Minggu, 29 Mei 2011

Cara Remaja : "Menentukan Pilihan"

Tepat kemarin sore sekitar pukul 15.00 Wib Handphone itu bergetar lagi, berisikan pesan dari ayahku menyarankan aku berpindah kuliah ke jogja. Sekali lagi, pilihan ini harus kuambil. Dengan semangat 45 penuh keyakinan, kubalas sms tersebut dengan rangkaian berikut : Insyaallah saya bisa sukses disini. Yakin ? sekali lagi itu merupakan sesuatu yang sulit kusadari hingga detik ini. Merasa sudah klop dengan suasana saat ini.

Dengan kawan-kawan, abang-abang yang sudah kuanggap seperti sorada kandung sendiri. Terlebih lagi lingkungan yang mampu kukira mampu menempa diriku. Inilah sesuatu yang harus kujalani. Jogja, yah sebuah kota yang mungkin jaraknya lebih dekat ke mojokerto kota lama yang kurindukan dari pada ke jakarta. Tapi sekali lagi, menepi semua inginanku untuk bisa membahagiakan orangtua. Aku disini selalu berusaha menjadi yang terbaik. Membuat keputusanku sebagai sebagai kunci awal masa depanku. Membaur dengan kondisi ini, kuberadaptasi. Melawan apa yang orang sebut bahwa jakarta kota biadab, tapi inilah lembar pengalaman yang akan kuceritakan kepada anak-anakku kelak. Suatu kisah tentang apa yang kujalani atau yang lebih tepatnya kupilih.

Ketika sejenak kuingat kebelakang, ternyata mungkin ini semua memang takdir. Apa yang kujalani, apa yang kudapatkan memang sesungguhnya pantas kudapatkan. Sesuatu apa yang kupilih. Ini semua seperti perjudian kita dengan tuhan. Apa yang kita pilih, itu yang kita jalani dan itulah yang kita dapat serta rasakan. Kurang ajar memang jika sebutan itu kunamakan perjudian dengan tuhan namun sepertinya itu adalah kata yang pas dengan kisah mencari pengalaman. Kata kunci Berjudi dengan Tuhan sepertinya sangat penuh arti, sebagai remaja pencari pengalaman itu akan menjadi judul film hidupku, judul film kehidupan semua remaja.

Kehidupan remaja adalah awal semuanya dimulai. Pilihan demi pilihan ditodongkan bak penjagal mengarahkan sepucuk senjata pada korbannya. Dan keputusan adalah sang polisi yang menentukan kemana akhir cerita dari kisah penjagal tersebut.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search