Semangat Baru Beban Lama

Ichsan Yudha Pratama
Baru saja semalam, motivasi itu datang silih berganti. Dan hal itu datang bukan dari orang sembarangan. Ya, mereka adalah figur yang menjadi panutan saya. Dalam hati hanya bisa bergembira dan bersyukur atas karunia Allah SWT. Mungkin inilah jalan yang Allah ingin berikan kepada saya menjawab keluh kesah atas kegagalan saya untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri beberapa tahun silam. Ya disini, di Universitas Borobudur saya melanjutan pendidikan Strata-1 saya di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Borobur. Sudah 7 semester saya berkeliaran mencari semua ilmu dan pengalaman yang berada di kampus ini.

  Dalam resapan hati dengan rasa syukur yang paling dalam, memang disinilah. Di Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur, jalan yang dulu terasa buntu sekarang sudah menjadi sebuah lintasan jalan bebas hambatan. Tinggal saya mempersiapkan diri untuk siap memasuki Gerbang TOL tersebut. Ya mereka adalah Mayor Chb Harto Santoso, Spd. Mayor Sus Gatot Suwasana,ST, Kapten Chb Angga Nugraha,S.kom. Mereka adalah figur yang benar-benar menjadi panutanku selama mengabdikan diri di Menwa Universitas Borobudur.

 Semua saya mulai dari bawah, dari mendaftar menadi calon anggota, mengikuti seleksi, mengikuti pendidikan Pralatihan Dasar Militer yang dilaksanakan di Kampus, selanjutnya melanjutkan lagi pendidikan di Buperta Cibubur, serta melanjutkan pendidikan di Rindam Jaya Condet. Tidak berheti disitu, begitu banyak diklat dan pelatihan yang saya ikuti dari berbagai macam Instansi Pemerintah, baik dari Instansi Militer maupun Sipil. Semua itu dimaksukan untuk membuka cara pandang saya akan sesuatu hal. Agar saya mampu menilai yang yang benar-benar baik dan sesuai serta sebaliknya. Dan saya baru sadar, itu tidak akan saya dapatkan dalam kegiatan perkuliahan.

 Dan itu semua tidak tercantum dalam Kartu Rencana Studi yang harus diisi setiap awal semester. Ichsan yang dulu, tentu berbeda dengan Ichsan yang sekarang. Semua beban yang saya emban selama kurang lebih 3 tahun ini membuat saya menjadi sosok yang selama ini saya inginkan. Menjadi seorang Ichsan yang mampu memimpin diri sendiri maupun orang lain. Meski dianggap sebelah mata oleh mata rekan-rekan saya di Universitas mengenai sosok seorang Menwa, saya tak pernah ambil pusing. Kebanggaan saya menjadi seorang Menwa lebih dari yang mereka tahu.

 Untuk menjadi seorang Menwa, saya harus mengikuti berbagai macam pendidikan, tempaan, dan proses yang tidak mudah. Mulai dari untuk memakai seragam, atribut, dan tentunya Baret ungu yang menjadi kebanggaan seorang Menwa tidak didapatkan dengan hanya membeli di toko atribut. Semua harus ditempuh dengan serangkaian proses yang sakit, tapi saat ini saya tahu itu semua akan berakhir bahagia. 3 Tahun menjadi Menwa, dan masih menunggu 1 tahun lagi hingga proses wisuda saya menjelang. 

Proses yang saya jalani sebagai seorang Menwa yang dimulai dari Anggota, Kaur Diklat hingga Komandan membuat saya menjadi lebih baik. Lebih dan lebih dari rekan-rekan saya yang menganggap Menwa itu hanya sebagai Satpam dan memandang kami sebelah mata. Beban menjadi seorang Komandan tidaklah mudah, disitu terdapat beban yang sangat dan sangat berat. Bagaimana agar mampu membawa sebuah perahu menuju pulau terindah di Nusantara.

 Dalam coretan ini, saya ucapkan terima kasih banyak yang mendalam kepada seluruh Alumni Menwa Unbor, para Pimpinan di Universitas Borobudur antara lain Rektor Prof. Dr Basir Barthos, Warek 1 Bambang Bernanthos, Warek 2 Pak Rudi Bratamanggala, Warek 3 Dr. Ir. H. Edi Barnas, MM yang hingga kini mempercayai saya, dan juga para anggota saya rekan seperjuangan saya di Resimen Mahasiswa yang tanpa lelah meski dongkol terus berusaha menjadikan Menwa Unbor untuk menjadi lebih baik lagi.

 Gerbang karir terbuka 1 tahun lagi, dan saya bertekad untuk mewujudkan cita-cita saya sejak dulu. Bukan harta, tahta dan jabatan yang saya cari. Melainkan kebanggaan menjadi seorang anak yang mampu membuat kedua orangtua dan kedua adik saya bangga bahwa anak dan kakak mereka menjadi Tentara Nasional Indonesia. Meneruskan apa yang selama ini menjadi tumpuan kami untuk hidup. Sebagai keluarga Prajurit.

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar