Bukan Jogging Track

Kota Mojokerto sebagai tempat yang banyak terdapat tempat-tempat berkumpul, olahraga, atau tempat untuk kuliner, tidak ditinggalkan oleh pengunjung terutama dihari-hari libur. Tetapi kali ini saya tidak berbicara tentang tempat itu. Saya akan membicarakan tentang perubahan atau wajah Mojokerto akan dibilang pada fungsi dari tempat tertentu.

Rincian lebih lanjut, biasanya tempat-tempat tertentu untuk beralih fungsi dari waktu ke waktu. Terkadang dipagi hari, tempat untuk menjadi tempat olahraga bagi masyarakat Mojokerto, dan pada malam hari, tempat yang berfungsi sebagai tempat untuk orang berjualan. Misalnya, seperti Alun-Alun Mojokerto, paginya bahwa tempat olahraga senam bahkan kadang-kadang diadakan untuk para manula. Tetapi hari di tempat di mana orang-orang yang mencari nafkah dengan cara berjualan.

Contoh lainnya adalah tempat yang harus digunakan untuk olahraga bahkan tempat kuliner, misalnya, Jogging Track, atau yang lebih dikenal dengan JT. Dari namanya saja sudah menunjukkan bahwa ini adalah tempat untuk Jogging atau latihan. Tetapi tempat ini memiliki fungsi sebagai tempat kuliner dan kadang banyak remaja, mereka menggunakan tempat ini untuk kencan dan ada lebih banyak lagi.

Dan juga sebagai contoh adalah GOR (Gedung Olahraga) di jalan Gajah Mada. Kadang-kadang dibuat untuk tempat pertemuan atau acara yang asli fungsi samping bangunan. Bahkan ada di Mojokerto gedung itu sendiri, seperti gedung S. Ramelan, ia kadang-kadang digunakan untuk olahraga. Ada juga cara yang seharusnya berfungsi sebagai kendaraan sampai bahkan menjadi tempat untuk berkumpul dan balap motor. Misalnya, seperti jalan Benteng, yang digunakan untuk remaja atau menggantung di perlombaan hari. 

Walaupun balapan liar sangat dilarang oleh pemerintah karena dapat menyebabkan kecelakaan bagi pembalab atau orang lain yang sedang menggunakan jalan. Mungkin liar ini ingin mengapresiasikan keahlian mereka, tetapi tidak ada tempat atau untuk membuat sirkuit balap dengan baik. Benteng juga ada juga jalan yang digunakan untuk balap liar, seperti jalan Surodinawan. Dari penjelasan dapat disimpulkan bahwa di Mojokerto masih banyak tempat yang satu fungsi digunakan atau ditransfer yang tidak sesuai dengan nama tempat itu sendiri. Mungkin harapan dari tempat saya masih bisa menggunakan sesuai nama dan fungsi mereka yang sebenarnya.

Foto : Mojokerto.go.id

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.