Rabu, 18 April 2012

Kerinduan Aroma Sejuk

Jogging Track Mojokerto
Tak terasa, sudah 2 tahun saya memaksa menghirup udara kota ondel-ondel. Dan kurasa, sudah 1 tahun lebih udara yang kuhirup tak lagi seharum aroma dari sawah-sawah yang terhampar walau kian berkurang di Kota Mojokerto sana, kerinduan ini seutuhnya kerinduan akan suasana pagi di kota Onde-Onde itu. Ya, sudah 1 tahun lebih udara yang kuhirup tak lagi segar, mungkin karena suasana kos-kosan yang kutempati sangatlah sempit dan tertutup sehingga menyebabkan udara yang berada didalamnya sangat berdebu dan berhasil membuatku mengidap flu yang sangat berkepanjangan hingga saat ini. Dan banyak asumsi yang menyebutkan bahwa saat ini saya mengidap Sinusitis. Sinusitis adalah penyakit yang dikarenakan terganggunya pernafasan akibat benda-benda halus seperti debu hingga menyebabkan flu yang berkepanjangan. Dan ya, tentu saja hingga saat ini saya sangat tersiksa dan tidak tahu bagaimana harus mengobati penyakit ini. Yang ku tahu adalah setiap 15 menit sekali harus ke kamar kecil untuk membersihkan cairan yang terus menerus keluar dari hidung ini. Kerinduan suasana pagi yang sangat sejuk, dikarenakan belum banyaknya polusi akibat kendaraan dan pabrik-pabrik yang tertanam di tanah majapahit itu.


Hamparan Sawah Mojokerto
Sepertinya, sudah sangat lama saya tidak menginjakkan kaki di kota itu. Kerinduan itu, mungkin jawaban atas penat yang kurasa saat ini. Entah kenapa sekarang, sejak saya mulai masuk ke Semester 4 Studiku di Universitas Borobudur suasana mulai membuatku sangat malas untuk beraktifitas. Suasana lingkungan sekitar dan juga hal-hal lain juga membuat perasaan hati dan pikiran tidak lagi senang membuatku malas beraktifitas. Jika mengingat ketika masih semester 1, saya masih sangat bersemangat. Ketika masuk kuliah pukul 08.00 WIB, 15 menit sebelum dosen masuk kelas tentu saja saya sudah berada dikelas untuk menyiapkan diri menerima materi perkuliahan. Lanjut lagi kesemester 2, saat itu saya mulai mengenal suasana perkuliahan, kenal dengan beberapa mahasiswa dari beberapa fakultas. Dan ketika semseter 2 itu, semangat mulai kendor. Ketika masuk kuliah pukul 08.00 Wib, saya datang ke kelas tepat pukul 08.00 WIB karena beberapa dosen tidak memperbolehkan mahasiswa masuk jika perkuliahan telah dimulai lebih dari 5 menit. Saat semester 3, saat itu saya sudah mendapat sebutan Senior, tentu saha harus lebih berwibawa lagi. Harus menjadi contoh pagi para junir tapi realitasnya tidak demikian. Ketika dosen sudah masuk didalam kelas, barulah saya masuk ke kelas. Alhasil selalu terlambat masuk kelas karena ya mungkin merasa sudah sebagai senior :D. Dan akhirnya Walaaaa, masuklah saya disemester 4 masa studiku. Rasa-rasanya perasaan mulai jenuh dan malas untuk beraktifitas. Setiap bangun pasti tepat dimulainya perkuliahan. Entah kenapa, saat ini rasa malas sedang merajai pikiranku. Banyak angan yang ada didalam pikiran tapi tetap terkalahkan dengan rasa malas yang kian menguatkan dirinya. Ya, sampai tulisan ini dikeluarkan saya masih mencari metode tepat untuk mengatasi rasa malas yang kian berotot. 

Rolak 9 Mojokerto


Ingin sekali rasanya saya keluar dari suasana ini, mungkin rasa penat sungguh-sungguh merasuk dalam sendi-sendi tulangku. Sehingga untuk bergerak saja, sangat berat terasa. Untuk menghirup udara segar saja sudah sangat susah untuk dirasa. Bagaimana mau menghirup udara segar, setiap harinya saya bangun tidak kurang dari jam 6.00 WIB. Ketika itu sudah banyak kendaraan yang berlalu-lalang. Tentu saja udara juga penuh dengan asap kendaraan orang-orang yang berangkat kerja atau pun sekolah. Benar saja kata guruku di SMK Negeri 1 Mojokerto dulu. Sekarang udara tak lagi sesegar dulu. Saat ini untuk menghirup udara segar, harus bangun lebih awal. Jika tidak, udara sudah bercampur dengan asap kendaraan. Meski sudah banyak trobosan untuk menghadirkan teknologi pengolah asap kendaraan menjadi lebih sehat, tentu saja itu adalah bahan bakar minyak. Mau diolah bagaimanapun hingga pengaruhnya polusi yang dihasilkan menjadi lebih sedikit, kalau jumlah kendaraan yang ada semakin banyak. Maka hasilnya nihil dari perbaruan teknologi tersebut bukan? 

Benteng Pancasila Mojokerto

Alun Alun Kota Mojokerto

Yang saat ini kubutuhkan adalah udara segar yang sejuk. Udara yang enak dan harum oleh pepohonan yang rindang. Dimana harus kudapatkan, ya yang dipikiranku saat ini saya harus menyempatkan diri untuk pulang ke Kota Mojokerto tapi entah kapan akan datang waktu itu. Karena saat ini kesibukanku diorganisasi cukup banyak dengan tugas-tugas yang menumpuk. Belum lagi tugas dari dosen-dosen yang mulai menggila yang mengharuskan saya tidur hanya beberapa jam saja dalam satu hari. Yang kutunggu adalah sampai kapan raga ini akan bertahan. Sebelum saat itu tiba, saya harus mengistirahatkan pikiran dan menyegarkan kembali raga ini. Kota Mojokerto yang kurindukan, ingin segera saya kembali untuk mengunjungi rute joggingku itu lagi. Tapi entah kapan itu bisa terjadi. 


 Ichsan Yudha Pratama a.k.a eighTsuN 




Blogger Mojokerto

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search