Ku Dewasa

 Manusia bertumbuh | Manusia Berkembang | Bayi Dewasa | BerubahFoto itu masih terpampang sedikit buram akibat termakan usia di pojok dinding rumah, memandang tubuh yang dahulu begitu mungil dan kecil, bersanding dengan kedua orangtua, "hemph..." seketika sedikit senyum menyumbat tawa pun kubias. Sekilas ku pandang kaca, tersenyumlah ku kembali, melihat begitu besar perubahan yang terjadi pada ragaku kini, dan tentu saja perubahan tersebut tak sombong untuk membawa perubahan pula pada sanubari dan pikiranku.



Wahai waktu, telah banyak engkau rubah aku menjadi seperti ini, dengan bantuanmu sedikit-demi sedikit perubahan itu mulai tampak walau tak seketika terasa. Begitu banyak detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun yang kulewati. Menempa aku hingga seperti ini. Memang tak salah petuah yang berkata "Waktu memang tak terbatas, tapi waktu kita terbatas,". Menyesal akan waktu, membuat kita merupakan salah satu orang yang sangat merugi, seperti itulah yang diungkap oleh salah satu guru saya di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. Beliau adalah orang yang mengingatkan saya dengan begitu berharganya waktu. Meski pernah sedikit sesal mencoret-coret mimpiku, yah,, mau di apakah lagi, nasi sudah menjadi bubur tapi tinggal bagaimana kita membuat bubur itu menjadi bubur penuh cita rasa, benar bukan ?. Hanya orang sukses yang menghargai waktu, begitulah kenyataan yang saya baru lihat beberapa waktu terakhir ini.

Ambilah saja dari pengalaman hidupku yang baru mulai masuk 18 tahun. Selama ini, saya menyadari bahwa waktu tidak semaksimalnya saya manfaatkan dengan kegiatan yang sangat positif, artinya masihlah ada beberapa penyesalan. Tapi setidaknya hal tersebut tidaklah terlalu buruk. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, itu adalah kata yang kini kupegang untuk menempuh waktu kedepannya.


Kini Ijazah bertuliskan Lulus dari SMK Negeri 1 Mojokerto Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan telah bersatu dengan ijazah-ijazah serta sertifikatku di map coklat itu. Kenangan selama beberapa tahun bersekolah pun tak lupa ku kunci bersama lembaran-lembaran nilai,meyakinkan diri bahwa kenangan indah itu takkanlah pernah hilang bersama waktu.

Esok, adalah hari baru. Dimana perjalanan baru harus kutempuh sebagai sosok merintis dewasa. Melakukan suatu perjalanan, berpisah dari orangtua, belajar hidup di Kota Metropolitan Jakarta untuk menempuh kuliah. Mungkin ini adalah suatu jalan yang dapat menempaku menjadi sosok dewasa. Berjanji dengan diri sendiri bahwa penyesalan takkan pernah lagi terjadi. Yang terjadi biarlah terjadi, semua ada makna dan konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Entah itu hal baik atau buruk, nantinya semua haruslah menjadi guru perjalananku itu.

Bapak dan Ibu, kini anakmu ini telah memahami arti sebuah kehidupan. Mengerti apa yang harus kulakukan. Tak perlulah lagi kau ingatkan anakmu ini untuk tidak merokok, minum minuman keras, atau hal buruk lainnya serta untuk rajin beribadah. Apalagi di dalam agama diajarkan bahwa, ketika seorang anak telah beranjak dewasa, segala sesuatunya merupakan tanggung jawab anak itu sendiri dan bukan lagi tanggung jawab orangtua.

Diatas letih akan malam ku buat janji,
Dengan waktu yang mulai pagi aku bermimpi.
Wujudkan cita lama yang pernah berhenti,
Karena bimbang yang sering menghantui.

Dan jelang pagi ku bermimpi,
Bahagiakan orang tua ku memasti.
Walau itu takkan pernah membalas
Waktu yang telah kau beri,
Pada anakmu ini,..

Ayah dan Ibu...

Ichsan Yudha Pratama

Rakyat Biasa Yang Cinta Keragaman Nusantara
Running Enthusist | Web Developer | Blogger | Google Local Guides

Love to code, code to love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar