Senin, 06 Juli 2009

Seni Rupa Tak Bertempat

X-think,merupakan tulisan seni grafity yang berada di Jl.Taman Siswa Kota Mojokerto. Seni rupa ini sedang marak di gandrungi para kaum remaja saat ini, tapi apakah seni ini memiliki dampak baik bagi lingkungan atau bahkan hanya sekedar merusak dan tidak bertanggung jawab atas keberadaannya?

Hal tersebut adalah hal yang patut kita jawab sebagai salah satu warga Kota Mojokerto karena, di kawasan pusat kota mojokerto, tak lelah sering kali kita menjumpai seni ini dengan berbagai macam tulisan dan juga memiliki kandungan seni di dalamnya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah hal ini adalah hal yang tidak bermanfaat dan hanya merusak? karena untuk melakukan hal ini, kebanyakan BOMBER ( sebutan bagi seorang Graffiti-ers ) melakukan hal ini pada malam hari atau pada tengah malam agar menghindari dari reaksi masyarakat atas aksi yang mereka lakukan. 

Dari wawancara yang saya lakukan terhadap para masyarakat yang berada di sekitar lingkungan yang tembok yang menjadi media ber-grafity ria, bahwa mereka terkadang jengkel terhadap aksi pada remaja yang mencoret-coret tembok secara sembarangan tetapi mereka juga menyadari bahwa kekurangan media untuk berkreasi seni di kota Mojokerto tidaklah mudah untuk di dapatkan dan mereka yang memiliki jiwa seni tidak dapat dengan bebas menyalurkan bakat mereka,begitulah kata seorang penjual koran yang berada di tikungan perempatan jalan Tamansiswa. 

Sebagai seorang penulis, saya tidak hanya meminta pada satu jenis subjek, saya juga sempat bertanya ke pada salah satu siswa SMA TAMANSISWA KOTA MOJOKERTO, dia berpendapat bahwa kegiatan ini sah-sah saja, bagus juga kok. Malah seharusnya pemerintah kota mojokerto berinisiatif untuk memberikan media berkreasi bukan hanya untuk para Bomber tapi juga kepada segala seni yang berada di kota ini tapi tak memiliki media untuk menyalurkannya. Memang banyak pandangan-pandangan tentang Seni Grafity tetapi itulah Dunia, semua yang ada di dalamnya memiliki sisi positif dan sisi negatifnya juga, tak ada yang sempurna baik dan tak ada yang sempurna buruk. Itu semua tergantuing setiap individu memaknainya. Seandainya para Bomber memiliki media untuk berkreasi, mereka tidak mungkin sembunyi-sembunyi untuk melepaskan seluruh gelora seni yang merek miliki. 

Dan mungkin, menurut saya hal ini tidaklah terlalu buruk asal berada di tempat yang seharusnya dia berada misalkan di tempat-tempat kawasan hiburan yang sekarang banyak tersebar di sekitar pusat kota mojokerto jadi seni graffity ini juga bisa di gunakan untuk memperindah kota mojokerto juga, bukan malah memperburuk tampilan lingkungan kota mojokerto karena seringkali jika terdapat grafity yang berada di tembok-tembok maka tembok tersebut akan segera di cat ulang untuk menghapus seni graffity tersebut. 

Dan sekarang tidak jarang kita menjumpai seni ini di dalam tembok sebuah toko dan bahkan juga berada di sekolah, seperti Gambar Graffity yang berada di SMP Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto meski seni tersebut bukan dari hasil karya siswanya sendiri melainkan berasal dari Bomber bayaran. Tapi itu merupakan satu contoh bahwa seni grafity tidaklah seburuk apa yang di bayangkan sebagian banyak orang,namun seni ini bisa sangat indah dan sangat menarik jika kita sebagai salah satu warga kota mojokerto mendukung salah satu karya dari saudara kita, para tunas remaja kota mojokerto yang tidak mungkin bisa memimpin kota ini kelak. Dan di bawah ini akan saya tunjukkan berbagai karya Seni Grafity yang berada di kawasan pusat Kota Mojokerto.






1 komentar:

  1. wah.............keren..........hehheeh

    salam kenal y

    BalasHapus

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search