Selasa, 05 Mei 2009

Limbah Cair


1. Kebutuhan Air

Air,adalah sebuah kebutuhan manusia yang tak dapat di kesampingkan lagi keberadaannya. Air minum merupakan hal pokok bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sebagai konsumsi, namun air juga di gunakan mausia dalam melakukan kegiatan atau aktifitasnya sehari-hari seperti untuk mandi,mencuci dan sebagainya.
Di jaman seperti ini, kita sering kali mendapatkan jaminan air bersih dan sehat. Pencemaran air adalah masalah klasik yang dialami masyarakat kita. Mulai dari akibat Sampah,Limbah Pabrik,Industri,Septic Tank,Selokan ,Sungai dan masih banyak lagi.
Kita harus mengakui dan menyadari betapa pentingnya air. Tubuh kita hampir 70% terdiri dari air. Selain berfungsi untuk metabolisme,air juga merupakan penunjang lubrikasi. Air juga menjadi megantar nutrisi yang didistribusikan zat-zat gizi makanan ke seluruhy tubuh. Bisa kta bayangkan bersama-sama jika air yang selama ini kita konsumsi bukan air yang sehat dan bahkan hanya menjadi racun bagi tubuh kita terlebih lagi jika mengendap dan menyebabkan kekacauan di dalam sistem tubuh kita.
Coba kita ingat-ingat kejadian pada masa kecil kita dulu. Seberapa seringkah kita mengkonsumsi air yang tidak layak untuk di konsumsi. Misal meminum air langsung dari kran dan meminum es yang belum tentu air tersebut telah dimasak sebelumnya oleh penjual. Yah seperti kita tahu,demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya terkadang penjual melakukan hal yang sedemikian rupa demi meraih laba yang sangat tinggi termasuk tidak memasak air terlebih dahulu untuk di jual agar mengurangi biaya operasional bahan bakar untuk memasak air tersebut

Air yang sehat memang sudah cukup sulit untuk di dapatkan. Air yang memang diperbolehkan untuk di konsumsi untuk tubuh kita sebelumnya harus mencakup 3 kriteria,yaitu :
1.Kriteria Air Sehat Secara Fisik
2.Kriteria Air Sehat Secara Kimiawi
3.Kriteria Air Sehat Secara Mikrobiologi

1.Kriteria Air Sehat Secara Fisik
Salah satu cara melihat air itu sehat atau tidaknya adalah secara fisik,yaitu :
a)Air yang tidak berasa
b)Air yang tidak berwarna
c)Air yang tidak berbau
d)Air harus bersih
e)Suhu Antara 10-25 0C
Dari beberapa kritera tersebut saja,terkadang air yang kita konsumsi belum dapat dikatakan sehat. Contoh nyata adalah terkadang air yang bersumber dari PDAM yang kita sering konsumsi merupakan air yang keruh.





2.Kriteria Air Sehat Secara Kimiawi
Kriteria yang kedua ini adalah kriteria yang lebih spesifik lagi. Dalam penentuan air minum tidak sembarangan, namun harus melewati beberapa proses yang teliti dan akurat.
Tahap- tahap pengolahan air :
a. Tahap pertama ialah pengendapan kotoran-kotoran dalam ukuran besar pada Air Baku. Air baku yang diambil dari sungai atau sumber lainnya ditaruh di kolam besar. sehingga mendapatkan penyinaran langsung oleh matahari. Penyinaran matahari akan mempengaruhi warna air, sehingga memudar dan membusukkan bakteri melalui proses oksidasi sehingga kandungan bakteri akan berkurang. Semakin lama air berada pada kolam pengendapan maka akan semakin baik.
b. Tahap kedua adalah proses Aerasi, mengusahakan agar air tersebut mangalami kontak udara secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan rasa dan bau dari karbondioksida, metan, dan hydrogen sulfida, menambah pH dengan mengurangi karbondioksida dan panas. Proses ini dilakukan dengan menjatuhkan air dari ketinggian tertentu sehingga terjadi kontak secara langsung dengan udara bebas secara luas.
c. Proses pemurnian air(coagulant). Air yang telah mengalami aerasi tersebut d’ taruh pada bak yang berisi bahan2 yang berfungsi untuk memurnikan air. Bahan2 yang mengambang akan di pisahkan dengan koloid seperti Alumunium Soda(tawas) yang dapat mengikat kandungan yang terapung tersebut. Dalam perkembangannya, bahan Coagulant tidak hanya ditemukan pada bahan-bahan kimia seperti Klorin dan Kaporit, tapi juga pada tumbuhan kelor. Makanya kelor sering disebut coagulant alami. Tapi yang msih jadi kendala adalah tumbuhan ini tidak bsa tumbuh di Indonesia secaraa meluas, hanya di daerah-daerah tertentu.
Setelah diteliti, ternyata air sehat yang selama ini kita konsumsi belum mencukupi standart baku air bermutu. Menurut WHO, air bisa diminum dg pH 6,5-8,5. Standart itu blum bisa dterapkan di Indonesia. Karena setiap mata air mempunyai sedimentasi yang berbeda-beda. Padahal derajat keasaman dan sedimentasi sangat berpengaruh terhadap pencernaan. Dan bisa menyebabkan gangguan ginjal, lambung, hati dan pembuluh darah.
Kadar mineral yang terkandung di dalamnya kudu seimbang. Seperti kadar minimal untuk alumunium yang ada pada air minum yang adalah 1,5 mg/l, Mangan 0,05 mg/l , detergent 0,004 mg/l dan lain sebagainya. Semua standart maximum persyaratan kualitas air minum yang d’perbolehkan telah diatur pada Peraturan MenKes No.416/PERMENKES/PER?X?1990 .
Belum lagi, masalah air yang mengandung kaporit melebihi standart yang diterapkan. Lambat laun akan mengakibatkan penyakit Anemia apabila terserap oleh darah. Kaporit juga bisa mempertinggi resiko penyakit kanker, mengerasnya pembuluh darah serta mengurangi penyerapan vitamin dalam sayuran apabila dicuci dengan air yang mengandung kaporit. Gagal ginjal, juga salah satu dampak kaporit yang mengendap. Selain kaporit, klorin juga merupakan zat berbahaya karena hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. Tapi, sekarang dgunakan untuk mematikan bakteri dan menjernihkan(coagulant) pada proses penyaringan. Penggunaan klorin secara terus menerus bisa berakibat gangguan fungsi ginjal, paru-paru dsb.
Ternyata untuk sehat pada jaman sekarang sudah sangat susah. Makanya banyak orang bilang bahwa Sehat Itu Mahal. Di jaman saat ini kita tidak boleh tertipu dengan penampilan luar. Terkadang ar yang kita liat bersih, ternyata tidak sehat. Misal sekarang saja air PDAM yang telah di teliti memiliki kandungan alumunium yang tinggi. Bisa kita bayangkan. Air PDAM yang notabene paling banyak di konsumsi oleh masyarakat teryata tidak sehat. Makanya banyak PDAM di sebut Perusahaan Air Mandi Doank.
Tapi apapun bentuk konsumsinya baik itu hanya sebagai air mandi saja, itupun sudah masuk melalui pori-pori kulit. Memang cukup menakutkan, namun dengan seiring degan perkembangan teknologi,suatu saat pasti ditemukan alat penyaring air yang sesuai dengan mutu kesehatan. Dan bukan hal yang tidak mungkin kita sebagai siswa SMKN 1 Kota Mojokerto yang akan menciptakan alat tersebut di masa depan.
Dari Penjelasan tadi, kita telah sedikit lebih tahu tentang Air Minum yang ideal adalah :
Air yang jernih
Air yang tidak berwarna
Air yang tidak berbau
Air yang tidak berasa
Air yang tidak mengandung kuman penyakit dan bahan berbahaya


Tujuan Penyediaan Air Minum
Air sebagai salah satu hal terpenting dalam hal konsumsi manusia adalah hal mutlak yang harus di penuhi karena untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencegah terjadinya serta meluasnya penyakit bawaan air
( Waterborne Diseases).
Waterborne Diseases,antara lain :
Disentri
Cholera
Polio
Kaki gajah
Scabies
Typhus,dll.






Kriteria Penyediaan Air Minum
Terdapat 3 kriteria penyediaan air minum,yaitu :
Kualitas
Kuantitas
Kontinuitas

1.Kualitas adalah dengan memenuhi persyaratan agar berfungsi secara baik dalam menyehatkan penggunanya.Berikut adalah persyaratan penyediaan air minum yang baik secara kualitas :

☻ Fisik : Bau,Rasa,Warna,Suhu dan Kekeruhan.
☻ Kimiawi : - Anorganik ( Tidak membahayakan kesehatan,
contoh : Cu = 1mg/L, Fe = 5mg/L,dll)
- Organik (Tidak membahayakan kesehatan,
Contoh : Senyawa aktif pembentuk pestisida)
☻ Mikrobiologi : Bakteri Enrichia Coli
( Indikator pencemaran air oleh aktifitas manusia).
☻ Radioaktif : Bebas radioaktif.


2. Kuantitas adalah jumlah persediaan air minum dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna atau masyarakat yang memanfaatkan jasa dari penyedia air minum.Berikut adalah Jenis perbedaan penggunaan air perkotaan :

► Domestik adalah jenis penggunaan air minum dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti : mandi, cuci , minum dsb.
► Non-Domestik adalah jenis penggunaan air minum dalam memenuhi kebutuhan produksi industri,komersial,social. Dan penggunaan air dalam memadamkan kebakaran adalah salah satu contoh pemanfaatan air perkotaan.

3. Kontinuitas adalah persediaan air yang dapat menjangkau kawasan yang cukup luas dan tersedia setiap saat. Berikut ini adalah contoh criteria kontinuitas:

♠ Air tersedia 24 jam dalam jumlah yang mencukupi.
♠ Bila supply tidak 24 jam, maka dibuat Reservoir Penampung untuk
menampung air ketika tersedia tetapi tidak digunakan.









Sistem Penyediaan Air

Dalam penyediaan air, terdapat beberapa proses-proses yang wajib di lakukan demi mendapatkan kriteria kualitas,kuantitas dan kontuniutas yang terbaik agar layak untuk di konsumsi oleh manusia supaya tidak menimbulkan akibat-akibat tertentu yang merugikan bagi tubuh manusia Dan pada saat menyediakan air untuk konsumsi terdapat berbagai sumber air seperti :

Air Tanah ( Dangkal dan Dalam)
Mata Air
Air Hujan
Air Permukaan ( Sungai,Danau dan Laut).

Pemilihan sumber air tergantung dari debit air yang dibutuhkan dan kondisi/kualitas sumber air yang ada. Dan dari sumber air yang telah di tentukan harus di Transmisikan secara layak atau baik agar terjaga kualitas dan kuantitas pada saat menuju ke tempat Instalasi Pengolahan Air. Dan setelah dibawa atau di alirkan ke Pusat pengolahan air, air tersebut di olah menurut kualitas sumber air. Untuk sumber air dari permukaan, umumnya pengolahan yang di butuhkan adalah menurunkan kekeruhan dan proteksi dari kemungkinan pertumbuhan bakteri Patogen.

Terdapat beberapa tahap rangkaian pengolahan air,yaitu :
1.Intake
2.Preliminary treatment dilakukan terhadap kotoran atau sampah kasar melalui saringan atau barscreen dan pra-sedimentasi.
3.Koagulasi dan Flokulasi dilakukan untuk menggumpalkan partikel yang tidak dapat mengedap, ditambahkan koagulan dengan proses pengadukan.
4.Sedimentasi merupakan proses pengendapan flok yang sudah terbentuk dari proses sebelumnya.
5.Filtrasi merupakan penyaringan kembali partikel yang belum mengendap melalui saringan pasir.
6.Disinfeksi merupakan suatu tahapan penambahan disinfeksi, seperti Klor,Ultra Violet,Ozon,dll yang berfungsi untuk membunuh bakteri Patogen.
7.Storage atau Reservoir merupaka tahap akhir dari pengolahan limbah cair dimana tahap ini adalah menyimpan cadangan air dalam suatu wadah penampungan yang nantinya akan siap untuk didistribusikan kepada konsumen.



Pemanfaatan Kembali
Limbah cair yang telah melalui proses pengolahan tidak seluruhnya dapat di manfaatkan atau bahkan di buang seluruhnya. Terdapat beberapa hasil dari pengolahan limbah cair tersebut misalnya adalah air bersih yang berkualitas atau Efluen dan juga Lumpur dari sisa proses pengolahan limbah cair. Lumpur tersebut tidak hanya sebagai sisa paling akhir,namun Lumpur itu juga dapat di olah atau di manfaatkan lebih lanjut seperti Batako.

Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search