Selasa, 10 Agustus 2010

Bea Cukai Lindungi Tunas Indonesia

 Bea Cukai | Fungsi Bea Cukai | Pengertian Bea Cukai | Manfaat Bea Cukai | Bea Cukai untuk Masyarakat | Bea Cukai Untuk Negeri
Bea Cukai ? Ungkapan tersebut barulah kudengar sekitar tiga tahun yang lalu. Tepatnya ketika masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ketika itu terdapat beberapa orang yang berjualan rokok di luar lingkungan sekolah dengan mendirikan lapak-lapak kecil dengan hanya dialaskan terpal (Sejenis alas karpet dari plastik). Ketika pulang, saya melirik salah satu dagangan dari penjual tersebut, dan salah satu merk dagangnya adalah rokok 456. Lalu pikiran saya mengacu pada salah satu rokok yang bermerk 123 yang sering muncul iklannya di tv. Lalu saya seketika bertanya kepada teman saya yang berjalan di sebelah saya. "eh Ip, itu berapa harganya ? kok merknya tidak terkenal seh?" Lalu temanku itu langsung menjawab,"Ia itu memang produk sendiri san, bikinan rumah trus harganya memang murah lha tidak kena pajak cukai kok!",tegasnya. Dan juga, ketika ku berjalan melewati kantor Kelurahan di daerahku, terdapat spanduk yang bertuliskan, "STOP PEREDARAN ROKOK DENGAN CUKAI PALSU".
Memang, jika kita cermati lagi. Kejadian seperti ini masih marak terjadi. Meski Lembaga anti korupsi dewasa kini sedang gencar-gencarnya menyuarakan kebebasan negara kita dari segala macam bentuk kegiatan kecurangan yang dapat berakibat merugikan negara.
Salah satu cerita lagi datang dari temanku tadi yang bernama Iip. Aku dan iip adalah teman SMP, namun ketika lulus dan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi saya memilih masuk ke salah satu SMK Negeri di kota saya dan Iip teman saya itu dia kurang beruntung dan bersekolah di salah satu SMA Swasta di kota kami. Lalu ketika kami baru saja naik ke kelas 12, dan ketika itu kami sedang duduk-duduk di rumah saya sesambil istirahat sepulang sekolah. Saya mengajukan pertanyaan mengenai rencana dia nantinya ketika lulus. "Ip, kalo lulus kamu mau ngelanjutin kemana ?" ,dengan cepat dia berkata "Aku pengen masuk STAN San ! Ambil Bea Cukai, enak nanti bisa dapat banyak sogokan kalo ada orang yang mau nyelundupin barang", dengan agak aneh saya menanggapi " Heh, punya rencana kok rencana bikin dosa ? Nanti kamu berdoa pengen masuk STAN tapi akhirnya untuk bikin dosa. Mana mungkin di kabulkan ? Yah,bagai teman aku cuman bisa doain ajalah". Hingga akhirnya kita lulus sekolah dan dia pun dengan semangat 45 mengirim sms(Short Messege Service) kepada seluruh teman-temannya meminta doa agar dia diterima di STAN(Sekolah Tinggi Akutansi Negara). DAn sebelum dia berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti tes, dia menyempatkan diri untuk mampir ke rumah saya. Saya hanya memberikan dia sedikit semangat serta dukungan, agar dia bisa sukses. Hingga beberapa hari kemarin terdapat pengumuman dari pihak STAN tentang mahasiswa yang diterima, lalu dia memberitahukan kepada saya jika dia tidak diterima. Saya hanya berkata mungkin ini belum menjadi rejeki dia dan mengingatkan tentang omongannya beberapa tahun silam mengenai rencana dia.

Memang, seringnya tindak kecurangan itu terjadi saat ini telah menjadi rahasia publik. Bagaimana bisa seorang pelajar mengetahui tindakan salah satu oknum nakal tersebut dan pelajar tersebut begitu berani menjadikan itu sebagai impiannya ? Apalah arti papan visi dan misi yang ada pada setiap Departemen di Negeri ini jika masih saja terdapat pegawai yang demikian. Kini saya pun percaya, tidak semua orang bisa memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu di STAN dan tidak semua orang bisa memiliki kesempatan untuk mengabdi di salah satu lembaga yang berperan di garis depan pertahanan Indonesia dalam bidang ekspor, impor dan segala hal perijinannya.

Bagi saya, bea cukai merupakan suatu badan negara yang sangat berpengaruh dalam masyarakat. Bea dan Cukai sudah menjadi semacam Firewall untuk sistem keamanan negara ini. Memang mungkin saat ini yang lagi tren ada tni,polri dan densus 88. Namun peran Bea cukai pun tidak dapat dianggap sebelah mata. Dialah sang pelindung para tunas bangsa ini dari berbagai pengaruh barang haram yang didatangkan dari negara lain. Bagaimana tidak ? Negara indonesia adalah negara yang sangat makmur dengan berbagai macam penghasilan bumi serta laut yang berlimpah. Indonesia memiliki banyak jenis rempah namun bukan narkoba tentunya. Indonesia tidak pernah mengenal Sabu pada dulunya, Indonesia hanya mengenal Sarapan Bubur. Namun kini ? sekarang semua berubah begitu cepat. Teman-teman yang dulu bermain bola bersama, mengaji bersama, belajar bersama, mengerjakan tugas bersama, saling bercerita, saling berbagi, saling bermmimpi tentang masa depan namun kini harus berada di sel tahanan karena kedapatan membawa salah satu barang haram yang entah oleh siapa barang itu bisa dikenal olehnya. Rasa kesal, marah dan tentu saja sangat membenci orang yang telah tega membuat salah satu teman baikku terjerumus ke dalam hal demikian. Mengingat itu tentu saja menjadi hal yang dapat memicu emosiku dengan cepat.

 Bea Cukai | Fungsi Bea Cukai | Pengertian Bea Cukai | Manfaat Bea Cukai | Bea Cukai untuk Masyarakat | Bea Cukai Untuk NegeriDan entah kenapa, ketika selepas maghrib dan melihat acara berita di tv bahwa polisi bersama petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan menyebaran narkoba di Indonesia. Wah, itu merupakan perasaan yang sangat sangat sangat menyenangkan. Yang selalu muncul di pikiranku ketika mendengar kata narkoba adalah teman-temanku yang telah terjerumus olehnya. Sudah sangat seringlah telinga ini membengkak karena keseringan mendapat peringatan, ceramah dan nasehat dari guru,orang tua,kakak serta saudara agar aku berhati-hati dengan yang namanya narkoba. Dalam benakku aku pun menggumam " Sebegini parahnya kah narkoba untuk diriku ? Sebegini parahnya kah narkoba untuk teman-temanku ? Sebegini parahnya kah untuk lingkunganku ?"

Coba kita ingat, seberapa sering kita mendengar atau melihat berita tentang berbagai cara orang dari negara lain dengan berbagai cara cerdikya membawa masuk barang tersebut ke dalam negara kita ? Ada yang memasukkannya dalam tong namun di tumpuk dengan gula, ada juga yang di masukkan dalam boneka, ada juga yang di campur dengan kosmetik hingga ada orang yang nekat memasukkan barang tersebut ke dalam dirinya akibat semakin ketatnya proses pemeriksaaan di Bea Cukai.

 Bea Cukai | Fungsi Bea Cukai | Pengertian Bea Cukai | Manfaat Bea Cukai | Bea Cukai untuk Masyarakat | Bea Cukai Untuk NegeriBayangkan saja, jika negara kita tidak memiliki sistem pertahanan demikian ? Mana mungkin kisa bisa melihat para tunas bangsa ini menenteng-nenteng medali emas dalam ajang internasional, mana bisa kita melihat tunas bangsa Indonesia beradu kemampuan dalam hal olahraga,seni,budaya,kecerdasan dan lain-lain.
Seperti yang pernah dikatakan oleh guru ngaji saya, bahwa saat ini bukan jamannya perang menggunakan bambu, senapan mesin, dan rudal yang berterbangan kesana-kemari. Namun dengan hanya memberikan beberapa ton narkoba, beberapa album porno, dan juga beberapa gepok uang. Negara kecil sekalipun bisa saja menghancurkan negara berkuasa sekalipun. Bayangkan jikia para tunas bangsa yang berasal dari bibit super sampai-sampai sempat mencicipi berlian neraka itu ? Bisa-bisa Negara Indonesia hanya bisa berada dalam buku sejarah Sekolah Dasar negara lain.

Miris rasanya jika mengingat hal tersebut, namun itu adalah kenyataan. Mencegah masuknya barang itu ke wilayah nusantara merupakan hal yang sangat berarti untuk negeri ini dari pada kita mengobati para teman, saudara, adik dan anak yang sudah kecanduan hal bodoh bin tidak penting itu. Kalau tidak percaya, silahkan berkunjung ke tempat-tempat rehabilitasi para korban narkoba. Bayangkan penderitaan yang mereka rasakan. Sudah sangat tersiksa akibat metode-metode yang dijalankan oleh pihak rehabilitasi belum lagi rasa tersiksanya ketika membutuhkan barang yang menjadi hidup dan mati kita, tiba-tiba kita di paksa untuk tidak menikmati hal tersebut. Belum lagi nanti setelah selesai berurusan dengan sel tahanan dan pihak rehabilitasi, ketika keluar akan menghadapi hakim terberat yaitu warga sekitar yang pasti akan menstempel muka kita dengan MANTAN PECANDU NARKOBA. Kita yang membayangkan saja merasa tersiksa, apalagi mereka yang menjalani ? Cukup lah kita hanya bercerita, cukplah kita hanya merencanakan berbagai planning tentang cara mengobati para pecandu. Marilah kita coba berpikir untuk menghentikan masuknya barang tersebut ke negara kita. Mana ada sih orang tua yang mau anaknya menjadi pecandu narkoba ? Mana ada sih adik yang mau kakaknya adalah seorang pecandu narkoba atau sebaliknya ? Atau jika nanti sang pecandu narkoba di tanya ketika mereka baru keluar dari tempat rehabilitasi apakah mereka mau menjadi seorang pecandu narkoba ? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK. Faktor lingkungan adalah hal utama yang dapat mempengaruhi, yang dapat merubah malaikat menjadi iblis pecandu, apalagi jika menjadi iblis pengedar.



Awasi segala pengaruh yang berasal dari luar, awasi segala hal yang ada dalam raga itu, agar tindakan itu tetap berada dalam rel sebagai mana visi dan misi Ditjen Bea dan Cukai. Takkan pernah ada Presiden jika tak ada tunas bangsa yang memiliki kemampuan untuk itu. Jagalah tunas bangsa itu untuk mempertahankan masa depan nusantara, masa dengan Indonesia, masa depan kita bersama.

Picture by :
* Google.com
** Kompas .com

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search