Pelajaran dari Bus Transjakarta (Busway)

Akhir-akhir ini, sering-kali setiap pagi kuhabiskan diperjalanan menggunakan bus transjakarta atau busway, mendatangi tempat-tempat yang mengundang aku untuk interview kerja. Ya, mungkin untuk mendapatkan uang tambahan, hal ini harus kudapatkan. Tujuan utamaku kerja, yaitu untuk memiliki sejumlah uang untuk mengikuti seminar-seminar dan untuk membeli setumpuk buku yang mendukung perkuliahanku.

Hampir setiap hari selama 2 minggu belakangan ini, setiap pagi pukul 06.00 WIB, dari kos saya yang berada di daerah pangkalan jati, saya menggunakan mobil angkutan umum 19 trayek PGC - Pangkalan Jati untuk menuju ke Halte Busway BNN yang berada di daerah cililitan. Yaitu halte busway yang kusinggahi untuk menuju tempat interviewku. Mungkin sebelumnya telah banyak berita gembar-gembor tentang pelecehan seksual di kendaraan umum bus transjakarta atau busway ini. Saya pun sempat mengetahui hal tersebut, namun untungnya korban pelecehan tersebut bukan saya sendiri, atau bahkan pacar saya. Namun kejadian sial itu menimpa rekan saya yang bernama wilda. Sangat mengesalkan memang jika hal itu terjadi berada disekitar kita, namun kita tak punya kuasa untuk bisa mencegah hal buruk itu terjadi. Seandainya saja aku sendiri yang menyaksikan hal tersebut, bisa kutendang orang itu yang tanpa pikir panjang melakukan hal kotor itu. Tapi itulah sekelumit kisah pendek tentang apa yang yang terjadi di Bus Transjakarta atau Busway.


 Busway | Bus Transjakarta | Citizen Journalism | Universitas Borobudur | Kisah Remaja


Pelajaran ---- Yang kuketahui, bahwa tidak semua hal menjengkelkan itu hanya membawa keburukan. Hal itu baru kusadari ketika menjelajahi sedikit sudut kota Jakarta menggunakan Busway, tepatnya busway koridor 9. Hari itu sungguh penat memang suasana jakarta, ditengah siang bolong saya harus berdesak-desakan di kendaraan yang dibilang sebagai kendaraan antimacet, tapi yah.. saya sendiri yang merasakan. Pada siang itu, adalah waktu untuk istirahat makan siang. Mungkin karena sial, saya harus berada di jalan yang sangat padat gedung bertingkat yang merupakan kantor-kantor yang sangat banyak karyawan yang berlalu-lalang untuk istirahat makan siang. 

 Ketika sedang berada di busway, setelah berdiri untuk cukup lama di busway karena penuh, akhirnya kesempatan emas untuk duduk sekedar melepas lelahnya kaki yang sudah tidak kuat menopang badan pun datang. Sukur Alhamdulillah kugumamkan dalam hati. Tapi alangkah naasnya ketika berhenti disalah satu halte di daerah Pancoran, naiklah sesosok ibu hamil membawa anaknya yang masih kecil. "Clingak-clinguk" dia mencari besi sekedar untuk bersandar. Ternyata, dalam hati ini kenapa ada perasaan tidak tega. Sepertinya rasa lelah kaki tidak sebanding dengan ketidak-tegaanku melihat apa yang berada didepanku saat ini. Tanpa keberatan, mulut ini seakan bergerak sendiri dan bersuara "Silahkan duduk Bu," ucapku tanpa pikir panjang. Kutegakkan badan ini dan mempersilahkan ibu muda itu untuk menduduki tempat yang menjadi sarang emasku untuk sekian menit itu. Yang kurasa, sepertinya rasa lelah pada kaki ini seakan menghilang melihat ibu muda itu menghela nafas untuk membuang penatnya berdiri ditengah kerumuman manusia jakarta. Senyum pun terukir diwajah ibu itu seakan mengucap terima kasih yang tersamar. Sedikitpun tidak ada rasa sesal yang kurasa karena telah membiarkan ibu itu menduduki tempat yang menjadi harapanku dari halte yang kutumpangi tadi. Sejenak kuberpikir, memang busway ini memiliki kejuta makna. 

Tidak hanya kita mengartikan bahwa busway hanya moda transportasi umum yang digunakan pemerintah Ibu Kota Jakarta untuk mengatasi kemacetan yang ternyata solusi itu tak benar-benar menjadi solusi. Busway, memberikan pelajaran bagi kita, dibenda itu kita dapat belajar bagaimana menghargai orang lain terlebih dahulu. Tidak mengutamakan kepentingan pribadi semata. Alangkah indahnya jika semua orang mampu memetik seuntai pelajaran dari moda transportasi umum ini.
Sebuah pelajaran penting, yang semua orang bisa memaknainya
                                            "Gunakan kendaraanya, jangan ambil jalurnya"

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar