Jumat, 20 Januari 2012

Resolusi Berdasarkan Jenis Mahasiswa

Mahasiswa | Resimen Mahasiswa | Menwa | Berperang | Mimpi | Harapan | Merdeka | Mahasiswa Prestasi | Unbor
Resolusi Untuk Perkembangan Bangsa

Malam hari ini, ditengah malam yang memang waktu yang tepat untuk beristirahat malam, saya masih disibukkan dengan kegiatan yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang yang paham mengenai Teknik Komputer dan Jaringan untuk membantu semua orang yang membutuhkan dalam hal penuntasan ke-gaptekkan dimuka bumi ini. :)




*****


Resolusi, apakah makna yang terkandung dalam kata minimalis alias pelit itu ? Tak ada satupun gambaran jelas dan gamblang ketika membayangkan tentang hejaan huruf-perhuruf dari kata tersebut. Resolusi ? Mengapa harus ditanyakan disetiap pergantian tahun ? Tapi entah mengapa, disetiap tahunnya tidak ada langkah nyata dari para elit politik yang bermain kata dan bermain rasa hingga mengucurkan ait mata itu?? Saya sendiri masih belum dapat menyimpulkan tentang makna kata tersebut. Meski hanya sebuah kata singkat, namun menurut saya, tidaklah mudah untuk mengartikan kata tersebut dalam sebuah pikiran pendek mahasiswa yang selalu berpikir pendek seperti saya ini.



Mahasiswa ? Ya tentu saja. Seorang aum intelektual yang sudah dibilang untuk dipaksakan merasa bebas. Bebas yang hanya dapat diartikan dalam sebuah kekosongan akal belaka. Semua bisa dan sesuka untuk dilaksanakan tanpa pernah berpikir sebab dan akibat yang akan ditimbulkan pada setiap inci tindak-tanduk yang diperbuat. Apakah itu yang disebut Maha dari siswa ? Maha berantakan, Maha sesukanya, Maha seenaknya ? Merasa hebat, dan berhak untuk melakukan segalanya merupakan sesuatu yang selalu menjadi pemandu hidup Mahasiswa. Dan apakah benar demikian. Tentu saja tidak!!



Pengalaman saya selama berada di Kampus ini, tepatnya di Universitas Borobudur. Saya melihat banyak sekali dinamika kehidupan Mahasiswa. Dari sudut pandang saya, saya menemukan Tiga jenis mahasiswa yaitu antara lain : 


  • Mahasiswa Demokratis
  • Mahasiswa Idealis 
  • Mahasiswa Realistis


Jenis mahasiswa demokratis, adalah salah satu jenis mahasiswa yang hanya berpatok pada peran serta mahasiswa dalam usaha membenahi kestrukturan pemerintah yang entah dengan kekuatan dibaliknya mampu menciptakan berdaya demi meraih kekuasaan tertinggi pada Negara ini. Entah apa yang dipikirkan oleh mahasiswa jenis ini. Mereka bersikeras untuk menyuarakan opini mereka tentang kinerja pemerintah. Terlepas dari bisa atau tidaknya pendapat mereka berpengaruh terhadap sang penguasa. Mahasiswa jenis ini cenderung mengutamakan aspirasi mereka, sepenuhnya menggunakan waktu yang mereka miliki untuk mengeluarkan aspirasi mereka kepada halayak luas. Meski berbenturan dengan pihak kemananan yaitu Polisi dan Tentara merupakan hambatan jelas yang akan mereka hadapi. Index Prestasi Kumulatif pun menjadi nomor dua dalam usaha pencapaian hidup mereka. Yang terpenting adalah Aspirasi! Meski kita tidak pernah tahu, apakah aspirasi itu datang dari dalam lubuk hati atau berasal dari segepok amplop yang diterima dari client yang menginginkan untuk melakukan aksi demi menciptakan opini publik sesuai yang diinginkan. Itulah jenis mahasiswa demokratis.



Lanjut kepada jenis mahasiswa idealis. Mahasiswa jenis ini merupakan mahasiswa yang mulai membangun tata-cara berpikir. Merumuskan segala hal dan selalu mengolah apa yang hendak dilakukan. Ini biasanya dipengaruhi oleh keikutsertaanya dalam beberapa organisasi. Tentunya organisasi itu sendiri merupakan wadah untuk menciptakan serta mengembangkan diri mereka dan menciptakan pola pikir mahasiswa tersebut. Hingga terkadang, wadah ini dapat menjadi tempat untuk Doktrin alias cuci otak versi organisasi itu sendiri. Baik itu kearah positif maupun negatif. Semua itu tergantung mahasiswa yang memilih mana ladang dan sawah yang ingin dihidupinya. Salah masuk kandang, resiko tanggung penumpang. Bagi mahasiswa jenis ini, index prestasi kumulatif masih memiliki andil dalam pencapaian yang ingin diraihnya. meski terkadang mahasiswa tersebut akan berada pada satu titik untuk memilih hal apa yang diutamakan, namun dengan sebisa mungkin dia akan merumuskan apa yang terbaik yang akan dilaksanakan. Selalu bertindak logis beradasarkan pengalaman yang telah terjadi, baik itu pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. yang penting bisa memberikan pengaruh bagi diri sendiri, itulah pengalaman. Dan kebanyakan, mahasiswa jenis ini selalu meraih kehormatan atas gelar Kura-kura alias Kuliah rapat - kuliah rapat. Itulah mahasiswa idealis.



Yang terakhir adalah mahasiswa Realistis. Mahasiswa jenis ini selalu mengimplementasikan terhadap sebab dan akibat yang akan terjadi. Positif-Negatif, Baik - Buruk, jelek dan baiknya sesuatu hal. dengan segala pertimbangan, mahasiswa jenis ini selalu mencari titik aman. Tidak maju dan juga tidak mundur. Perkembangannya hanyalah berasal dari segepok buku yang didapatnya dari toko buku langganan, atau sebatas koneksi internet yang dia nikmati di wilayah kampus. Mahasiswa jenis ini, selalu mengutamakan kepentingan perkuliahan dibanding hal lain. Apakah akan terjadi bencana banjir, longsor dan gempa, hal yang utama dipikirkan oleh mahasiswa jenis ini adalah bagaimana cara jitu demi meraih nilai maksimal. dengan ketertutupan wawasan akan sesuatu hal yang akan terjadi, mahasiswa jenis ini sering diberi predikat Cupu, Katrok, Ga' g4uL,etc atas kenonaktifannya dalam pergaulan yang berlalulalang didepan mukanya. Entah karena merasa tidak cocok, atau merasa tidak mau repot dengan urusan yang bukan urusan miliknya. Dengan bersemboyan "Urusan negara sudah banyak yang urus, sedangkan urusan masa depanku siapa yang mau urus?! " selalu menjadi tolak ukur dalam perkembangan mahasiswa jenis ini. Sehingga, predikat Kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang pun menjadi gelar kehormatan yang diembankan kepada mahasiswa jenis ini.



Mahasiswa, kita memang berkuasa. Kita adalah segala-galanya. Kita adalah pemilik dunia ini. Tapi ingatlah kawan, kekuatan yang kita miliki seyogyanya kita pergunakan untuk mencurahkan secara penuh daya cipta yang kita miliki untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Apa yang kita laksanakan sebagai seorang mahasiswa haruslah kita pertanggung jawabkan. Renungkan apa yang mampu kita perbuat untuk diri kita sendiri, untuk kedua orang tua kita, untuk keluarga kita, untuk teman-teman kita, untuk guru-guru dan dosen-doosen kita, untuk perguruan tinggi kita, untuk masyarakat, dan terakhir untuk negeri kita. Kita harus berpikir, sejauh mana tindakan kita mampu menuai hasil. Apakah setiap teriakan kita dengan peluh bercucur akan mendatangkan harap yang kita koar-koarkan diterik matahari memanas. Mari kita sibukkan diri kita untuk mencari prestasi sebanyak-banyaknya. Hanya dengan cara itu kita mampu bersuara secara global. Dengan cara itu kita mampu berbicara kepada Negeri ini. Yaitu dengan Prestasi kita. Sebagai seorang mahasiswa, pengabdian wajib kita laksanakan. Dimulai dari yang paling bawah yaitu pengabdian pada diri sendiri hingga yang tertinggi pengabdian pada negeri. Ingat, semua itu butuh proses agar kita lebih mampu menjalankan serta mempertanggung-jawabkan apa yang kita perbuat. Merasa hebat dengan kondisi saat ini ? Jangan lihat orang didalam lingkaranmu, coba buka mata anda dan lihatlah lingkaran mahasiswa lain yang berada disekitar anda. Silahkan bersaing dalam prestasi, untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 NKRI Harga Mati. Bravo Mahasiswa Indonesia. Pergunakan intelektualitas kita pada suatu hasil nyata, bukan mimpi semata.


Picture by : crackedcrackers - deviantArt

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search