalam melaju. 

Dalam hal ini, pimpinan diberi dua pilihan. Apakah akan memaksa ban mobil tersebut untuk berbelok dengan di reparasi ataukan mengganti dengan ban yang masih baru. Melihat situasi diatas, apakah baik ketika sebuah kendaraan yang tercipta bersama dalam sebuah badan kendaraan, ketika ditengah jalan terjadi berbeda pendapat atau opini sehingga membuat kendaraan tadi kehilangan semua arah atau tidak dapat melaju karena ulah salah satu bagian di kendaraan tersebut. Bercermin dari hal diatas, kepemimpinan seperti diatas merupakan tipe kepemimpinan pemula, dimana masing-masing dari bagian kendaraan tersebut masih belum mampu mengerti dan memahami arti penting dirinya dalam sebuah kesatuan yaitu kendaraan (organisasi). 

Disini dapat diartikan bahwa, jika memang seluruh bagian kendaraan tersebut merasa terlahir dari sebuah pabrik yang sama, tempat tempaan yang sama sudah menjadi sebuah kesadaran pribadi bahwa menjadi sebuah bagian dari sebuah kendaraan merupakan kesempatan yang harus dimaksimalkan. Ketika menjadi ban, jadilah ban yang baik dimana mampu menggerakkan kendaraan ke kanan dan kekiri serta membantu kendaraan dalam melaju melewati semua rintangan dan bebatuan yang dihadapi dijalan.

 Dan ketika bertugas sebagai atap mobil, jadilah atap mobil yang baik dimana mampu melindungi bagian dalam mobil dari sengatan sinar matahari dan juga guyuran hujan yang lebat. Dan ketika menjadi kemudi, jadilah kemudi yang baik, mengerti keadaan seluruh bagian kendaraan dan haruslah mengerti bagaimana kesanggupan dan kesiapan masing-masing perlengkapan apakah mampu dibawa berjalan atau tidak.

 Ketika seluruh komponen mengerti tugas dan fungsi masing-masing dalam sebuah kendaraan (Organisasi) maka dalam cuaca dan situasi apapun, kendaraan tersebut pastilah mampu mencapai tempat tujuan kemana kendaraan tersebut melaju.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.