Kepunahan Hijau Mojokerto


Telah banyak papan himbauan yang berisi tulisan-tulisan yang mengajak segenap warga mojokerto untuk menjadi warga yang peduli. Mojokerto Hijau adalah kata yang sempat saya dengar di salah satu radio kota mojokerto,dimana kata tersebut masih membingungkan saya,karena memang saat ini pemerintah kota sedang giat-giatnya menggagas mojokerto untuk lebih bersih udaranya, sebagai bukti di Jalan Benteng saat hari minggu dilarang untuk motor melintas demi mengurangi asap motor di pagi hari. 




Tapi saat ini, daerah yang menurut saya adalah kawasa hijau yang bermakna Bersih telah semakin hilang sebagai akibat pertumbukan kota mojokertoku yang hendak berevolusi sebagai kota yang maju.

Saat ini, saya bersekolah di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto di Jalan Kedungsari Kota Mojokerto dan seperti kita tahu, di kawasan kedungsari merupakan wilayah yang masih asri dan masih banyak persawahan di sekitar area itu, 2 tahun lalu bisa kita bayangkan bersama, ketika pagi datang, dan masih banyak kabut yang memenuhi jalan serta udara dingin yang menusuk tulang dan ketika kita melihat kearah timur terdapat cahaya indah matahari yang melompat dari persembunyian bersiap memberikan sinar hangat yang di butuhkan oleh seluruh makhluk di seluruh bumi Mojokerto dan ketika kita menghirup nafas, masih banyak aroma sejuk udara ketika itu, namun setelah saat ini dengan semakin banyaknya perumhaan yang telah di bangun di sekitar kawasan tersebut maka berkuranglah kenikmatan dari suasana pagi di Kota Mojokerto yang pada jaman sekarang ini mulai sulit untuk di dapatkan apalagi di daerah perkotaan. Mojokerto 3 tahun Lalu di daerah kedungsari yang masih tampak asri dan hijau dan jika kita melihat pada saat sekarang maka kita akan terheran-heran melihat perubahan yang sebegitu besar hanya dalam waktu kurang lebih 2 tahun. 

Dan saat ini kita tinggal menunggu kapan semua warna kehijauan lingkungan itu untuk berganti menjadi perumahan perumahan dengan desain modern yang akan menghiasi kota ini dan kita tinggal meminbun akan kerinduan akan suasana indah pagi yang diberikan tuhan kepada kita yang seharusnya bisa kita dapatkan setiap hari sebagai akibat pergatian pagi dan malam atau bulan ke matahari. Akhirnya semoga Pemerintah Kota mojokerto lebih dan lebih lagi memperhatikan aspek-aspek yang paling mendasar dari kota ini yaitu adanya daerah kawasan hijau.

Meski di sebelag Gelora A.Yani Kota mojokerto telah di buat Taman Kota, namun hal itu tidak mencukupi untuk menyaring seluruh udara kotor yang setiap detiknya mengancam kebersihan udara atau mengancam kualitas udara yang tersebar di kota mojokerto ini. 

Dan juga diharapkan agar para warga mojokerto mulai yang muda hingga yang tua, peduli akan mojokerto bukannya merusak keadaan lingkungan sekitar dan diharapkan agar pemerintah melakukan sesuatu hal yang nyata dan yang langsung teraksana bukan hanya sekedar membuat papan-papan himbuan tetapi misalnya melakukan penanaman pohon di sekitar area kosong atau mengadakan seminar seminar ke sekolah-sekolah, instansi atau lemaba. 

Dan saat ini saya masih merasa senang karena masih terdapat pohon yang sangat bersar yang tetap di pertahankan pemerintah yaitu pohon yang berada di Kantor Bupati yang tetap megah kokoh berdiri sebagai Jantung Kota Mojokerto.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.