.::Selamat Datang di Blog eighTsuNiNtHesKy -- Blog ini berisi semua hal yang saya pikirkan tentang kehidupan -- Semoga Anda Dapat Berkunjung Lagi Lain Waktu -- Dan Jangan Lupa untuk Menjadi Sahabat dan Teman ::.

Sambutan

EighTsuNiNtHesKy adalah sebuah NickName yang saya gunakan di Dunia Cyber

Dan blog eighTsuN bukan berisi tentang tutorial atau tips-trik yang sangat menarik, karena saya hanya seorang siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan dari SMK Negeri 1 Kota Mojokerto yang sedang dalam tahap Pemula di dunia IT. Dan Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Borobudur Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi.

Dan Blog eighTsuNiNtHesKy hanya berisi tentang apa yang kupikirkan tentang dunia. Semoga apa yang kutulis disini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai ajang diskusi bagi kita bersama

Kesiapan Menghadapi Tekanan

Sabtu, 19 April 2014

Tertekan oleh Permasalahan
Terkekan oleh permasalahan
Masalah memiliki arti yaitu sesuatu hal yang terjadi tidak sesuai atau bertentangan dengan apa yang kita harapan. Siap atau tidak, dan bagaimanapun kehidupan pasti memiliki masalah. Tua ataupun muda, laki-laki ataupun perempuan dalam hidupnya pasti memiliki masalah. Tinggal diatur sesuai kadar kebaikan diri, jika memang diri arif dalam bertindak, pastilah masalah yang datang hanya seperti batu kerikil-kerikil kecil dijalanan, namun jika tidak menghargai hidup dan bertindak sesuka hati tanpa berpikir panjang, sudah pasti bukan kerikil lagi yang dihadapi namun lubang besar yang memaksa kita untuk jatuh terjerumus didalamnya selama beberapa lama.

Setiap masalah akan datang tidak pandang bulu, mau dia ahli ibadah, ataupun anak yang durhaka sekalipun, masalah akan selalu datang. Mengapa, mengapa rajin ibadah masih terkena masalah ? Disini pasti rekan-rekan teringat salah satu hadist dimana disebutkan bahwa "Allah tidak pernah memberikan ujian, diluar batas kemampuan hambanya,". jadi sudah jelas, bahwa suatu masalah datang untuk membentuk seorang individu menjadi pribadi yang lebih baik tergantung bagaimana individu tersebut mengatasi atau menghadapi suatu masalah tersebut.

Banyak sekali orang yang tak mampu menghadapi masalah, ketidak mampuan disini memiliki arti bahwa ketika mendapat masalah, individu tersebut mudah sekali tertekan, mudah sekali jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya tapi entah apakah jalan pintas itu merupakan jalan terbaik atau tidak, atau bahkan jalan pintas ke masalah yang lebih besar.

Disini, digambarkan bahwa untuk menghadapi hal hal tersebut, seseorang haruslah melatih dirinya, bagaimana caranya untuk mampu berpikir dibawah tekanan, mampu mencari solusi ketika keadaan sedang genting, mampu mencari solusi terbaik ditengah solusi-solusi lain.

Maka seorang individu yang telah melatih dirinya untuk keadaan terburuk, pastilah mampu menghadapi tekanan yang akan dihadapi dikemudian hari, karena dalam mengatasi masalah ada beberapa cara yang tidak dapat diaplikasikan hanya dengan mengetahui teori, namun yang bersangkutan haruslah terbiasa mengerti dan memahami serta pernah melaksanakan cara-cara tersebut sehingga pada kemudian hari jika terdapat masalah atau suatu problema, individu tersebut dapat secara tenang dan mudah menyelesaikannya dikarenakan telah hafal diluar kepala bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. 

Nah sekarang, bagaimana caranya melatih diri untuk siap berpikir dibawah tekanan ? Bagaimana caranya untuk siap menghadapi permasalahan ? Penulis sendiri mendapat hal tersebut ketika bergabung di Organisasi Kemahasiswaan atau Unit Kegiatan Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan Universitas Borobudur atau yang lebih dikenal Menwa Unbor

Resimen Mahasiswa merupakan suatu Organisasi Semi-Militer dimana para personilnya dilatih di Lembaga Pendidikan TNI, untuk menempa pesertanya menjadi pribadi-pribadi yang Cinta Tanah Air, memiliki semangat Bela Negara dan juga Jiwa Pantang Menyerah. Ini adalah point dalam pendidikan dasar militer yang diberikan oleh Lembaga Pendidikan TNI yang biasanya dilaksanakan di Resimen Induk Kodam atau Rindam di seluruh Indonesia.

Dalam aplikasinya, ketika seseorang bergabung di Organisasi apapun itu, baik Menwa ataupun Senat Mahasiswa, pastilah akan ada suatu permasalahan, baik permasalahan internal organisasi, permasalahan dengan organisasi lain, ataupun permasalahan mengenai suatu kegiatan yang tidak berjalan mulus sehingga mendapat cacian serta makian dari pengurus lain karena kesalahan. Disini merupakan awal terbentuk pribadi yang mampu menghadapi tekanan. Istilah "Dongkol" yang sering saya dengan di Menwa, merupakan istilah untuk ungkapan sakit hati atas perbuatan orang lain terhadap diri baik dari ucapan ataupun perbuatan. Namun di Menwa, hal ini merupakan hal yang lumrah atau wajar, karena ketika sakit hati atau merasa Dongkol pasti Ego yang akan bermain dan memanipulasi pikiran kita untuk melakukan hal yang sejenak terlintas dalam pikiran kita yang terkadang memiliki dampak buruk. Makanya penulis teringat sebuah kalimat "Jangan pernah mengambil keputusan ketika emosi (read:ego) sedang tinggi", kenapa demikian ? Karena ketika emosi sedang tinggi, baik marah ataupun bersedih, terkadang akan muncul inisiatif pikiran untuk bertindak dan tanpa berpikir panjang, sering kita untuk melaksanakan inisiatif tersebut padahal hal tersebut tidaklah dibenarkan. 

Dari semua hal tersebut diatas, setiap pribadi haruslah membentuk dirinya, menyiapkan dirinya, menguatkan pribadinya guna menghadapi permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi dimasa depan dengan cara mulai bergabung, bersosialisasi dalam sebuah organisasi-organisasi yang memiliki kredibilitas untuk membentuk pribadi atau individu seperti nilai-nilai yang saya sebutkan diatas. 

Kedepan, permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks, seiring dengan perkembangan zaman, apakah kita sudah siap untuk menghadapi hal tersebut, apakah kita mampu untuk memberikan solusi terbaik dalam setiap masalah yang kita hadapi ? Semua jawaban kembali pada Anda, apakah Anda mau meluangkan waktu untuk menempa diri Anda dari sekarang atau hanya menikmati dan mengikuti arus saja kemana hidup membawa Anda ? Ingat, manusia yang menciptakan sendiri kemana jalan hidupnya, Allah SWT hanya menyediakan jawaban dari segala pilihan yang kita pilih. Ketika manusia salah melangkah, itu sudah tentu bukan kesalahan Allah SWT, namun kesalahan manusia dalam menentukan arah jalannya.

Lanjutkan Membaca....

Kepemimpinan Ibarat Berkendara

Jumat, 18 April 2014

Kepemimpinan Ibarat Berkendara


Kepemimpinan, merupakan suatu seni untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Memimpin tak pernah salah, bagaimanapun seorang pemimpin mengambil keputusan, sudah menjadi kepatutan bagi para personilnya atau staffnya untuk melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Namun, bagaimana jika memimpin orang yang memang benar-benar tak mau dipimpin. Berdalih ketidak sepahaman, namun apakah itu menjadi sebuah alasan untuk tidak patuh menjalankan apa yang diperintahkan Pimpinan.  

Disini yang ingin saya bahas adalah, ketika dalam sebuah kendaraan, terdapat seorang pengemudi, dimana staffnya adalah semua bagian dari kendaraan tersebut, diibaratkan mobil, pimpinan adalah seorang pengemodi. Pimpinanlah yang bertugas memberi arah atau mengendalikan kemudi kemana kendaraan tersebut akan melaju, namun pada suatu ketika, kendaraan tersebut diinginkan oleh pimpinan untuk belok ke kanan, namun salah satu bagian dari mobil tersebut tidak ingin berbelok, apa jadiya ? Tentu kendaraan tersebut akan mengalami kendala dalam melaju. 

Dalam hal ini, pimpinan diberi dua pilihan. Apakah akan memaksa ban mobil tersebut untuk berbelok dengan di reparasi ataukan mengganti dengan ban yang masih baru. Melihat situasi diatas, apakah baik ketika sebuah kendaraan yang tercipta bersama dalam sebuah badan kendaraan, ketika ditengah jalan terjadi berbeda pendapat atau opini sehingga membuat kendaraan tadi kehilangan semua arah atau tidak dapat melaju karena ulah salah satu bagian di kendaraan tersebut. Bercermin dari hal diatas, kepemimpinan seperti diatas merupakan tipe kepemimpinan pemula, dimana masing-masing dari bagian kendaraan tersebut masih belum mampu mengerti dan memahami arti penting dirinya dalam sebuah kesatuan yaitu kendaraan (organisasi). 

Disini dapat diartikan bahwa, jika memang seluruh bagian kendaraan tersebut merasa terlahir dari sebuah pabrik yang sama, tempat tempaan yang sama sudah menjadi sebuah kesadaran pribadi bahwa menjadi sebuah bagian dari sebuah kendaraan merupakan kesempatan yang harus dimaksimalkan. Ketika menjadi ban, jadilah ban yang baik dimana mampu menggerakkan kendaraan ke kanan dan kekiri serta membantu kendaraan dalam melaju melewati semua rintangan dan bebatuan yang dihadapi dijalan.

 Dan ketika bertugas sebagai atap mobil, jadilah atap mobil yang baik dimana mampu melindungi bagian dalam mobil dari sengatan sinar matahari dan juga guyuran hujan yang lebat. Dan ketika menjadi kemudi, jadilah kemudi yang baik, mengerti keadaan seluruh bagian kendaraan dan haruslah mengerti bagaimana kesanggupan dan kesiapan masing-masing perlengkapan apakah mampu dibawa berjalan atau tidak.

 Ketika seluruh komponen mengerti tugas dan fungsi masing-masing dalam sebuah kendaraan (Organisasi) maka dalam cuaca dan situasi apapun, kendaraan tersebut pastilah mampu mencapai tempat tujuan kemana kendaraan tersebut melaju.

Lanjutkan Membaca....

Arti Mimpi

Kamis, 05 Desember 2013

Semua orang pernah bermimpi. Dan bahkan setiap hari, manusia bermimpi. Mimpi, suatu kata sarat arti dan makna. Menelisik kapan pertamakalinya manusia itu mulai bermimpi, ingatkah Anda ketika kapan pada pertamakalinya Anda mulai bermimpi ? Dan hal apa yang pertama kali Anda impikan ? Sepenggal film yang selalu dimulai ketika Anda mulai terlelap mungkin itu adalah benar kata mimpi. Namun, untuk hal yang Anda ingin kejar dan berusaha menggapainya dengan sepenuh tenaga dan berusaha segala cara agar itu terwujud, apakah hal tersebut juga bisa dibilang mimpi. Dan apa sebenarnya mimpi itu ? Menurut wikipedia 


Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
sedangkan Nidji berpendapat bahwa
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya
lalu, apakah mimpi menurutmu ?
Menurut saya, mimpi merupakan sesuatu gagasan untuk membuat diri lebih baik, berusaha, bertekat, dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya contoh ciri mimpi bagi seorang pria.
Berbicara tentang mimpi, apakah mimpimu ? sesuatu yang selalu dan selalu ingin kamu kejar. Berusaha mewujudkannya, alasan kamu berada di posisi saat ini? Tahukah kamu, bahwa Tuhanlah yang mengatur semua posisimu saat ini. Mulai dari dikeluarga mana kamu dilahirkan, dimana tempat kota kelahiranmu, dimana kamu bersekolah, siapa saja teman-teman yang bersamamu.


 Apakah kamu tahu itu semua hanya berjalan secara kebetulan ? Wahai sobat, hal tersebut merupakan sebuah skenario Tuhan. Dan ibarat cerita perfilman, kamulah aktornya dan kamu yang melaksanakan skenario, hebatnya skenario Tuhan, kamu diberi kesempatan memilih apakah mau melaksanakan hal tersebut atau tidak. Karena dibalik semuanya pasti ada dampaknya, entah itu baik atau buruk semua pilihan ada padamu. Kurang paham tentang apa yang saya sampaikan ? Saya mengenal sekali Logika cabang pohon sempurna. Apa maksudnya ? 

Jadi, apapun yang terjadi di dunia ini merupakan sebuah pilihan. Ibarat pohon, dari akar semua akan berakhir pada satu titik yaitu buah. Diumpamakan buah ini adalah kesuksesan. Dari akar untuk menuju buah ini merupakan sebuah jalur yang sulit. Meski terdapat banyak jalan atau cabang, tidak semua jalur atau cabang berakhir pada buah, ada saja cabang yang tidak memiliki buah. Sama halnya ketika anda berusaha berjalan ingin menuju kesuksesan tapi jalur yang anda pilih adalah salah, maka kesuksesan tidaklah akan Anda raih.

 Itu sedikit mengenai Logika Cabang Pohon Sempurna yang benar-benar saya pahami. Itu semua terjadi karena mimpi. Mimpi menjadikan saya seperti ini, berada di posisi sekarang merupakan akibat yang saya lakukan dulu. Meskipun dulu saya sempat menyesal dan benar-benar jauh dari Tuhan karena kekecewaaan atas mimpi yang benar-benar tak terwujud. Tapi saat ini, saya bersyukur atas itu semua. Saya yakin Tuhan punya rencana lain dan pasti akan Indah. Karena saat ini saya sudah merasakan sedikit dari nikmat rencana itu dan saya sedang bermimpi untuk mimpi lain dan mengupayakan mewujudkannya.
Mari bermimpi kawan, Anda berada di posisi saat ini bukan karena kebetulan. Pasi Anda memiliki sesuatu hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan, keluarga, Negara dan Bangsa, Agama ataupun Dunia.

Lanjutkan Membaca....

Semangat Baru Beban Lama

Sabtu, 09 November 2013

Ichsan Yudha Pratama
Baru saja semalam, motivasi itu datang silih berganti. Dan hal itu datang bukan dari orang sembarangan. Ya, mereka adalah figur yang menjadi panutan saya. Dalam hati hanya bisa bergembira dan bersyukur atas karunia Allah SWT. Mungkin inilah jalan yang Allah ingin berikan kepada saya menjawab keluh kesah atas kegagalan saya untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri beberapa tahun silam. Ya disini, di Universitas Borobudur saya melanjutan pendidikan Strata-1 saya di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Borobur. Sudah 7 semester saya berkeliaran mencari semua ilmu dan pengalaman yang berada di kampus ini.

  Dalam resapan hati dengan rasa syukur yang paling dalam, memang disinilah. Di Resimen Mahasiswa Universitas Borobudur, jalan yang dulu terasa buntu sekarang sudah menjadi sebuah lintasan jalan bebas hambatan. Tinggal saya mempersiapkan diri untuk siap memasuki Gerbang TOL tersebut. Ya mereka adalah Mayor Chb Harto Santoso, Spd. Mayor Sus Gatot Suwasana,ST, Kapten Chb Angga Nugraha,S.kom. Mereka adalah figur yang benar-benar menjadi panutanku selama mengabdikan diri di Menwa Universitas Borobudur.

 Semua saya mulai dari bawah, dari mendaftar menadi calon anggota, mengikuti seleksi, mengikuti pendidikan Pralatihan Dasar Militer yang dilaksanakan di Kampus, selanjutnya melanjutkan lagi pendidikan di Buperta Cibubur, serta melanjutkan pendidikan di Rindam Jaya Condet. Tidak berheti disitu, begitu banyak diklat dan pelatihan yang saya ikuti dari berbagai macam Instansi Pemerintah, baik dari Instansi Militer maupun Sipil. Semua itu dimaksukan untuk membuka cara pandang saya akan sesuatu hal. Agar saya mampu menilai yang yang benar-benar baik dan sesuai serta sebaliknya. Dan saya baru sadar, itu tidak akan saya dapatkan dalam kegiatan perkuliahan.

 Dan itu semua tidak tercantum dalam Kartu Rencana Studi yang harus diisi setiap awal semester. Ichsan yang dulu, tentu berbeda dengan Ichsan yang sekarang. Semua beban yang saya emban selama kurang lebih 3 tahun ini membuat saya menjadi sosok yang selama ini saya inginkan. Menjadi seorang Ichsan yang mampu memimpin diri sendiri maupun orang lain. Meski dianggap sebelah mata oleh mata rekan-rekan saya di Universitas mengenai sosok seorang Menwa, saya tak pernah ambil pusing. Kebanggaan saya menjadi seorang Menwa lebih dari yang mereka tahu.

 Untuk menjadi seorang Menwa, saya harus mengikuti berbagai macam pendidikan, tempaan, dan proses yang tidak mudah. Mulai dari untuk memakai seragam, atribut, dan tentunya Baret ungu yang menjadi kebanggaan seorang Menwa tidak didapatkan dengan hanya membeli di toko atribut. Semua harus ditempuh dengan serangkaian proses yang sakit, tapi saat ini saya tahu itu semua akan berakhir bahagia. 3 Tahun menjadi Menwa, dan masih menunggu 1 tahun lagi hingga proses wisuda saya menjelang. 

Proses yang saya jalani sebagai seorang Menwa yang dimulai dari Anggota, Kaur Diklat hingga Komandan membuat saya menjadi lebih baik. Lebih dan lebih dari rekan-rekan saya yang menganggap Menwa itu hanya sebagai Satpam dan memandang kami sebelah mata. Beban menjadi seorang Komandan tidaklah mudah, disitu terdapat beban yang sangat dan sangat berat. Bagaimana agar mampu membawa sebuah perahu menuju pulau terindah di Nusantara.

 Dalam coretan ini, saya ucapkan terima kasih banyak yang mendalam kepada seluruh Alumni Menwa Unbor, para Pimpinan di Universitas Borobudur antara lain Rektor Prof. Dr Basir Barthos, Warek 1 Bambang Bernanthos, Warek 2 Pak Rudi Bratamanggala, Warek 3 Dr. Ir. H. Edi Barnas, MM yang hingga kini mempercayai saya, dan juga para anggota saya rekan seperjuangan saya di Resimen Mahasiswa yang tanpa lelah meski dongkol terus berusaha menjadikan Menwa Unbor untuk menjadi lebih baik lagi.

 Gerbang karir terbuka 1 tahun lagi, dan saya bertekad untuk mewujudkan cita-cita saya sejak dulu. Bukan harta, tahta dan jabatan yang saya cari. Melainkan kebanggaan menjadi seorang anak yang mampu membuat kedua orangtua dan kedua adik saya bangga bahwa anak dan kakak mereka menjadi Tentara Nasional Indonesia. Meneruskan apa yang selama ini menjadi tumpuan kami untuk hidup. Sebagai keluarga Prajurit.

Lanjutkan Membaca....
Nasionalisme Tunas Bangsa Indonesia | Cinta Tanah Air | Cinta Sang Saka Merah Putih