Pembaretan Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur

Pembaretan Dharma Karaksaka Universitas Borobudur
Tepat satu bulan jabatan sebagai Komandan kusandang di Komando Resimen Mahasiswa Satuan Universitas Borobudur, dan pada awal jabatanku ini kegiatan Pembaretan Angkatan Dharma Karaksaka yang menjadi agenda pertama dalam masa jabatanku. Untuk kegiatan itu sendiri, saya sendiri yang mengkonsep dan merumuskian teknik pelaksanaan kegiatan dibantu staff saya yaitu ferdinan yang menjabat sebagai Kepala Urusan Pendidikan dan Latihan. Ferdinan sendiri dalam kegiatan Pembaretan, menjabat sebagai Komandan Latihan. Dia bertanggung jawab kepada Komandan Satuan akan pelaksanaan Kegiatan Pembaretan Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur. Kegiatan Pembaretan tahun ini dilaksanakan di Desa Benteng Gunung Leutik, Kelurahan Cibanteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Rute Pembaretan kali ini saya akui cukup berat, karena rute saya sendiri yang membuat maka saya mengkonsep bagaimana para peserta pembaretan mampu melalui rute dengan kondisi fisik yang prima dan dalam konsentrasi penuh dalam mengikuti dan membaca peta rute pembaretan. Dengan jarak 3.5 Km, peserta dituntut untuk menyelesaikan perjalanan selama 5 jam berikut kegiatan di 3 Pos yang harus dilewati. Dan ditiap pos, peserta harus melalui ujian-ujian dan aplikasi setiap materi yang telah diberikan selama kurang lebih 1 tahun pendidikan dan latihan di Menwa Satuan Universitas Borobudur.

Meski keadaan miris melihat jumlah peserta pembaretan yang hanya 4 siswa, ini tidak menjadi penghalang terlaksananya kegiatan pembaretan. Saya selalu berpikir optimis bahwa dengan jumlah 4 orang ini diharapkan mampu melaksakan fungsi Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur dalam mencetak pemuda Bangsa yang mampu memberikan sumbangsih terhadap perubahan Negara.

Pengambilan Scane Film Pembaretan

Tidak sedikit pelajaran yang kudapatkan dalam kegiatan kali ini, mulai cara mengorganisir, cara memimpin, cara untuk tetap ber-etika kepada senior maupun junior. Ya, tentu itu merupakan pelajaran yang tidak saya dapat dibangku perkuliahan. Dan mungkin ini adalah manfaat bergabung di Resimen Mahasiswa Satuan Universitas Borobudur.

Meski terkadang hati sangat iri kepada kawan-kawan yang berkuliah di Universitas Negeri atau di Perguruan Tinggi Negeri, hanya satu yang selalu menjadi motivasiku yakni, "Belum Tentu mereka merasakan atau mengalami pengalaman yang kudapatkan disini". Itulah yang tetap menjadi peganganku untuk menjalankan berbagai kegiatan disini. Dengan bergabung di Menwa banyak sekali pengalaman yang kudapatkan, tidak hanya permasalahan untuk menghadapi realitas kehidupan tapi juga banyak nilai aplikasi untuk dunia kerja yang tidak mungkin kudapat meski sudah berkuliah di Perguruan Negeri sekalipun.

Hingga pada titik ini, saya percaya bahwa Allah memang punya rencana lain untuk saya. Dan saya masih percaya ini adalah jalan terbaik. Mulai saya gagal masuk perguruan tinggi negeri, memutuskan berkuliah di kota jakarta, hingga mendaftarkan dri sebagai mahasiswa di Universitas Borobudur dan mengikuti tes masuk di Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur. Ya, ini merupakan puzzle kehidupanku kelak. Entah menuju kesuksesan atau sebaliknya, yang jelas jika saya melewati ini dengan sebaik-baiknya insyaAllah kesuksesan akan segera saya raih. Hal ini diperuntukkan untuk kedua orangtuaku, kedua adik-adikku, dan juga keluarga besarku.

Semoga, ini semua menjadi satu jalur menuju kesuksesanku kelak. Amin.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.